Kamis, Januari 31, 2008

Bukan Bintang Biasa

Orang-orang berikut ini adalah pemain hebat pada masanya, mereka telah berjasa memperkenalkan permainan sepak bola padaku, walaupun aku gagal menjadi pemain sepak bola profesional. Tapi syukur kempuanku dalam bermain sepak bola masih bisa dipakai untuk kejuaraan antar kampung, (tapi itu dulu).


Maradona

Maldini


Basten


Zidane


Ricky Yacob


Beckham


Kurniawan
Baca selengkapnya...

Senin, Januari 28, 2008

Kampus Dalem Mangkubumen


Dalem Mangkubumen:

Dalem Mangkubumen terletak di kawasan Ngasem Yogyakarta, seperti dalem-dalem lainnya yang banyak tersebar di kawasan Jeron Beteng. Dalem merupakan Rumah yang diperuntukan bagi Pangeran. Selain tempat tinggal, Dalem ini merupakan tempat mendidik atau tempat belajar bagi calon pangeran. Rumah ini dibangun pada kira-kira tahun 1865 oleh Sultan Hamengku Buwono VI untuk kediaman putra mahkotanya, Pangeran Adipati Anom. Rumah ini pernah disebut Dalem Pangeran Kadipaten.

Ketika Adipati Anom menjadi raja, Rumah Pangeran ini digunakan sebagai kediaman Pangeran Mangkubumi, adik dari Adipati Anom. Itulah sebabnya, Rumah Pangeran ini juga disebut Dalem Pangeran Mangkubumen. Setelah Pangeran Mangkubumi meninggal pada tahun 1918, rumah ini menjadi kediaman ditempati oleh pangeran Mangkubumi yaitu GPH Buminoto, hingga tahun 1928. Kemudian , Dalem Mangkubumen digunakan sebagai kediaman keluarga Sultan Hamengku Buwono VII dan Hamengku Buwono VIII.

Meski awalnya Dalem Mangkubumen merupakan rumah pangeran dan tempat mendidik calon pangeran, namun atas izin Sultan Hamengku Buwono IX, Dalem Mangkubumen pernah digunakan sebagai tempat tinggal sementara oleh Jenderal Sudirman ketika Agresi Belanda II tahun 1948. Dalem Mangkubumen juga pernah digunakan sebagai tempat perkuliahan bagi para mahasiswa UGM. Tahun 1949 digunakan untuk perkuliahan Perguruan Tinggi Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Sekolah Tinggi Pertanian dan Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Saat ini Dalem Mangkubumen difungsikan sebagai SMA Mataram dan Kampus Universitas Widya Mataram Yogyakarta.




Universitas Widya Mataram Yogyakarta:

Kampus ini didirikan oleh Almarhum Sri Sultan Hamengkubwono IX dan Sri Sultan Hamengkubwono X yang pada waktu itu masih menjadi Pangeran. Kampus ini didirikan untuk orang-orang yang bergolongan ekonomi menengah ke bawah agar sama-sama dapat merasakan dunia pendidikan tinggi. Dari dulu bahkan sampai sekarang masih banyak di nikmati oleh golongan ekonomi menengah kebawah hingga kelas atas.

Dengan biaya yang termurah di Yogyakarta dan dengan mutu yang baik menjadikan Universitas ini menjadi Universitas bagi masyarakat madani dan berbudaya.

"Kampus Tradisional Berbasis Kebudayaan"

Universitas Widya Mataram Yogyakarta
Jl. Dalem Mangkubumen Kt III/237, Yogyakarta 55132
Telepon: (0274) 374352, 377150
Faks.: (0274) 381722

Berdiri: 7 Oktober 1982

Program Studi:
Akuntansi - S1 Terakreditasi - C
Arsitektur - S1 Terakreditasi - B
Ilmu Administrasi Negara -S1 Terakreditasi - B
Ilmu Hukum - S1 Terakreditasi - B
Manajemen - S1 Terakreditasi - B
Sosiologi - S1 Terakreditasi - B
Teknik Industri - S1 Terakreditasi - C
Teknologi Pangan - S1 Terakreditasi - C



Baca selengkapnya...

Minggu, Januari 27, 2008

Soeharto Wafat




Telah berpulang ke Rahmatullah Mantan Presiden Republik Indonesia Bapak Haji Muhammad Soeharto
Pada hari ini Minggu 27 Januari 2008 pukul 13:10 WIB.


Semoga arwah beliau diterima disisi Allah SWT dan diampuni segala kesalahan-kesalahannya.



Baca selengkapnya...

Rabu, Januari 23, 2008

Pusat Mode



Walau kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih belum stabil namun minat masyarakat terhadap mode terus meningkat. Tuntutan-tuntutan tentang perkembangan di dunia mode terus berjalan seiring perputaran waktu dan kebutuhan. Tuntutan-tuntutan tersebut tidak sekedar karya-karya busana, akan tetapi telah merambah ke seni, pendidikan (education-eintertainment/ edu-tainment) dan ekonomi.1 Tiga komponen kegiatan tersebut, kini menjadi fenomena baru dalam perkembangan mode.

Salah satu tujuan pengembangan mode Indonesia adalah mengupayakan peningkatan sinergi antara pemerintah, pengusaha dan industriawan garmen di Indonesia dalam menentukan arah dan rencana arah masa depan Indonesia di dunia Internasional guna mengantisipasi kegagalan koleksi mode menuju pasar masa depan.2

Perkembangan mode sangat cepat seiring perputaran waktu. Potensi berkembangnya industri mode di Indonesia sangat besar, walaupun memang tidak mudah karena mode adalah industri yang sangat ketat persaingannya sehingga pelakunya harus berlomba-lomba menyebarkan informasi untuk menarik pembeli sebanyak-banyaknya.3 Salah satu cara yaitu dengan memberikan pengertian-pengertian serta pemahaman mengenai produk-produk yang dihasilkan industri mode kepada konsumen.

Hal yang menjadi persoalan industri mode saat ini yaitu sumber daya manusia yang berkecimpung di bidang mode masih sedikit. Serta masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang dunia mode. Sedangkan industri mode yang ditekuni masih bersifat rumahan atau industri kecil. Belum adanya sebuah tempat yang menjadi pusat dari semua kegiatan industri mode yang berperan sebagai jembatan penghubung antara pelaku industri mode, perancang, industri garmen, produsen bahan, jalur distribusi dan konsumen.

Oleh karena itu diperlukan sebuah wadah yang tepat sebagai tempat untuk mempelajari, memperkenalkan dan menganjurkan kepada masyarakat agar mengetahui dan memakai produk karya seni tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan benar dan mapan.4 Wadah atau tempat kegiatan tersebut bisa berupa sebuah Pusat Mode yang mampu menjawab komponen-komponen mode secara lengkap.

Melihat tempat-tempat kegiatan mode yang ada saat ini masih dalam keadaan seadanya. Belum ada sebuah Pusat Mode yang menjadi pusat dari kegiatan-kegiatan mode secara keseluruhan, mulai dari kegiatan produksi, promosi, informasi, pendidikan sampai kegiatan komersial. Saat ini semua kegiatan tersebut masih terpisah satu dengan yang lainnya.

Sehingga keberadaan sebuah Pusat Mode sangat diharapkan untuk dapat memfasilitasi kegiatan-kegiatan dunia mode secara utuh dalam satu kesatuan. Pusat Mode ini dimungkinkan mampu menciptakan hubungan yang erat antara perancang, produsen, konsumen, pengusaha, pemerintah, lembaga pendidikan, maupun unsur yang terkait untuk terjun secara serius didalam industri mode.

Pustaka:
1) _______, Cakrawala Fashion Tak Lagi Sekedar Karya Busana, Kedaulatan Rakyat, 14 Maret 2004. hlm. 20
2) Jadin C. Djamaludin, Mencipta Citra Mode Indonesia di Dunia Internasional, Kompas, 7 Desember 2004, hlm. 17
3) Musa, Belajar Mode didalam Negri, Kompas, 19 Juli 1998, hlm. 17
4) Hari Darsono, Seminar Mode Sekitar Adibusana di Jakarta, 8 Agustus 1985


Baca selengkapnya...

Sabtu, Januari 12, 2008

B.J Habibie


Aku tidak begitu kenal dekat dengan beliau, jangankan berjabat tangan bertatap muka saja belum pernah. Tapi yang jelas poster beliau selalu menghiasi dinding kamarku semasa aku masih menuntut ilmu dulu.

Ada pertanyaan yang muncul; Kenapa bukan poster Bob Marley, Kurt Cobain, Einstein, Che Guevara, Beckham, atau super hero lain nya.

"Ada banyak sudut pandang untuk melihat sesuatu"


Aku tidak banyak tahu tentang B.J Habibie. Mungkin beliau itu , penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya.

Biodata :
Nama:Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie
Lahir:Pare-Pare, 25 Juni 1936
Agama:Islam

Jabatan :
Presiden RI Ketiga (1998-1999)
Pendiri dan Ketua Dewan Pembina The Habibie Center

Istri:dr. Hasri Ainun Habibie (Menikah 12 Mei 1962)
Anak:Ilham Akbar dan Thareq Kemal
Ayah:Alwi Abdul Jalil Habibie
Ibu:R.A. Tuti Marini Puspowardoyo
Jumlah Saudara:Anak Keempat dari Delapan Bersaudara

Pendidikan :
1. ITB Bandung, tahun 1954
2. Rheinisch Westfalische Technische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman, dengan gelar Diplom-Ingenieur, predikat Cum laude pada Fakultas Mekanikal Engineering, Departemen Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang (1955-1960).
3. Rheinisch Westfalische Technische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman, dengan gelar doktor konstruksi pesawat terbang, predikat Summa Cum laude, pada Fakultas Mekanikal Engineering, Departemen Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang (1960-1965).
4. Menyampaikan pidato pengukuhan gelar profesor tentang konstruksi pesawat terbang di ITB Bandung, pada tahun 1977.

Pekerjaan :
1. Kepala Riset dan Pengembangan Analisis Struktur pada perusahaan Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg, Jerman antara tahun 1965-1969.
2. Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada Pesawat Komersial dan Angkut Militer MBB Gmbh, di Hamburg dan Munchen antara 1969-19973
3. Wakil Presiden dan Direktur Teknologi pada MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen tahun 1973-1978
4. Penasehat Senior Teknologi pada Dewan Direksi MBB tahun 1978.
5. Pulang ke Indonesia dan memimpin Divisi Advanced Technology Pertamina, yang merupakan cikal bakal BPPT, tahun 1974-1978.
6. Penasehat Pemerintah Indonesia di Bidang Pengembangan Teknologi dan Pesawat Terbang, bertanggungjawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia Soeharto pada tahun 1974-1978.
7. Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 1978-1998.
8. Wakil Presiden R.I. pada 11 Maret 1998-21 Mei 1998.
9. Presiden RI 21 Mei 1998-20 Oktober 1999.

Organisasi:
Pendiri dan Ketua Umum ICMI

Penghargaan:
Theodore van Karman Award

Baca selengkapnya...

Selasa, Januari 08, 2008

Pedestrian




Jalur pejalan kaki (pedestrian) berupa trotoar yang layak dan memadai, sangatlah dibutuhkan oleh sebuah kota, pedestrian merupakan salah satu elemen ruang kota yang sangat penting. Kadang trotoar bagi sebagian kota di Indonesia, hanya dianggap sebagai aksesoris pelengkap jalan raya, karena pembangunan kota lebih mengutamakan ruang atau jalan bagi kendaraan bermotor. Sehingga kurang ada perencanaan, perhitungan dan perancangan yang sungguh-sungguh untuk trotoar.

Semakin banyaknya kendaraan bermotor di jalan menyebabkan tuntutan akan luasnya jalan raya sangat diperlukan. Hal ini mengakibatkan semakin sempit atau hilangnya jalur pejalan kaki dan jalur hijau akibat pelebaran ruas jalan. Untuk menyediakan jalur pejalan kaki dan jalur hijau hanya dengan cara membeli lahan milik warga sepanjang sisi jalan, namun kendala yang dihadapi semakin mahalnya harga lahan. Akibat jika permasalahan tersebut tidak diatasi, kota menjadi makin panas dan gersang, jalan raya menjadi ruang kota yang paling semrawut, kotor, tidak teratur. Jalan akan menjadi sumber berbahaya bagi keselamatan manusia karena polusi udara dan resiko kecelakaan antara pejalan kaki dengan kendaran yang melintas di jalan raya.

Dengan membangun jalur pedestrian yang layak dan memadai, yaitu dengan membangun jalur pejalan kaki yang cukup lebar bagi terwadahinya aktivitas berjalan kaki, dengan material yang baik dan berkualitas. Serta mewujudkan trotoar yang teduh, aksesibel, aman dan nyaman akan menarik minat masyarakat untuk berjalan kaki untuk tujuan yang tak terlalu jauh.

Apabila penataan detail jalur pedestrian, beserta elemen-elemennya (lampu, jalur hijau, pot bunga, tempat sampah, rambu lalu lintas) dilakukan secara terencana akan memunculkan rasa aman bagi pejalan kaki, dalam artian tidak menghalangi, mengganggu dan melukai. Penataan jalur pedestrian yang tidak terencana akan menimbulkan rasa khawatir dan takut. Hal itu bisa disebabkan karena kurangnya lampu penerangan di malam hari sehingga berpotensi rawan kejahatan, atau penataan jalur yang berpotensi dipakai oleh kendaraan terutama roda dua yang seringkali bisa naik ke trotoar.
Dengan menciptakan ruang sirkulasi pejalan kaki yang layak seperti tersebut di atas, akan mempengaruhi warga untuk sedikit demi sedikit meninggalkan pemakaian kendaraan pribadi untuk jarak yang tak terlalu jauh. Hal ini bisa mengurangi jumlah kendaraan yang berada di jalan, juga berdampak terhadap penurunan tingkat kemacetan lalu lintas dan polusi udara.

Kalau melihat jalur pedestrian maka tidak pernah lepas dari pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima lebih sering memanfaatkan jalur pedestrian sebagai area untuk berdagang. Penataan pedagang kaki lima supaya tidak mengganggu pergerakan lalu lintas kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki di jalur pedestrian sangatlah diperlukan.
Lebar minimal trotoar harus cukup untuk dilewati dua orang pejalan kaki yang berpapasan dengan arah berlawanan, yaitu sekitar 1,2 meter. Jika terjadi privatisasi ruang publik oleh PKL di trotoar untuk digunakan sebagai ruang berdagang, maka akan mengganggu pergerakan pejalan kaki. Jika memasukkan PKL sebagai salah satu elemen pembentuk kualitas ruang kota dan salah satu aktivitas yang perlu juga diwadahi. Salah satu pemecahannya dengan melebarkan trotoar sehingga kebutuhan ruang pejalan kaki tercukupi, juga tercukupinya ruang untuk PKL. Namun hal ini akan berdampak pada lahan privat pertokoan dan jalan sirkulasi kendaraan.
Baca selengkapnya...

Senin, Januari 07, 2008

Telepon Umum



Masih ingat telepon umum coin (TUC)?

Telepon umum yang identik dengan uang logam. Nilainya antara Rp 100,- dan Rp 500,-.

Dulunya telepon umum coin (TUC) bisa di temukan di pinggir jalan, kantor, pasar, rumah sakit, terminal dan di tempat fasilitas umum lainnya. TUC memang banyak jumlahnya, tapi banyak juga TUC yang tidak bisa digunakan. Mungkin karena ada koin yang menyelip, tempat koin sudah penuh, kandang TUC dijadikan tempat pelampiasan emosi, gagang telepon sampai tidak ada atau lepas mungkin karena sering dibenturkan ke box telepon oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tidak jarang juga TUC dialih fungsikan menjadi tempat berteduh di waktu hujan ataupun sebagai tempat berpacaran bagi yang sudah tidak kebagian tempat.

Dengan adanya handphone yang jauh lebih canggih dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern serta wartel alias warung telkom yang bertebaran, yang bisa dijumpai di setiap sudut gang dan jalan. Hal ini menyebabkan eksistesi TUC semakin tergeser dan terpinggirkan. Sehingga keberadaan TUC menjadi kecil dan tak berarti lagi.

Beberapa waktu yang lalu telepon umum coin mulai hadir kembali. Mudahan-mudahan bisa tetap bertahan memenuhi kebutuhan masyarakat.


Seurieus - Telepon Umum



Dulu tarif TUC Rp. 100,-/ 3 menit . Sekarang berapa ya?
Baca selengkapnya...