Sabtu, Januari 24, 2009

Rambut Pony



Saat ini gaya rambut pony masih di gandrungi oleh kalangan balita, remaja ABG sampai ke kalangan manula. Kadang tingkah polah remaja ABG yang berambut pony sangat lah lucu, sebab tangan dan jari mereka tak bisa jauh-jauh dari rambut dan pony, sebentar sebentar mereka merapikan tatanan pony.

Rambut ber-pony pernah populer di tahun 60-an. Yang mempopulerkan potongan rambut ini adalah grup musik legendaris asal Inggris "The Beatles". Potongan rambut seperti ini memberi kesan lebih segar dan tampak muda.



Kalau melihat dari bentuk dasar wajah manusia ada bermacam-macam: oval, bulat, lonjong, persegi, segitiga, wajik, dan seperti buah pir.

Wajah oval jika di tarik garis horison di dahi atas, bawah hidung, dagu dan jika ditarik garis vertikal dari bagian luar wajah kiri dan kanan, dan tengah hidung lebar wilayahnya sama.

Bagi pemilik wajah bulat sebaiknya memilih janis pony yang kesamping, wajah oval baik untuk semua jenis pony. Wajah lonjong sebaiknya memilih model pony yang biasa seperti pony Dora atau Chibi Maruko Chan.

Tak semua bentuk wajah cocok ber-pony. Buat yang berdahi sempit sebaiknya menghindari rambut pony karena memberi kesan dahi semakin sempit. Bagi pemilik wajah bulat sebaiknya pilih pony samping dan gunting poni dengan banyak trap.

Rambut ber-pony paling cocok untuk pemilik wajah oval, panjang, dan berdahi lebar.Karena bentuk model rambut pony yang dipilih bisa beragam, baik depan maupun samping.



Sebaiknya dalam pengguntingan pony harus bagus dan trap tersusun rapi karena akan memudahkan penataan dalam penampilan sehari-hari. Pengguntingan yang tidak bagus akan membuat pony kelihatan berantakan dan lepek. Jika ingin penampilan kelihatan lebih muda lagi , biasa digunakan aksesori seperti pita, bando, dan korsase. Sebaiknya hindari aksesori berhias diamond karena bisa memberi kesan terlalu glamor dan gemerlap.



***sudahkah cocok kah bentuk pony dengan wajah Anda? jika salah Anda bisa jadi mirip kuda





Baca selengkapnya...

Sabtu, Januari 17, 2009

Bintang Jatuh



Pernahkan Anda melihat bintang jatuh?

Bintang jatuh adalah sebuah benda langit bercahaya yang jatuh ke bumi. Ketika melewati atmosfer terjadi gesekan dan menimbulkan lintasan api(meteor).


Mitos yang berkembang, kalau kita melihat bintang jatuh kemudian meminta sebuah permohonan (make a wish), maka permohonan itu akan terkabul.



***hati-hati bintang itu bisa saja menimpa anda...





Baca selengkapnya...

Kamis, Januari 15, 2009

Telur Penyu


Seekor penyu bisa bertelur sebanyak 100-150 butir. Tapi setelah di erami selama 50 hari dan kemudian menetas, paling-paling hanya satu ekor bayi penyu yang bisa bertahan dan tumbuh sampai dewasa.

Mitos di masyarakat, telur penyu merupakan untuk obat kuat, obat awet muda.

Telur penyu memiliki kandungan lemak paling tinggi dari jenis telur yang lain. Jika memakannya kolesterol bisa meningkat.


Kota Padang merupakan pasar yang sangat terbuka dalam hal menjual telur penyu, bahkan penjualan telur penyu dijadikan andalan wisata. Telur penyu di kota Padang berasal dari pulau-pulau kecil di pantai barat Sumatera Barat, seperti Pulau Penyu, Pulau Katuang-katuang (katuang artinya penyu), serta dari pantai Padang, Pariaman, dan Pasaman.



***selamatkan telur dan penyu-penyu itu...






Baca selengkapnya...

Kamis, Januari 08, 2009

Indah Malam



akan ku ceritakan untukmu
cerita tentang indah pesona malam

cerita indah tentang;
langit cerah bertabur cahaya bintang
bulan putih bersinar penuh
yang tak jenuh menatap kilau kejora
saat menemani pijar rasi tersusun rapi

akan ku ceritakan,

tentang katak yang asik bercengkrama suka.
tentang nyanyian yang dimainkan kumpulan jangkrik
sebagai pemecah sunyi.
tentang kunang-kunang yang sibuk berlarian
diantara kumpulan binatang-binatang malam
yang belum terlihat lelah menikmati
desau angin berhembus pelan

akan ku ceritakan semua keindahan malam

Tapi,
jika kantuk datang menghampir
dingin mulai menusuk tulang
biarkan lelap memainkan perannya
aku akan beranjak dan rebah
akan ku sambut hadirnya
mainan tidur yang bernama mimpi

jika esok aku terjaga,
akan ku ceritakan untukmu kisah singkat,

tentang sebuah mimpi...



coretanku 070109.20:51





Baca selengkapnya...

Minggu, Januari 04, 2009

Ngabang di Kabupaten Landak

Kantor Bupati Landak


Saat ini aku menetap di Kabupaten Landak, tepatnya di daerah Ngabang. Ngabang adalah Ibukota Kabupaten Landak, Propinsi Kalimantan Barat.Terletak disebelah timur kota Pontianak, Kota Landak Bisa ditempuh melalui perjalanan darat selama 4 jam lebih, melewati area persawahan, kebun dan hutan. Jalan ke kota tersebut cukup baik dan luas.

Kabupaten Landak adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat, yang terbentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Pontianak tahun 1999. Ibu kota kabupaten ini terletak di Ngabang. Memiliki luas wilayah 9.909,10 km² dan berpenduduk sebesar 282.026 jiwa. Landak terbagi menjadi 10 kecamatan dengan 174 desa, dan 6 desa diantaranya termasuk desa tertinggal.

Kabupaten Landak adalah salah satu kabupaten yang boleh dikatakan maju dari segi pembangunan, pendidikan, dan perekonomian serta keamanan, landak berasal dari Bahasa Belanda yang terbagi menjadi dua suku kata Lan dan Dak, LAN artinya Pulau, dan DAK artinya Dayak, oleh sebab itu mayoritas penduduk aslinya adalah Suku Dayak, mengapa dikatakan demikan bukti kongkritnya adalah masih adanya peningalan rumah Panjang/Betang di Kab. Landak sampai saat ini, tepatnya terletak di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila.

Berdasarkan catatan sejarah bahwa kata "Dayak" ditulis oleh para penulis Belanda jaman itu dalam bentuk "Dyak" atau "Dyaker". Sementara kata "Land" berarti "tanah". "Land-Dyak" sebenarnya bermakna "Tanah Dayak" yang kemudian diubah menjadi "Landak". Kabupaten Landak ini sama sekali tidak berhubungan dengan binatang bernama landak.


***daerah baru...






Baca selengkapnya...

Selasa, Desember 30, 2008

Saat Hujan...


bersih, bening, jernih
semua tercurah bumi basah
terasa laju waktu begitu cepat
berpacu sejalan dengan deru rintik jatuh turun
sampai aku pergi dan berlalu
begitu juga kau,

tinggalkan sejuta kisah yang tidak tertulis
di kota dimana bunda terlahir
aku masih mengenangnya
bait demi bait cerita indah dikala hujan

kita tidak sedang memadu kasih
kita tidak sedang mengukir,
sejarah pendek dalam romansa cinta
kita tidak pernah berjanji,
sehidup semati dan saling setia

aku nikmati hidup dengan alurku
kaupun nikmati hidup dengan caramu
walau bibir tak pernah berucap
hanya hati yang mengungkap
kita bersepakat dalam sebuah jalinan

kita tidak akan lupa tentang hujan
tentang sepenggal lyric usang
yang selalu kita nyanyikan saat nikmati hujan

kini aku jauh di timur,
kau pun jauh di barat

saat hujan
aku selalu terkenang



*) i'm singin in the rain.....



***coretanku 301208.20:51





Baca selengkapnya...

Jumat, Desember 26, 2008

Masjid Raya Ganting



Masjid Ganting yang terletak di bagian selatan Kota Padang merupakan masjid tertua di Kota Padang. Masjid yang mulai dibangun pada 1805 dan selesai hingga bentuk seperti sekarang pada 1910 ini, juga termasuk salah satu masjid tua di Indonesia dan menjadi pusat syiar Islam di Padang dan kota-kota pesisir barat Sumatera.

Desain Spanyol dan Timur Tengah mendominasi bagian depan bangunan. Tembok yang tebal tanpa atap di bagian depannya sekilas mengingatkan kita kepada benteng Spanyol. Ditambah gerbang-gerbang tanpa daun pintu mengesankan gerbang benteng. Hanya atap mirip pagoda yang muncul di bagian tengah, ditambah dua menara kiri kanan, memunculkan ciri khas arsitektur Cina dan surau tradisional di Ranah Minang.

Di tengah tembok depan terdapat dua pasang pilar yang sepintas mengapit pintu utama. Padahal ini bukan pintu masuk. Pintu masuk terdapat di kiri-kanan pilar. Bangunan berpilar dua kembar ini menjadi penghias. Apalagi ditambah dengan gaya atap yang dihiasi lima bulatan mirip granat tangan.

Dinding masjid bercat biru muda dengan akses garis-garis biru ini terlihat masih kokoh, meski sudah berusia lebih 200 tahun. Padahal bangunan utama masjid ini hanya dibuat dari bata merah dan batu kapur.

Di balik pintu-pintu dinding mirip benteng itu terdapat teras penghubung di sekeliling bangunan utama masjid dengan lebar 4 meter. Teras ini ditopang tiang kembar. Lantainya dari tegel bermotif geometris berwarna abu-abu. Tegel ini didatangkan dari Belanda pada pada 1900. Semula lantai ini hanya susunan batu kali yang diplester dengan tanah liat karena semen belum ada.

Tegel langsung dipesan dari Belanda melalui perusahaan NV Jacobson Van Der Berg, lengkap dengan semen bertong dan tenaga ahli. Pemasangan tegel selesai pada 1910. Tak kalah andilnya dalam pembangunan adalah seorang kapten militer Belanda dari Corps Genie yang juga Komandan Genie Sumatra Barat dan Tapanuli yang kantornya terletak tak jauh dari mesjid itu.

Dari teras memasuki ruangan utama terdapat pintu-pintu dan jendela-jendela besar mirip rumah sakit atau bangunan kantor di Indonesia peninggalan Kolonial Belanda dengan setengah kaca di bagian atasnya. Bedanya hanya ventilasi setengah lingkaran di atas jendela dan pintu yang dihiasi lubang-lubang bermotif.

Pintu Sorga yang Delapan

Yang menarik dari pintu ini adalah jumlahnya yang delapan buah. Ini mengartikan orang muslim memasuki masjid dengan niat memasuki pintu sorga yang delapan.

Ruang utama sendiri luasnya 30 meter X 30 meter. Meski tidak terlalu luas di ruangan ini berjejer 25 tiang segi enam berdiameter 50 cm. Masing-masing tiang diberi nama dengan kaligrafi dengan nama masing-masing satu nama nabi dan rasul. Mulai dari Adam hingga Muhammad.

Tiang-tiang ini berfungsi sebagai penyangga balok-balok kayu untuk penahan lantai bagian atas bangunan kayu yang mirip pagoda. Tiang-tiang yang juga terbuat dari bata merah dengan bahan perekat kapur dicampur putih telur ini sama sekali tidak menggunakan tulang besi. Bahkan balok-balok kayu hanya diletakkan di atasnya tanpa ikatan.

Gempa 6,7 Scala Richter yang mengguncang Padang pada 10 April 2005 yang bersumber dari Kepulauan Mentawai meretakkan 15 tiang ini, bahkan satu di antaranya terjatuh sebagian puncaknya.

Balok-balok kayu yang disangga tiang berukuran 25 cm X 25 cm dengan masing-masing panjang 6 meter. Kayu jenis rasak dan besi ini sekarang hampir tidak bisa ditemukan lagi di Sumatra. Dulu kayu ini didatangkan dari Indrapura (Pesisir Selatan) dan Pasaman yang dibawa dengan biduk ke Padang.

Lantai ruangan utama ini dihiasi ubin bermotif yang masih asli dan dulunya didatangkan dari Belanda. Ubin segi lima ini bermotif kembang hitam dengan bulatan merah tua di tengahnya. Kalaupun ada tambahan keramik baru, itu adalah keramik putih untuk dinding dan tiang-tiang yang dipasang.

Penyambung Imam Sumbangan Kapten Cina


Sementara itu atap masjid adalah jenis atap tumpeng atau segi tiga. Dulunya tumpeng bersusun 4 dan mengerucut diatasnya. Namun kemudian diubah dan ditambah dengan dua bangunan menyerupai rumah angin berdesain Cina.

Pada lantai tiga dan empat dibagian atap dibuat ruangan yang dikelilingi kisi-kisi angin semacam jalusi. Pada puncak atap masjid terdapat gobah yang menyerupai nenas ditambah dengan simbol bulan bintang. Bagian ini adalah desain bergaya Cina.

Atapnya terdiri dari atap seng yang berukuran bwg 20, tetapi belum pernah diganti.Lotengnya yang pertama terdiri dari papan tarahan, tetapi karena sudah lapuk, diganti enternit.

Dulunya pada tingkat dua yang berlantai papan ini dipergunakan oleh santri masjid untuk bermain rebana tiap Ramadan hingga sahur, sementara yang lainya bertadarus di lantai satu.

Rangka atap atau kuda-kudanya terdiri dari sistem 'rasuak palanca' atau pahatan tembus.

Antara tingkatan atap bawah dengan tingkat atas diberi dinding angin yang berjarak setinggi 80 cm. Dinding angin ini ditutup dengan kayu berukir. Kayu berukir ini dikerjakan dengan corak bunga yang sama tetapi di pahat .

Bangunan di lantai dua ini juga sering digunakan untuk menggelar rapat. Di bagian tengah ruangan masjid dibangun tempat penyambung iman, karena saat itu ruangan masjid yang luasnya 900 meter persegi itu dirasakan terlalu luas sehingga makmum tidak bisa mendengarkan imam. Dengan dibangun tempat penyambung imam maka kesulitan yang dialami para makmum untuk mendengar suara imam dapat diatasi.

Tempat penyambung imam itu dibangun di tengah ruangan masjid sekaligus dapat digunakan untuk tangga naik ke puncak mesjid. Dana untuk tempat penyambung imam ini disumbangkan oleh Kapten Cina Cap Gho Meh yang juga seorang Cina terkaya di Padang saat itu.

Bahkan tempat penyambung imam ini diukir langsung oleh pengukir Cina yang ada di Padang. Sayangnya pada 1978 tempat penyambung imam ini dibongkar pengurus masjid saat itu karena ada yang lapuk dan dianggap mengganggu.

Mesjid Pertama di Padang

Masjid Ganting merupakan masjid pertama di Kota Padang, karena sebelumnya waktu itu yang ada hanya surau-surau kecil. Pembangunan masjid ini dilakukan tiga periode selama lebih satu abad.

Cikal bakal masjid ini adalah sebuah surau dari kayu yang terletak tidak di lokasi itu pada 1700-an. Surau ini dibongkar karena terkena proyek jalan ke Emmahaven (Pelabuhan Teluk Bayur) yang dibuat Kolonial Belanda.
Pada 1805 tiga pimpinan setempat, masing-masing seorang ulama, saudagar, dan pimpinan kampung di Ganting memusyawarahkan pendirian mesjid. Mereka meminta bantuan saudagar-saudagar di Pasar Gadang (Padang Kota Lama) dan ulama tak hanya di Sumatra Barat, tapi hingga ke Sumatera Barat dan Aceh.

Bantuan datang tak hanya dalam bentuk uang, tapi juga tenaga tukang ahli dari pedalaman Sumatra Barat (Minangkabau). Selama lima tahun, masjid ini siap pada 1810 dengan bahan kayu, batu kali, bata, dengan pengikat kapur dicampur putih telur. Bangunan yang dibangun bangunan utama sekarang ini.

Periode kedua pada 1900 hingga 1910 adalah periode pemasangan tegel yang didatangkan dari Belanda dengan semen, serta pembuatan bagian depan masjid yang mirip dengan benteng spanyol. Dalam pembangunan ini bantuan tenaga juga datang dari Komandan Genie (Militer Belanda). Periode ketiga pembuatan menara kiri-kanan masjid hingga siap pada 1967.

Dalam perjalanan sejarah Kota Padang, masjid turut memberikan andil. Selain lokasi pengembangan agama Islam di Sumatra, juga pernah dijadikan lokasi Jambore Hisbul Wathan se-Indonesai pada 1932, dijadikan lokasi rapat pemuda pejuang di zaman proklamasi dan revolusi 1945. Pada 1942, Ir. Soekarno (Presiden Pertama) pernah menginap di rumah di belakang masjid dan selalu salat di masjid ini.
Hingga kini Masjid Raya Ganting sering dikunjungi pejabat dan tamu negara beragama Islam jika berkunjung ke Padang dan objek wisata sejarah bagi wisatawan asing


Sumber: www.padangkini.com






Baca selengkapnya...

Sabtu, Desember 20, 2008

Pegawai Negeri Sipil



Tadi pagi coba ikut tes CPNS di Kabupaten Kubu Raya Pontianak.


Kenapa begitu banyak orang ingin jadi PNS?




***saatnya berfikir untuk tetap berpenghasilan dan berpenghasilan tetap,





Baca selengkapnya...

Minggu, November 30, 2008

SMA 1 Padang





Beberapa waktu lalu lewat di depan tempat aku pernah bersekolah dulu (SMANSA Padang). Ingin sekali masuk dan mampir di sekolah itu, tapi tidak sempat.





Baca selengkapnya...

Rabu, November 19, 2008

Goodbye I'll Miss You



Life is meaningless
There is nothing worth smile
So goodbye I'll miss you.
And Im sorry but this is my fate


***akhirnya...




Baca selengkapnya...