Rabu, Februari 25, 2009

Badfinger



Badfinger adalah band pop rock yang dibentuk di Swansea, Wales di awal tahun 1960-an.

Berikut sedikit cerita tentang group musik Badfinger:

Pada tahun 1968, John Lennon dan Paul McCartney mengumumkan pendirian perusahaan Apple milik The Beatles. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah mencari dan membantu pemusik berbakat.

Tidak sedikit yang dibantu perusahaan ini, antara lain James Taylor, Mary Hopkin, dan Badfinger. Selain dibantu rekaman, para pemusik berbakat ini juga dibantu oleh anggota The Beatles, seperti dibuatkan lagu. Misalnya, Hopkin menjadi terkenal karena menyanyikan dua karya McCartney. Sementara itu, McCartney juga ikut memainkan bas dalam salah satu hit James Taylor, California In My Mind.

Dibandingkan dengan bantuan The Beatles terhadap kedua pemusik di atas, bantuan kepada Badfinger lebih istimewa. Selain dibantu rekaman, Badfinger diberi sebuah hit oleh McCartney, Come And Get It. Grup ini juga dipercaya menciptakan musik film yang dibintangi Ringo Starr, yaitu The Magic Christian, dan ikut rekaman lagu It Don’t Come Easy.

Selain itu, band ini dipercaya ikut membantu rekaman album Imagine karya John Lennon dan konser amal membantu rakyat Banglades yang diprakarsai George Harisson. Bahkan, Harrison pernah menjadi produser album Badfinger yang ketiga.

Nama Badfinger juga diberikan oleh Manajer Apple Neil Aspinal (Lennon mengusulkan nama Prix dan McCartney mengusulkan nama Home). Di samping itu, bila dicermati dengan saksama, musik Badfinger mempunyai warna yang dekat dengan musik The Beatles, seperti lagu Hey Jude dan Old Brown Shoe.

Itulah sebabnya di berbagai tulisan tentang band ini, Badfinger disebut-sebut sebagai murid The Beatles. Irama lagu, cara memainkan gitar, dan entakan drum mirip dengan apa yang dikerjakan The Beatles. Bahkan, paduan suara Pete Ham dan Tom Evans juga mirip dengan duet Lennon dan McCartney.

Kesamaan ini bukan hanya dalam warna musik, tetapi juga dalam perjalanan hidupnya yang hampir sama, yaitu sama-sama bubar. Bahkan, akhir perjalanan Badfinger sangat tragis.

Badfinger merupakan kelanjutan dari The Iveys karena sebagian personelnya juga berasal dari grup itu, yaitu Ham, Mike Gibbins, dan Evans. Satu lagi anggota band ini, Joey Molland, yang menggantikan Ron Griffiths.

Menurut McCartney, dalam film Anthology, grup ini diperkenalkan kepada Apple oleh Mal Evans (manajer The Beatles). Semenjak menyandang nama Badfinger, grup ini praktis dibantu oleh para personel Beatles. Come And Get It adalah karya McCartney, yang sekaligus menjadi produser. Dan seperti telah disebutkan, lagu ini kemudian menjadi judul lagu film komedi yang dibintangi Starr, The Magic Christian. Bahkan, Badfinger dipercaya membuat musik film tersebut dan menerbitkan album pertama yang berisikan musik film itu.

Pada tahun 1970, album kedua Badfinger keluar dengan judul No Dice. Ini merupakan karya mereka sepenuhnya dan sebagian besar lagu-lagunya itu diproduseri Geoff Emerick. Dari album ini lahir beberapa hit, seperti No Matter What dan Believe Me. Sebelum album ini dirilis, pada tahun 1969 Badfinger juga merekam sejumlah hit, seperti Carry On Till Tomorrow yang warna musiknya agak rock klasik dan Rock Of All Ages yang mirip nomor rock khas ala The Beatles, yakni Back In USSR.

Nasib Badfinger pada awalnya tidak sejahtera. Sebagai contoh, mereka masih harus berjuang untuk melancarkan tur ke Amerika Serikat (AS) guna mendapatkan modal bagi produksi album berikutnya. Bahkan, dalam perjalanan tur, mereka hanya mengandalkan bis kelas ekonomi sebagai transportasi. Namun, kesengsaraan itu tidak mematahkan semangat mereka karena tanggal 9 Januari 1971 Badfinger masuk studio untuk merekam album baru.

Pada saat mereka merekam, George Harrison juga sedang mengerjakan album All Thing Must Pass. Harrison kemudian menyatakan kesediaan menjadi produser album Badfinger tersebut. Bahkan, Harrison ikut memainkan gitar dalam lagu yang akhirnya menjadi hit, Day After Day.

Harrison mengajak mereka menyiapkan konser untuk membantu rakyat Banglades. Maka, Badfinger muncul memperkuat Harrison ketika menyanyikan Here Comes The Sun dalam konser tersebut.

Setelah konser, Badfinger dibantu Todd Rundgren sebagai produser. Semua aransemen yang pernah dibuat Badfinger oleh Rundgren ditata ulang. Akibatnya, rekaman lagu-lagu Badfinger menjadi lebih baik, tanpa kehilangan warna musiknya yang mirip The Beatles.

Album Badfinger ini dinamakan Straigth Up. Dalam album ini, selain hit Day After Day, terdapat lagu-lagu menarik lainnya, seperti Baby Blue, Suitcase, Take It All, dan Without You. Lagu yang terakhir tidak menjadi hit di tangan Badfinger, tetapi justru dipopulerkan artis lain, seperti Harry Nilson, Mariah Carey, dan Air Supply.
Sementara Baby Blue menjadi hit di AS. Dengan demikian, inilah album terbaik Badfinger yang membuat mereka memasuki masa keemasan.

Pada tahun 1973, Badfinger mengeluarkan Ass, yang merupakan album terakhir bersama Apple. Dalam album ini ada beberapa lagu yang bagus, seperti Apple Of My Eye, When I Say, I Can Love You, dan Timeless. Namun, album ini tidak menghasilkan hit dan manajer Christ Thomas cenderung menyalahkan para personel Badfinger sebagai penyebab kegagalan.

Kegagalan menghasilkan hit menyebabkan pihak Thomas menilai Badfinger secara komersial sudah gagal. Sedangkan para personelnya justru menghendaki penciptaan karya-karya yang bagus tanpa perlu memikirkan aspek komersialisasi.

Pada akhirnya, posisi Thomas memang selalu lebih kuat sehingga Badfinger kembali masuk ke studio dan menghasilkan album Badfinger tahun 1974. Album ini merupakan rekaman pertama di luar Apple karena mereka diikat kontrak oleh Warner Bros. Lagu-lagu pada album ini cukup bagus, seperti Lonely You, Give It Up, Where Do We Go From Here, dan I Miss You.

Namun, sekali lagi, band ini gagal menghasilkan hit. Hal ini membuat Thomas semakin tidak puas kepada band dan semakin menekan para personel band agar lebih serius menghasilkan hit. Pada tahun 1974 itu juga, Thomas memaksa band masuk studio rekaman lagi. Hubungan antara personel dan Thomas semakin tegang. Evans menjadi frustrasi sehingga hanya menyumbangkan sebuah lagu.

Album Badfinger periode Warner Bros yang kedua ini menghasilkan beberapa karya menarik, seperti Know One Knows, Just A Chance, You’re So Fine, dan medley Meanwhile Back At The Ranch/Should I Smoke. Namun, lagu-lagu itu kembali tidak menjadi hit.
Akibat kegagalan komersial, Molland keluar dan mendirikan Natural Gas. Ia digantikan oleh Jackson, yang pernah ikut tur AS tahun 1974, menggantikan Ham yang mengundurkan diri dari tur itu. Album yang direkam selama tahun 1974 dan siap dirilis tahun 1975 berjudul Head First. Tetapi, album itu tidak pernah dirilis sampai tahun 2001.

Akibat batalnya rilis Head First, Ham, Evans, dan Gibbins semakin frustrasi. Ham mati gantung diri di rumahnya di London pada bulan April 1975 sehingga Badfinger kehilangan seorang pencipta lagu utama yang andal. Kematian Ham membuat band ini menjadi berantakan. Gibbins kembali ke Wales, sementara Evans dan Molland bersolo karier.

Tiga tahun setelah kematian Ham, Molland mengajak Evans dan Gibbins untuk reuni dan merekam album baru. Namun, di tengah latihan, Gibbins mengundurkan diri sehingga tinggallah Evans dan Molland dibantu Joe Tansin, Ken Hark (kemudian diganti Andy Newmark), dan Nicky Hopkins.

Meskipun tinggal berdua, musik Badfinger masih menunjukkan warna yang sama. Setidaknya ada dua lagu yang enak didengar, yaitu Lost Inside Your Love dan Love Is Gone Come At Last. Lagu yang terakhir menduduki urutan ke-69 tangga lagu di AS.
Pada tahun 1981, Evans dan Molland kembali membuat album baru, Say No More, dengan bantuan Tony Kaye (eks anggota Yes), Glen Sherba, dan Richard Bryan. Dalam album ini terdapat sebuah hit, Hold On, yang menduduki urutan ke-56 tangga lagu di AS.
Sayangnya, ini merupakan album kerja sama terakhir antara kedua personel karena tahun 1982 Evans membentuk grup baru bersama Gibbins dan Jackson. Grup ini gagal membuat album sehingga setahun kemudian bubar.

Setelah bubar, Evans memperjuangkan pemberian royalti yang lebih layak atas lagunya, Without You. Selain itu, Evans juga berusaha mengatasi pemakaian nama Badfinger oleh grup band lain. Evans kecewa melihat keadaan yang membuatnya frustrasi sehingga bulan November 1983 giliran dia yang mati bunuh diri.
Dengan meninggalnya Evans, Badfinger semakin sulit diwujudkan kembali karena hanya Molland dan Gibbins yang masih tinggal. Mereka kemudian menjalani solo karier yang tidak begitu sukses.



Sumber: Erwin Indrajaya Staf Pengajar FISIP-UI dimuat pada harian Kompas pada Jumat, 12 Desember 2003.





Baca selengkapnya...

Sabtu, Februari 21, 2009

Apple Of My Eye


Oh, I'm sorry, but it's time to move away
Though inside my heart, I really want to stay
Believe the love we have is so sincere
You know, the gift you have will always be


You're the apple of my eye
You're the apple of my heart
But now, the time has come to part

Oh, I'm sorry, but it's time to make a stand
Though we never meant to bite the lovin' hand
And now, the time has come to walk alone
We were the children, now we've overgrown


Now, the time has come to part
Now, the time has come to part.


BADFINGER - Apple Of My Eye


***the time has come to walk alone...




Baca selengkapnya...

Kamis, Februari 19, 2009

Charlie Chaplin



"Seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, sepatu butut dan usang serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi".

Itulah yang selalu di perankan Charlie Chaplin.


Berikut sample film Smile milik Charlie.

Ada banyak lagi sample film di youtube, mampir saja, sekedar hiburan.

Berikut sebuah arikel yang di ambil dari offscreen, silakan baca disini lebih lengkap


***sampai sekarang aku belum pernah dengar suara Sir Chaplin ini...





Baca selengkapnya...

Sabtu, Februari 14, 2009

Boneka Lebah di Hari Valentine



Tadi sore dapat SMS dari seorang adik yang masih duduk di bangku "Junior High School":

"tau ga', masa aku dikasih boneka serangga warna pink, aku ga' terlalu suka warnanya"


Kadang Valentine dianggap sebagai hari istimewa dan spesial. Karena sebagian orang pada hari itu mengekspresikan perasaan cinta dan kasih sayang mereka. Bermacam-macam tingkah dan tindakan yang mereka lakukan untuk menunjukkan rasa kasih sayang pada orang terdekat atau kekasih. Ada yang berbagi antar teman dengan saling bertukar gift, cindera mata atau kado . Sebagian ada yang membubuhi kado/gift dengan kata-kata kasih sayang dan bahasa cinta valentine. Ada juga yang mengirim kata-kata indah tersebut melalui kartu ucapan atau lewat SMS di ponsel. Sebagian ada yang merayakan valentine secara bersama-sama sambil makan-makan di suatu tempat.


Kado lebah di hari valentine, aku sangat setuju dengan pilihan itu, karena biasanya orang meberi boneka dengan jenis Teddy Bear, Bantal berbentuk hati "love".

Boneka lebah berwarna pink, aku tidak begitu paham dengan maksud dan pilihan itu.


Apa karena Teddy Bears si boneka beruang penyuka madu, yang merupakan lambang cinta kasih dan kehangatan hubungan. Sedangkan Bee si boneka lebah penghasil madu, yang merupakan lambang....?


Kenapa jadi aku yang memikirkan tentang lebah dan hal ini.



***mudah-mudahan dia menyukai mu, seperti rasa suka beruang kepada madu...(uppss..!!!)





Baca selengkapnya...

Selasa, Februari 10, 2009

Pilih Dokter atau Dukun



Tiba-tiba bocah kelahiran Jombang, 6 Juli 1999, putra tunggal pasangan Mukaromah-Kamsen ini menjadi terkenal. Bocah ini dikenal memiliki kekuatan yang luar biasa, karena dia bisa mengobati beragam penyakit. Kekuatannya ini berkaitan dengan sebuah batu yang didapatnya pada 12 Desember 2008.

Informasi yang beredar, batu itu didapatkannya bertepatan dengan lewatnya petir di atas kepalanya. Sejak itulah Ponari terkenal menjadi juru sembuh atau tabib alias dukun cilik. Ponari, buka praktik pengobatan setiap hari, kecuali Jumat. Praktek pengobatan dimulai pukul 07.00 hingga 16.00.

Jumlah calon pasian yang telah berkunjung ke tempat praktek Ponari memang luar biasa banyaknya. Diperkirakan, jumlahnya telah mencapai sekitar 30.000 orang. Mungkin kita belum pernah mendengar seorang dokter di kunjungi dan menangani pasien dengan jumlah pasien sekitar 6.000 orang dalam sehari. Namun hal ini berlaku bagi dukun cilik Ponari.

Kenapa orang-orang lebih memilih berobat ke dukun daripada ke dokter. Apa karena kualitas dokter yang ada saat ini kurang meyakinkan, sehingga pamor mereka kalah dari para dukun. Apa karena tarif berobat ke dokter terlalu mahal daripada tarif berobat ke dukun.

Mengapa dokter mematok tarif berobat terlalu mahal. Apa karena harga obat-obatan mahal. (tentu saja itu alasan yang pasti). Apa karena biaya waktu kuliah dan untuk mendapatkan gelar dokter dulu, mereka harus mengeluarkan biaya yang sangat besar dan mahal juga. Sehingga untuk mengembalikan "modal", dokter mematok harga berobat yang tinggi. Mudah-mudahan tidak begitu adanya.(mungkin itu pendapat dengan pikiran sempit)

Kenapa orang-orang mau datang dan antri agar bisa diobati oleh dukun cilik Ponari. Padahal obat yang diberikan Ponari hanya berupa air mineral yang telah dicelupkan dengan "batu sakti". Kalau dilihat secara medis tidak memiliki khasiat apapun, mungkin hanya air mineral itu sendiri yang memiliki khasiat.


Ingat jangan saling menyalahkan,


***jika rasa yakin akan sembuh sangat besar, maka obat apapun akan bisa menyembuhkan,





Baca selengkapnya...

Senin, Februari 09, 2009

Bulan Purnama




Bulan purnama adalah salah satu fase bulan di mana bulan terletak di belakang bumi ditinjau dari matahari. Karena satu siklus bulan lamanya 29.5 hari, maka bulan purnama biasanya terjadi di antara hari ke-14 dan 15 dalam kalender lunar.

Alangkah menyenangkan jika pada suatu malam, menyempatkan diri untuk menikmati indah cahaya bulan purnama. Semasa kecil malam bulan purnama merupakan malam yang menyenangkan, karena bisa bermain diluar rumah dengan disinari cahaya terang bulan purnama.

Ada peristiwa yang menarik ketika melihat bulan dilangit cerah pada dini hari tadi sekitar pukul 00.10 (09.02.2009). Entah itu bulan purnama atau bukan, tapi bulan yang terlihat sangat terang dan dikelilingi lingkaran berwarna seperti pelangi.


Sejak kapan ada bulan purnama
Kusulang arak tanya langit biru
Entah di atas kayangan langit sana
senja ini sudah seberapa wuku

Aku ingin pulang kesana menumpang angin
Tapi khawatir di atas loteng kumala
tinggi letaknya tak tahan dingin
Bangun menari bersama bayangan sendiri
adakah ini masih dunia fana?

Lintasi loteng merah
turun sejendela berukir
sinari yang resah.
Tiada semesti menyimpan dendam
apa salahnya jauh berpisah malah justru bundar?

Manusia ada suka duka pisah kumpul
Bulan ada gelap terang bundar paruh
Memang sejak dulu susah sempurna
Tapi semoga orangnya panjang usia
ribuan li bersama menikmati bulan


"Sejak Kapan Ada Bulan Purnama"
Karya Su Shi alias Su Dongbo (1037 - 1101)
Diterjemahkan oleh Aris Tanone (Feb 4, 2006).



Dengar juga sebuah lagu tentang purnama:

Mama Dan Bulan Purnama - Naif




***ini adalah purnama yang kesekian, sejak jauh...






Baca selengkapnya...

Minggu, Februari 08, 2009

Fatamorgana



Pernah waktu kita berjalan ataupun berkendaraan di jalan raya yang lurus di pada siang hari dibawah terik panas matahari. Dikejauhan atau di ujung jalan akan nampak bayang-bayang air, yang menyerupai genangan air. Namun saat kita telah dekat jalan raya yang terlihat ada genangan air tadi, ternyata jalan tersebut tetap kering, dan kalau kita menatap kebelakang ke jalan yang telah kita lewati tadi, maka seolah jalan yang telah kita lalui tadi seperti tergenang air juga.

Mengapa hali tu bisa terjadi?

Fenomena tersebut dikenal dengan fatamorgana, kejadian tersebut disebabkan karena adanya perbedaan kerapatan lapisan udara di permukaan bumi (jalan raya, padang pasir, lautan lepas ataupun area luas lainnya) karena permukaan tersebut mendapat paparan panas terik matahari.Fatamorgana merupakan peristiwa di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es.

Matahari menyebabkan benda yang di sinari nya menjadi ikut panas, dan memancarkan energi panas itu ke udara. Akibatnya tepat di atas permukaan tersebut kerapatan udaranya menjadi lebih renggang daripada kerapatan udara di sekelilingnya (di bagian atasnya).

Kata fatamorgana diambil dari bahasa Italia. Pada mulanya adalah nama saudari Raja Arthur, Faye le Morgana, seorang peri yang bisa berubah-ubah rupa.


***yang terasa; antara nyata dan bayang-bayang semata...





Baca selengkapnya...

Selasa, Februari 03, 2009

Mabuk Whisky



Pergi "dugem" kemungkinan besar akan terlibat dengan minuman beralkohol. Mungkin kita pergi dugem hanya sekedar untuk bersosialisasi, cari teman, menemani tamu, klien, atau memang sengaja untuk kepentingan pribadi yaitu sekedar memuaskan diri sendiri.

Dalam dunia per-alkoholan kita bisa mengenal wine, spirit, liqueur, cocktail, dan bir. Selain itu ada pula whisky, vodka, gin, rum, brandy, arak, dan tequila. Enam nama yang terakhir ini seluruhnya masuk dalam keluarga besar spirit, yakni minuman beralkohol yang menjalani sedikitnya tiga langkah persiapan: fermentasi, destilisasi, dan aging atau penyimpanan.

Wine hanya mengalami dua proses, yakni fermentasi saja, dan kemudian aging atau penuaan. Fermentasi adalah suatu proses kimia yang melibatkan yeast atau ragi yang dengan sengaja ditambahkan pada anggur untuk mengubah pati buah menjadi gula. Semakin lama fermentasi, semakin tinggi kadar alkoholnya karena sebagian gula akan diubah menjadi alkohol. Proses penyimpanan bertahun- tahun setelahnya menjadikan kadar alkohol semakin tinggi lagi. Jenis wine bisa bermacam-macam, bergantung pada spesies tanaman anggur yang digunakan, lokasi tumbuhnya, dan bagaimana aging dilakukan, menggunakan kayu jenis apa, dan sebagainya. Ini merupakan bagian penting dari pembuatan anggur. Label pada botol anggur biasanya memperlihatkan tahun pembuatan serta lokasi asal di mana tanaman anggur itu diperoleh. Minuman dengan proses fermentasi yang sama adalah sake (dari nasi), mead (madu), dan cider (apel), serta perry yang difermentasikan dari buah pear.

Konsentrasi alkohol wine (dan minuman fermentasi lainnya) biasanya lebih rendah dibandingkan dengan spirit. Wine biasanya antara 7% sampai maksimal 18% saja. Hal itu disebabkan karena ragi atau yeast sudah tidak bisa hidup dalam cairan dengan kandungan alkohol di atas 18%. Sedangkan spirit, setelah proses fermentasi, masih menjalani pemurnian lagi dengan destilisasi atau pemanasan di titik didih tertentu, guna memisahkan berbagai jenis cairan di dalamnya, guna memperoleh uap cairan yang lebih murni dan berkadar alkohol lebih tinggi lagi, sebelum didinginkan untuk mencairkannya kembali. Proses itu diulang terus menerus untuk mencapai kadar yang diinginkan. Secara umum spirit akan lebih memabukkan daripada wine, atau dari semua jenis minuman yang tidak mengalami destilisasi.

Whisky, vodka, gin, rum, brandy, arak, dan tequila, semuanya memiliki kadar alkohol antara 30%-40%. Yang membedakan mereka hanyalah bahan dasarnya saja. Whisky biasanya dari barley atau gandum. Tequila dari semacam kaktus. Brandy berbahan dasar buah-buahan. Rum terbuat dari gula tebu. Vodka dari bahan dasar kentang. Sedangkan minuman seperti scotch, rye, bourbon sama saja dengan whisky. Masing-masing hanya menunjukkan jenis biji-bijian dominan yang digunakan selama proses fermentasi.

Liqueur adalah spirit yang diberi tambahan perasa dan pemanis. Umumnya merupakan minuman yang populer di kalangan wanita. Beberapa nama yang populer adalah Bailey’s, Kahlua, Sambuca, dan Grand Marnier.

Cocktail adalah campuran dua atau lebih minuman beralkohol, yang kadang masih ditambahi lagi dengan sari buah, es, dan sebagainya.

Bir adalah yang paling kecil kadar alkoholnya, hanya 3% sampai dengan 6% saja, hasil dari suatu proses fermentasi singkat, yakni dalam beberapa pekan saja. Dan bahannya pun umumnya dari barley, atau biji-bijian lain seperti gandum, oats, atau rye. Bandingkan dengan wine yang prosesnya bisa bulanan atau bahkan tahunan. Dan bahannya pun kebanyakan dari buah anggur.

Sudahkah Anda mencoba minuman ini? Hati-hati ketagihan,

Camino


Cointreau


Smirnoff


Johnnie Walker Red Label


Chivas Regal



Referensi: Majalah Life Style Edisi 15 2007


***aku tidak ingin mabuk, makanya aku minum air mineral atau soft drink saja...






Baca selengkapnya...

Prisa Adinda





Menurut saya Prisa Adinda salah seorang yang termasuk "orang pintar bukan dukun".

Sebetulnya sudah lama ingin posting tentang Prisa, waktu itu lihat dia muncul di TV saat sedang beraksi. Kemarin pingin liat aksi dia lagi, makanya saya berkunjung ke youtube.

Mungkin sebagian besar sudah pada tahu dan mengenal cewek cantik yang satu ini. Berikut sekedar mengulang infobasi yang saya peroleh dari salah satu sumber tentang Prisa Adinda:


Nama Lengkap : Prisa Adinda Arini Rianzi
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta / 6 Januari 1988
Pekerjaan : Musisi
Tempat Tinggal Sekarang : Jakarta
Gitar : Jackson DKMG Arch Top, Jackson USA Randy Rhoads RR1, Fender USA Telecaster Flathead Custom Shop, Martin & Co X series & Fender Strat Eric Clapton
Efek : Line 6 PODXTLive, Tonebone Hot British, Ibanez Tube Screamer 808
Ampli : Roland Cube 30
Group Band Saat ini : -
Pengalaman Band : Dead Squad, Zala
Pengaruh Musikal : Slayer, John Mayer, As I Lay Dying
Style Permainan : Metal, Pop
Teknik Favorit : Power Chord
Gitaris Favorit : Mick Thompson, Steve Vai, dll
Band Favorit : God Forbid, Trivium, As I Lay Dying, Killswitch Engage, Shadows Fall, Megadeth, Slayer, Unearth, Lamb of God, The Black Dahlia Murder,
Album Favorit : Frail Words Collaps (As I Lay Dying), Ascendency (Trivium), Unhallowed (The Black Dahlia Murder), Gone forever (God Forbid), the end of heartache (Killswitch Engage), The Subliminal Verses (Slipknot), Ashes Of The Wake (Lamb Of God), The War Within (Shadows Fall), Waking The Fallen (Avanged Sevenfolds), The Uncoming Storm (Unearth)
Lagu Pertama Dipelajari : Anugerah Terindah (Sheila On 7)

Prisa pertama kali belajar gitar karena kebetulan. Sewaktu masih SMP, Prisa tinggal di asrama kemudian iseng maenin gitar punya temannya. Gara-gara dimarahin sama yang punya gitar, akhirnya Prisa bertekad balas dendam dengan ikut ekskul gitar. Akhirnya Prisa dan temannya ikut ekskul barengan sambil balapan siapa yang nantinya lebih jago.

Tahun 2005 sampai pertengahan tahun 2006 nama Prisa cukup dikenal di scene underground bersama band metalnya, Zala. Band ini cukup menyita perhatian lantaran isi personelnya cewek semua. Tapi tidak hanya sekedar menjual image saja, skill mereka juga tidak kalah sama band-band cowok. Tahun 2006 bisa dibilang sebagai tahun emasnya Prisa dimana karirnya baik secara pribadi maupun kelompok makin sukses. Secara pribadi, ia terpilih menjadi model untuk portal gitar pertama di Indonesia, Gitaris.com. Ia juga sering disebut sebagai Miss Gitaris.com karena selalu menjadi wakil Gitaris.com di berbagai event dan media. Bersama bandnya, Zala, ia beberapa kali tampil di event metal underground bahkan sampai Java Jazz 2006.

Bulan Juni 2006 kemudian Prisa tergabung dalam band baru bernama Dead Squad. Di band ini ia berpasangan dengan salah satu gitaris dari keluarga Item yang juga merupakan personel Andra & The Backbone, Stevie Item. Kemudian pada bulan Juli Prisa mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan salah satu maestro gitar Indonesia, Eet Sjahranie dalam penampilan Edane di PRJ. Bersama Edane, Prisa tampil membawakan lagu Cry Out dan Kau Manis Kau Ibliz. Selain itu ia juga dikontrak selama 2 bulan sebagai additional gitaris dan backing vocal untuk 'band sejuta copy', Sheila On 7, yang baru ditinggal salah satu gitarisnya. Bersama SO7 sempat tampil di SCTV dalam acara World Cup 2006 dan ikut dalam tour hingga ke Malaysia.

Tahun 2006 Prisa telah memutuskan untuk berhenti dari dunia pendidikan akademis dan memilih untuk terjun sebagai musisi profesional. Langkah yang diambil oleh Prisa untuk masuk ke industri musik adalah merilis album solo perdananya yang beraliran pop. Rencananya album tersebut akan dirilis setelah lebaran tahun 2007. Sebelum albumnya dirilis ia terlebih dahulu tampil sebagai 'guest musician' di album ke-2 J-Rocks sebagai vocalis dan gitaris untuk single Kau Curi Lagi. Prisa juga memiliki side project lain yang ia beri nama Morning Star. Morning Star merupakan project iseng lain Prisa diluar album solonya. Hal ini menjadi pembuktian dari Prisa kalau ia juga mahir dalam permainan gitar akustik.

Bulan Juli 2007 Prisa diendorse oleh pihak Jackson Guitars. Ia dikontrak untuk menggunakan gitar Jackson DKMG Arch Top. Sebuah gebrakan yang sangat fenomenal mengingat ia adalah gitaris Indonesia pertama yang diendorse oleh Jackson.

Akhir tahun 2007, Prisa memutuskan keluar dari DeadSquad agar bisa lebih berkonsentrasi untuk album solo perdananya.

* Data menarik seputar Prisa (2003) Additional vocal dan model video clip Seringai
* (2006 Jan) Terpilih sebagai Miss Gitaris.com
* (2006 Mar) Tampil bersama Zala di Java Jazz
* (2006 Apr) Tampil di harian Kompas 23 April 2006 dalam artikel mengenai Gitaris.com
* (2006 Mei) Talk show (Prisa + Mayzan) di GlobalTV dalam liputan mengenai Gitaris.com
* (2006 Jun) Tampil bersama Sheila On 7 di Panggung World Cup sebagai additional vocal
* (2006 Jul) Tampil bersama Edane sebagai guest gitaris di PRJ (membawakan 2 lagu)
* (2006 Jul) Tampil bersama Abdee Slank dalam sebuah klinik
* (2006 Jul) Model cover majalah Gitar Plus
* (2006 Jul - Ags) Additional gitar+vocal Sheila On 7 (Promo tour album 507) hingga ke Malaysia
* (2006 Ags) Model cover majalah HAI edisi "Sekarang Giliran Anak Metal"
* (2006 Sep) Demonstran (bersama Irvan) untuk produk kabel Analysis Plus selama 4 hari di Balai Kartini
* (2006 Nov) Tampil di majalah Trax edisi 11/2006 di column 'GirlDoYouRock'
* (2006 Des) Duet bersama Mayzan di acara gathering Gitaris.com membawakan lagu Elixir dari Marty Friedman
* (2007 Jan) Gitaris.com di O-Chanel menampilkan Prisa
* (2007 Jan) Majalah Audio Pro menampilkan profil & wawancara Prisa
* (2007 Feb) Gitaris.com di Black In News Trans 7 menampilkan Prisa
* (2007 Mar) Koran Tempo menampilkan profil Prisa.
* (2007 Ags) Tampil sebagai guest vocal + gitar J-Rocks untuk single Kau Curi Lagi
* (2007 Okt) Interview di O-Chanel
* (2007 Okt) Bintang tamu di 4 Mata (Trans 7) edisi Gitaris bersama Eet Sjahranie, Tohpati, dan Dewa Budjana
* (2007 Des) Bintang tamu di Belum Cukup Gede (Trans 7)


Bacaan: www.indonesiaindonesia.com



***hebat...salut...





Baca selengkapnya...

Senin, Februari 02, 2009

Ikan Sakti di Sungai Janiah Baso





Sungai Janiah di Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Agam sudah lama terkenal memiliki legenda “ikan sati” atau ikan sakti. Di lokasi yang terletak 3,5 km dari sebuah simpang sebelum Pasar Baso di tepi jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh kini dijadikan objek wisata. Sungai Janiah bukanlah sebuah sungai berair jernih, tapi hanya sebuah kolam ikan di belakang sebuah mesjid yang airnya tidak jernih.

Para pengunjung ke sana hanya datang untuk melihat ikan-ikan yang meliuk berenang kian-kemari. Penduduk di sana tidak ada yang tahu jenis ikan yang rata-rata panjangnya setengah meter hingga yang kecil 10 cm. Ikan-ikan tersebut berwarna gelap, berbadan ramping dan panjang.

Orang-orang di sana hanya tahu ikan-ikan tersebut sakti dan sudah ada sejak zaman dulu. Penduduk sekitar memiliki legenda bahwa nenek moyang ikan di sana berasal dari seorang anak perempuan.

Setidaknya ada dua versi cerita legenda tentang ikan Sungai Janiah. Versi pertama di kutip dari buku sederhana karangan Ketua Seksi Pariwisata C. Panggulu Basa yang banyak dijual di kedai-kedai kecil di objek wisata Sungai Janiah. Versi kedua menurut tokoh Sungai Janiah, Muchtar Tuanku Sampono.

Versi Buku C. Panggulu Basa

Asal mula ikan yang ada di Sungai Janiah dari penjelmaan anak manusia dan anak jin yang telah dikutuk oleh Tuhan, karena kedua makhluk yang berlainan alam ini telah melanggar janji yang telah mereka sepakati.

Alkisah, penduduk Nagari Tabek Panjang di Kecamatan Baso ini berasal dari puncak gunung Merapi. Karena persediaan air di Gunung Merapi semakin terbatas, maka timbullah ide mencari hunian baru di bawah Gunung Merapi. Maka diutuslah Sutan Basa untuk mencarai lokasi baru itu, Sutan Basa menemukan kawasan yang memiliki Sungai dan air mancur yang sangat jernih. Tapi daerah itu telah ditempati oleh bangsa jin, maka Sutan Basa menyampaikan keinginannya kepada jin tinggal dikawasan itu bersama kelompoknya.

Maka diadakanlah kesepakatan antar kepala suku masing-masing, bahwa boleh tinggal di daerah itu, asalkan kalau anak kemenakan dari Datuak Rajo Nando mamak dari Sutan Basa menebang pohon agar membuang serpihan dan sisa kayu ke arah rebahnya pohon. Kalau kesepakatan ini dilanggar, maka keturunan dari keduanya akan memakan kerak-kerak lumut, tempatnya tidak diudara tidak juga di daratan.

Setelah sepakat tinggallah kaum tersebut di Sungai Janiah. Suatu waktu ada keinginan untuk membangun gedung pertemuan atau balairung untuk tempat berkumpul. Maka ditugasilah oleh Sutan Basa sekelompok irang untuk mencari kayu sebagai tonggak tuo. Maka pergilah mereka ke hutan. Karena begitu senang bercampur lelah, mereka langsung menebang pohon yang mereka nilai cocok, tapi mereka lupa akan janji yang telah disepakati oleh kepala suku. Karena tidak mengindahkan janji tersebut maka hasil tebangan pohon tersebut mengenai anak- anak jin. Kejadian ini membuat marah keluarga jin, mereka menurunkan batu-batu dari Bukit Batanjua yang ada di sekitar sungai tersebut, yang menyebabkan gempa.

Keadaan ini menyebabkan hubungan tidak harmonis antara keduanya. Suatu waktu Datuak Rajo Nando dan istrinya pergi membersihkan ladang tebu mereka dengan meninggalkan anak perempuan mereka berusia 8 bulan. Setelah pulang dari ladang, tidak ditemui anak tersebut. Maka seluruh orang kampung diperintah mencari anak hilang tersebut, sampai larut malam seluruh usaha seakan sia-sia.

Malam hari istri Datuak Rajo Nando bermimpi agar memanggil anaknya di Sungai Janiah dengan cara membawa beras dan padi dan memanggil anaknya seperti memanggil ayam. Esok siang dilakukanlah seperti di mimpinya. Setelah dipanggil datanglah dua ekor ikan yang satu tampak jelas dan yang satu lagi tampak samar. Maka ikan yang tampak jelas itu adalah anak Datuak Rajo Nando dan satunya lagi adalah anak jin. Hal ini terjadi karena keduanya melanggar janji, sehingga termakan sumpah.

Versi Muchtar Tuanku Sampono

Muchtar Tuanku Sampono yang berusia 96 tahun, tokoh masyarakat Sungai Janiah mengatakan, ikan di Sungai Janiah ini tidak “sakti”. Ikan tersebut berasal dari anak yang hilang. Malam harinya ibu anak tersebut bermimpi agar dibuat nasi kunyit (nasi kuning) dan dipanggil anaknya di Sungai Janiah.

"Sejak dulu tidak ada yang berani memakan ikan di Sungai Janiah ini, karena mereka enggan saja karena sepertinya memakan manusianya saja, bahkan Belanda dan Jepang tidak berani menjamah ikan ini,"

Menurut Tuanku Sampono tidak ada yang tahu jenis dan nama ikan tersebut. Ikan seperti ikan ‘gariang', namun kata orang Jambi ikan ini sejenis ikan Kalari. Seperti yang dikatakan oleh Tuanku Sampono ikan-ikan tersebut sejak dulu tidak terlihat anak-anak ikannya.

Apakah cerita-cerita rakyat itu benar atau tidak? Yang jelas legenda Sungai Janiah mendatangkan berkah bagi penduduk sekitar dengan banyaknya orang berkunjung setiap hari.


Sumber: www.padangkini.com







Baca selengkapnya...