Minggu, November 30, 2008

SMA 1 Padang





Beberapa waktu lalu lewat di depan tempat aku pernah bersekolah dulu (SMANSA Padang). Ingin sekali masuk dan mampir di sekolah itu, tapi tidak sempat.





Baca selengkapnya...

Rabu, November 19, 2008

Goodbye I'll Miss You



Life is meaningless
There is nothing worth smile
So goodbye I'll miss you.
And Im sorry but this is my fate


***akhirnya...




Baca selengkapnya...

Sabtu, November 15, 2008

Bias Pelangi

Bulan ini cukup sering turun hujan, "November Rain". Kemarin aku melihat indah bias pelangi, berhubung sedang tidak ada kegiatan, makanya coba-coba cari tahu tentang pelangi.

Pelangi, yang tercipta ketika rintik hujan memecah sinar matahari, telah membuat manusia terpesona sejak jaman dahulu kala. Upaya menjelaskan pelangi secara ilmiah pun telah dilakukan sejak masa Aristoteles. [Aristoteles adalah ilmuwan Yunani yang hidup pada 384-322 S.M. Ia dikenal sebagai salah seorang murid Plato di sekolah filsafat Achademya.]


Rene Descartes dan Isaac Newton menjelaskan bentuk, lokasi, dan warna pelangi. [Rene Descartes adalah ilmuwan Perancis yang hidup pada 1596-1650. Salah satu penemuannya yang terkenal adalah sistem koordinat Cartesius. Isaac Newton adalah ilmuwan Inggris yang hidup pada 1643-1727.

Selain terkenal dengan hukum-hukum fisikanya, ia juga dikenal sebagai penemu sistem koordinat polar.

Masih ingat bahwa sinar akan terbias bila ia menembus medium yang berbeda.
Gambar berikut memperlihatkan pembiasan sinar dari udara ke air:





Sekarang bagaimana pelangi terbentuk setelah hujan?
Pada gambar di bawah ini diperlihatkan bagaimana seberkas sinar matahari memasuki rintik hujan bulat di A. Sebagian sinar dipantulkan, sebagian lainnya menembus rintik hujan. Garis AB adalah jejak sinar yang menembus rintik hujan tersebut.

Perhatikan bahwa sinar dibiaskan mendekati garis normal AO. Dalam hal ini, Hukum Snell mengatakan bahwa sin α = k sin β dengan α menyatakan sudut masuk dan β sudut bias, dan k = 4/3 adalah indeks bias air.





Di B, sebagian sinar meninggalkan rintik hujan dan sebagian dipantul-kan. Garis BC adalah bagian yang dipantulkan. Dalam hal ini sudut datang sama dengan sudut pantul. Ketika sinar mencapai C, sebagian dipantulkan, tetapi kali ini kita tertarik pada bagian yang dibiaskan kembali ke udara.

Sudut deviasi D(α) adalah besarnya rotasi searah putaran jarum jam yang telah dijalani sinar selama proses tiga tahap tadi. Jadi, D(α) = (α – β) + (π – 2β) + (α – β) = π + 2α – 4β, dengan β = arcsin(k-1sin α).

Sekarang kita tertarik untuk mengetahui kapan sudut deviasi ini mencapai nilai minimum.

Dengan menggunakan kalkulus diferensial, kita dapat menunjukkan bahwa sudut deviasi minimumnya adalah D(α) ≈ 138° dan terjadi ketika α ≈ 59,4°.

Pentingnya sudut deviasi minimum adalah bahwa ketika α ≈ 59,4' ckita mempunyai D’(α) ≈ 0, sehingga ΔD/Δα ≈ 0. Ini berarti bahwa sinar dengan sudut datang α ≈ 59,4' cakan terbias dengan sudut deviasi yang hampir sama. Konsentrasi sinar yang datang dari dekat arah sudut deviasi minimum inilah yang membuat pelangi terlihat cemerlang.
Gambar berikut memperlihatkan bahwa sudut elevasi dari pengamat ke titik tertinggi pada pelangi adalah sekitar 180°– 138° = 42°.


Setelah memahami lokasi pelangi, bagaimana kita dapat menjelaskan warna pelangi? Sinar matahari terdiri dari beberapa panjang gelombang, yakni merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila,dan ungu. Dalam percobaan dengan prismanya pada tahun 1666, Newton menemukan bahwa indeks bias untuk tiap warna ternyata berbeda. Sebagai contoh, indeks bias untuk sinar merah adalah km ≈ 1,3318; sedangkan indeks bias untuk sinar ungu adalah ku ≈ 1,3435.

Dengan mengulangi perhitungan untuk berbagai nilai k ini, sudut pelangi untuk busur merah adalah sekitar 42,3°, sedangkan untuk busur ungu adalah sekitar 40,6°. Ini menjelaskan mengapa pelangi terdiri atas tujuh busur warna, dari merah hingga ungu.
[Disadur dan dikembangkan dari buku Calculus karangan J. Stewart (1999)]


***kenapa, ada pelangi di matamu?




Baca selengkapnya...

Jumat, November 14, 2008

The Air Asia Story


URGENT! YOUR AIRASIA
FLT QZ7527 PDG-CGK
TODAY 14 NOV 08 AT
17:45 RETIME TO 18:35
SORRY FOR THE INCONVENIENCE
CAUSED. INFO CALL
021-80899000. THANK YOU

Itulah pesan singkat yang saya terima di HP dari +628182233 pada jam 03:54:04 tanggal 14 November 2008.

****
Dulu tahun 2007, kalau tidak salah tanggal 19 Januari. Saya memperoleh pengalaman menarik dengan Air Asia. Waktu itu saya memiliki tiket penerbangan jurusan CKG-PDG, dengan jadwal keberangkatan sekitar jam delapan pagi. Sesampai di bandara saya langsung check-in tiket. Ternyata karena beberapa hal, keberangkatan ditunda hingga jam satu siang. Perempuan-perempuan cantik yang ada di tempat check-in dengan santai dan tanpa dosa mengatakan;
"kami sudah mencoba untuk konfirmasi sebelumnya tentang masalah ini lewat telpon, sesuai dengan nomor yang bapak berikan, ternyata nomor tersebut tidak aktif"

Yang membuat saya tidak habis pikir, kata-kata tersebut, juga diperoleh oleh calon-calon penumpang lainnya, yang sudah datang lebih awal.(apa mungkin...)

Setelah menunggu lama, ternyata pesawat tidak jadi berangkat jam satu siang, keberangkatan di undur lagi hingga jam empat sore. (sudah kebayang, saya harus mengeluarkan biaya lebih, maklum semua serba mahal disana, padahal saya hanya seorang pengganguran)

Ternyata masalah belum berakhir sampai disitu. Setelah berangkat alias terbang diudara beberapa puluh menit, ternyata pesawat tidak bisa mendarat di PDG dengan baik karena pengaruh cuaca. Pesawat harus naik lagi ke udara dan berputar-putar diatas ketinggian hampir satu jam. Suara didalam pesawat waktu itu mulai berisik, dan suasana panik mulai terlihat (mungkin mereka membayangkan peristiwa pesawat Adam Air yang hilang). Waktu itu saya tidak begitu mempedulikan suasana dalam pesawat hanya fokus melihat sayap pesawat, seperti mau lepas saja.

Akhirnya pilot memutuskan untuk mendarat di MDN, padahal tujuan kami bukan kesana. Setelah beberapa saat di MDN, pesawat diterbangkan lagi. Ternyata hal yang sama terulang kembali, pesawat tidak bisa mendarat, dan berputar-putar kembali diatas ketinggian, dalam waktu yang cukup lama.

Pilot kembali memutuskan untuk mendarat di MDN. Semua penumpang dipersilakan turun dan menunggu di lobby bandara MDN. Waktu itu kira-kira jam 11 malam. Penumpang seolah -olah diabaikan pihak maskapai penerbangan. Semua penumpang sudah resah dan suasana mulai bercampur aduk. Sebagian penumpang ada yang meminta agar penerbangan di tunda hingga besok pagi sebagian ada yang meminta penerbangan harus dilanjutkan malam itu juga, maklum mereka memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda-beda. Akhirnya dilakukan voting. Keberangkatan ditunda akhirnya yang menjadi pilihan.

Setelah menunggu dan terlantar di bandar beberapa jam, kami akhirnya dicarikan penginapan murah. Dalam satu kamar hotel di isi oleh empat orang, bagi yang punya uang lebih memilih untuk menyewa hotel yang lebih bagus dengan uang sendiri.

Kami hanya bisa tidur dengan tidak nyaman sekitar tiga jam. Paginya sebelum kembali ke bandara kami disuguhi sepiring nasi goreng dan segelas teh panas.

Akhirnya kami tiba di PDG sekitar jam delapan pagi. Kalau dihitung-hitung waktu yang dihabiskan untuk mencapai tempat tujuan kurang lebih 24 jam, padahal dalam hitungan normal hanya menghabiskan waktu tidak lebih dari satu jam.

Itu pengalaman menarik dengan penerbangan Air Asia. Bagi yang satu pesawat dengan saya waktu itu, ditunggu cerita dan komentarnya.

***belum tahu cerita apa lagi yang akan terjadi dengan keberangkatan saudara saya dengan Air Asia nanti sore...






Baca selengkapnya...