Sabtu, Juli 24, 2010

Anti Nyamuk



Waktu itu lagi nginap di kantor tempat kerja, tiba-tiba banyak nyamuk. Hanya dalam hitungan detik sinyamuk menyerang membabi buta. Dan harus menerima keadaan badan jadi bentol-bentol. Lalu iseng-iseng coba cari di Google obat anti nyamuk yang ampuh. Ternyata ada juga obat anti nyamuk yang ampuh buat ngusir si nyamuk nakal yang berbentuk software .

Awalnya kurang yakin dengan keampuhan si software. Tapi setelah dipikir-pikir memang benar juga, ketika software dijalankan di komputer, maka ia akan menghasilkan frekuensi 16000Hz-20000Hz. Frekuensi ini dapat dideteksi oleh telinga si nyamuk nakal dan beberapa hewan yang mungkin tidak senakal si nyamuk. Dengan adanya frekuensi tadi maka mereka akan merasa terganggu dan dengan berat hati mereka akan menjauhi sumber frekuensi. Yang jelas saya tidak akan terganggu oleh frekuensi tersebut karena tidak mampu mendengarnya

Kalu mau coba obat anti nyamuk tersebut silakan Download disini




Baca selengkapnya...

Minggu, Juli 18, 2010

Desa Balai Batu Sandaran






Desa Balai Batu Sandaran terletak disebelah Barat Kota Sawahlunto, berbatasan langsung dengan Desa Talago Gunung disebelah Utara, Desa Lumindai disebelah Selatan, Desa Lunto Barat disebelah Timur dan Desa Nagari Siberambang disebelah Barat. Desa Balai Batu Sandaran memiliki luas wilayah 1.295 hektar berada pada ketinggian 650 dpl, dengan topografi perbukitan serta kemiringan lahan diatas 30 derajat dengan tingkat kesuburan tanah sedang. Desa Balai Batu Sandaran memiliki jumlah penduduk 710 jiwa yang terdiri dari 190 KK, dan secara administratif terbagi ke dalam tiga Dusun yaitu Dusun Air Gantang, Dusun Beringin dan Dusun Gunung.

Desa Balai Batu Sandaran berada di kawasan lereng perbukitan dan sangat jauh dari pusat kota dengan perkebunan Atsiri, Seraiwangi dan Nilam sebagai potensi utama dibidang pertanian sedangkan potensi lainnya dibidang pariwisata karena Desa Balai Batu Sandaran mempunyai pemandangan alam yang menakjubkan, sawah yang hijau terbentang, perkebunan terhampar luas, sungai mengalir jernih, perbukitan dan bebatuan alam saling menyatu, gua-gua dengan keindahan “interior”nya yang alami begitu mempesona.


***
sekarang aku berada disana...
Baca selengkapnya...

Sabtu, Mei 29, 2010

Tumpang Tindih




Gambar diatas saya peroleh dari bahan kuliah yang diberikan Profesor yang memberi materi Arsitektur dan Lingkungan. Gambar yang cukup menarik, disana terlihat bagaimana disebuah lahan yang sempit terdapat banyak fungsi dan kegiatan. Disana ada kotak pos, telpon umum, gardu listrik, tiang listrik, tiang telfon, rambu-rambu jalan, nama jalan, kios rokok dan warung kopi.

Bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika semua yang berkegiatan atau yang berhubungan dengan benda yang ada disana hadir secara berbarengan dan serentak melakukan aktifitas mereka.

Baca selengkapnya...

Jumat, Mei 28, 2010

Gaudi - Sullivan


ANTONIO GAUDI - HENRI SULLIVAN

Kedua arsitek ini hidup pada era yang bersamaan, dimana revolusi industri dan modernisasi sedang hangat dan gencar-gencarnya yang kemudian memberi dampak terhadap tumbuhnya langgam-langgam arsitektur yang mencerminkan kemajuan perkembangan kehidupan manusia. Revolusi industri yang mendorong tumbuh dan berkembangnya metoda konstruksi, inovasi baru, solusi baru, usulan atau ide-ide baru, tumbuhnya suatu peningkatan eksperimen serta optimisme untuk merealisasikan suatu konsep baru arsitektur yang rasional seiring kemajuan dan perkembangan zaman.
Selain itu doktrin-doktrin dan pernyataan dari tokoh-tokoh arsitektur seperti Ruskin, Pugin atau Viollet-Le-Duc sangat memberi pengaruh pada era itu.

Ruskin
- Bentuk arsitektur sebagai suatu pengerjaan kembali dari konsep-konsep yang telah diketahui, yang telah dialami secara visual dalam fenomena alam.
- Dari pengamatan terhadap jagad raya dapat ditarik citra bentuk yang dapat dipindahkan ke bangunan, keindahan hanya dapat dicapai dengan menjiplak alam.
- Keindahan dalam arsitektur adalah ornamentasi yang tidak dibutuhkan dan tidak ada tujuannya dari massa bangunan dalam bidang vertikal.

Viollet-Le-Duc

- Tak akan ada proporsi tanpa kesatuan, dan tak ada kesatuan tanpa keanekaragaman; pluralitas tidak sekedar menyiratkan keserupaan melainkan juga perbedaan.
- Arsitektur hendaknya dapat mengekspresikan kekuatan seperti halnya mesin uap, listrik dan dapat memanfaatkan material baru.
- Arsitektur terbaik adalah yang ornamennya tidak dapat dipisahkan dari strukturnya.
- Batasan spesial hendaknya didesain dari luar ke dalam, sebagai ajakan setahap demi setahap menjadi ekspresi yang jujur dari apa yang dikandungnya.

Pugin
Kriteria utama dari keindahan dan arsitektur adalah adaptasi dari bentuk kepada fungsi.

Mengamati beberapa hasil karya dari Gaudi dan Sullivan seolah-olah ada suatu pengaruh besar dan dorongan untuk menghasilkan sautu kreasi dalam arsitektur baru yang mungkin didasari oleh beberapa pernyataan-pernyataan Ruskin, Viollet-Le-Duc serta Pugin.

Antara karya Gaudi dan Sullivan memang ada perbedaan yang mencolok dari segi bentuk. Karya-karya Gaudi cenderung bersifat ekspresionis, organik, naturalistik, abstraksi serta plastis sedangkan Sullivan lebih sederhana, fungsional, komposisi dan pengolahan elemen yang beragam; proporsi, skala, kontras, keseimbangan, ritme, kesatuan serta karakter menjadi pertimbangan.

(Landasan Ecole Des Beaux-Arts)
Sebagai pelopor dari modernisasi arsitektur Sullivan cenderung berusaha mencari asal muasal dari bentuk yang dapat mengantar kepada suatu gaya baru, mencari asal-usul dari segala bentuk. Hal ini membantu Sullivan mendefinisikan arsitektur sebagai analog dengan bentuk alam atau ekspresi logika (bentuk mengikuti fungsi). Usaha pencarian Sullivan terbukti dari ciri karyanya yang dapat dibedakan dalam beberapa periode; pertama, merupakan masa experimental atau coba-coba kemudian menghasilkan rancangan berbentuk geometris, kaku dalam garis maupun bidang. Setelah itu masa transisi dimana menuju gaya orisinilnya kemudian masa dimana mencari bentuk kepribadiannya.

Sullivan pernah mewariskan suatu sikap kepada muridnya Frank Lloyd Wright; suatu yang organik, yang menyatukan bentuk dan fungsi, analog dengan fenomena alam. Konservesinya, alam organik akan mempresentasikan gaya itu. Alam telah menyediakan pelajaran hidup yang sangat membekas dalam dirinya



Baca selengkapnya...

Kamis, Mei 27, 2010

Louis Henry Sullivan


Louis Henry Sullivan (1856-1824)

Louis Henry Sullivan dilahirkan pada tanggal 3 September 1856, di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Pada tahun 1870 Sullivan sekolah di Boston English High School dan tahun 1872 pada usianya ke 16 tahun kuliah di Massachusset Institute Of Technology ( MIT ) untuk belajar arsitektur. Ia hanya belajar selama 1 tahun di MIT. Tahun 1873 bekerja untuk Frank Furnes dan George Hewitt.

Tahun 1874 Sullivan belajar singkat di Ecole Des Beaux Arts Prancis.Tahun 1875 bekerja asebagai draftsman pada kantor Josephs Johnston dan John Ederman. Tahun 1879 bekerja pada perusahaan Dankmar Adler dan pada tahun 1883 perusahaan tersebut berganti nama menjadi Adler & Sullivan. Dan telah merancang lebih 180 bangunan. Pada tahun 1887 seorang draftsman bernama Frank Llyond Wright bergabung dengan Adler dan Sullivan.

Sullivan memiliki kepribadian yang sukar berkompromi namun memiliki pemikiran yang cermerlang dan pendirian yang kuat. Ia menciptakan suatu bentuk arsitektur yang bebas dari kaidah-kaidah klasik atau historic stlye. Hal ini ia terapkan dalam pada rancangan dan sikap hidupnya. Sullivan mengangap bahwa gaya arsitektur merupakan ekspresi dari budaya dan lingkungan dimana ia diciptakan.


Menurut Sullivan fungsi dalam alam merupakan merupakan suatu kekuatan yang disebut sebagai : “semangat kreatifitas yang tidak terbatas dan fungsi dari pada fungsi”. Setiap objek yang ada dibumi adalah ekspresi dari fungsi. Sehingga muncul suatu prinsip dasar Sullivan; “form follows function” ( bentuk mengikuti fungsi).

Sullivan memandang arsitektur sebagai seni dan wujud dari suatu yang hidup, tumbuh dan berkembang. Sullivan berpegang teguh pada sifat kebijaksanaan dan dasar seni arsitektur. Maka dalam bentuk arsitektur modern ia tidak lepas dari kemegahan, prinsip keselarasan, keseimbangan, simetris. Hal ini dicapai dengan sumbu bangunan yang jelas, tata ruang, komposisi, kemurniaan material, penyusunan unit bangunan dan lain sebagainya.

Sullivan meninggal pada tanggal 16 April 1924 dalam keadaan kesehatan yang memburuk akibat penyakit ginjal dan kerusakan pada fungsi hati. Ia dikubur di Chicago tidak jauh dari Ryerson dan Getty Tomb sebuah rancanganya 30 tahun sebelumnya.

Louis Sullivan mempunyai kecendrungan dalam memandang arsitektur sebagai ekspresi yang agung dan kuat dari daya-daya alam seperti halnya Ruskin. Seperti ungkapan teori dan konsep seni arsitektur dari Sullivan: “seni adalah suatu bentuk organisme (sesuatu yang hidup) oleh karena itu, hendaknya dilihat pertumbuhannya sebagai bagian dari kehidupan manusia, kelahiran dalam lingkungannya, menjaga dan memeliharanya, untuk penggunaan masa akan datang. Arsitektur baru juga suatu bentuk seni, bagaikan bayi lahir, menangis, merengek, dipelihara, diberi makan, tidur, dibesarkan , berjalan kemudian tumbuh dan berkembang hingga dapat membawa sinar matahari dalam hati kita”.

Karya-karya dari Sullivan mencerminkan doktrin-doktrin yang mendominasi konsep-konsep ekspresi yang agung (sublime) yang telah diterapkan Ruskin. Sullivan mencoba mendefenisikan arsitektur sebagai analog dengan bentuk alam sebagai ekspresi dari suatu daya hidup batin dan logika sturktural manusia ;”fungsi menciptakan dan mengorganisasi bentuk dan bahwa bentuk haruslah mengekpresikan fungsi tersebut”.

Hal ini didukung juga oleh artikel Sullivan: “........ suatu dekorasi baru harus dikembangkan dan digunakan secara wajar untuk mencapai keharmonisan, terbatas pada bentuk organis, plastis dan melekat pada dayanya untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan. Dari beberapa penjelasan maka sangat jelas bahwa Sullivan lebih mendahulukan fungsi ,berkosentrasi dan kembali pada kemurnian dan kesederhanaan yang akan menghasilkan suatu bentuk bangunan yang cantik dan mendapatkan nilai tinggi walau tanpa hiasan.

Karya-karya besar Sullivan:*

1. Rothschild Store (1881)
2. Jewellers Building (1881)
3. Auditorium Building (1887-1890)
4. Getty Tomb (1890)
5. Wain Wright Building (1890-1892)
6. Carson Pirie Scott Store (1899-1903)

Lihat desain Sullivan
disini dan disini

Dilihat dari hasil karya-karya Sullivan maka bisa dikategorikan kedalam gaya, aliran, isme arsitektur:
Art-Neuveau :Kebebasan imajinasi serta inspirasi dalm ekspresi bentukalami,dipadukan dengan seni yang cendrung kepada penyederhanaan bentuk tumbuhan dan organik kedalam bentuk seni dekorasi.

Art-Nouveau adalah sebutan untuk gerakan pembaruan seni akhir abad 19 (1894-1914) yang memprotes model seni yang diajarkan disekolah-sekolah. Selain di Eropa gerakan ini juga berlangsung di Amerika. Selanjutnya sekitar tahun 1880-1890. Art-Nouveau berkembang menjadi sebuah gaya arsitektur dan interior yang mendunia. Gaya ini banyak dicirikan oleh garis-garis, rancangan yang organik, karena mengambil inspirasi dari alam.

Art-Nouveau memiliki ciri-ciri:
- Menggunakan betuk-bentuk geometri
- Ekspresi arsitektur logam dengan inspirasi bentuk alami.
- Penyederhanaan bentuk tumbuhan dan hewan (flora dan fauna).
- Menggunakan material modern, kaca, baja cetak, logam, beton dan lain-lain.

Fungsionalisme : mengutamakam fungsi, keindahan timbul karena fungsi elemen bangunan yang berdasarkan rasio atau pemikiran logis.

Rasionalisme : berlandaskan rasio atau pemikiran logis. Lebih mengutamakan fungsi, menghilangkan elemen-elemen tanpa fungsi dan memperjelas struktur dan program ruang.


Baca selengkapnya...

Rabu, Mei 26, 2010

Atonio Gaudi Y Cornet


Atonio Gaudi Y Cornet
(1852-1926)

Antonio Gaudi Y Cornet dilahirkan di Reus, sebuah kota kecil di Barcelona, Spanyol. Gaudi merupakan anak seorang pengrajin tembaga. Pada tahun 1874, Gaudi mulai menekuni ilmu arsitektur di perguruan tinggi Elias Rogent’s New Barcelona University Building.Saat belajar arsitektur, Gaudi juga larut dalam kelompok-kelompok tukang batu. Sejak mahasiswa ia memiliki kecenderungan berbeda dari kawan-kawannya. Gaudi bahkan pernah dinyatakan tidak lulus ujian, karena merancang pintu masuk kuburan yang aneh bagi dirinya sendiri. Gaudi memiliki bakat yang besar dan memperoleh gelar arsitek pada tahun 1878.

Gaudi memperoleh banyak pengalaman di dunia kerja, ia bekerja sebagai perancang, draftsman dan pembuat hitungan konstruksi. Gaudi banyak belajar dari Juan Martorell Montells yang ahli dalam dalam arsitektur Gotic, yang kemudian banyak berpengaruh terhadap rancangan Gaudi dalam bentuk Neo-Gotic atau Gotic Modern.

Pengaruh dari lingkungan tempat kelahiran Gaudi cukup berperan terhadap konsep-konsep dan inovasi arsitekturnya, hal ini terlihat pada bagian dari rancangan Gaudi, berupa elemen dari baja yang berfungsi sebagai balustrade, tangga, teralis, gril, ornamen-ornamen dan lain sebagainya. Elemen-elemen ini dikembangkan kedalam bentuk Art-Nouveau yang mendominasi ruang dalam atau bagian luar bangunan.

Gaudi menciptakan bentuk baru dengan moderenisasi arsitektur Mudejar dipadukan dengan bentuk Barber. Dalam hal bentuk Gaudi sangat menyukai bentuk-bentuk alami seperti hutan, karang, gua, gelombang dan bentuk lengkung. Bangunan karya Gaudi seolah-olah bersifat puitis, berirama, metaphoric (perubahan bentuk), scluptural tiga dimensi dan berwarna seperti lukisan.

Gaudi meninggal dunia pada tanggal 10 Juni 1926 dalam peristiwa kecelakaan lalu-lintas. Tak seorang pun tahu bahwa yang tertabrak kereta pagi itu bernama Antonio Gaudi. Mereka hanya membawanya ke rumah sakit dan tiga hari kemudian di tahun 1926 tersiar ke seluruh Barcelona, Gaudi si arsitek Templo de La Sagrada Familia meninggal dunia. Gaudi merupakan arsitek besar dengan sejumlah karya besar yang fantastis dan karya-karyanya banyak menghiasi wajah-wajah kota di Barcelona, Spanyol.

Hasil rancangan Gaudi banyak dipengaruhi oleh arsitektur Gotic Klasik dengan menara menjulang, hiasan memenuhi dinding, namun terdapat perbedaan antara Gotic asli dengan Gotic ala Gaudi yaitu pada sistem konstruksi dan ornamen. Pada Gotic klasik ornamen dipahat dan diletakan pada bangunan sedangkan gaya gaudi ornamen menyatu, dicor atau dicetak langsung dengan beton.

Usaha moderenisasi Gotic oleh Gaudi terlihat dari pernyataannya; “Gotic adalah suatu sistem yang mati,untuk itu harus diberikan kembali kehidupan, perbaikan dan perubahan konstruksinya dalam bentuk alami agar kekuatanya dapat bangkit kembali”. Dari pernyataan tersebut terbukti pada beberapa rancangan Gaudi yang menggabungkan unsur Gotic dan Naturalis serta Art-Nouveau sebagai bentuk utama maupun hiasan.

Konsep rancangan Gaudi banyak menerapkan bentuk-bentuk alami (Naturalis) berupa bentuk manusia, tumbuhan, hewan batu karang, goa, gelombang dan lain sebagainya. Pengembangan bentuk oleh Gaudi lebih bersifat kejujuran, kemurnian dimana dinding dari bata tanpa plester, batu, beton exposed dengan sistem konstruksi; kolom, balok, lengkungan, bentangan yang memiliki ketepatan dan kejelian dalam perhitungan struktur yang merupakan bagian dari Modernisme.

Gaudi menciptakan batas-batas arsitektural dengan menggunakan facade berongga dengan bahasan kerajinan, abstraksi, pertumbuhan alami, sifat bahan, emosi artistik, simbolisme, perhatian materialis yang menciptakan suatu ekspresi yang sangat individual, emosional dan fantastis.

Sebagai pemikir Gaudi merasa perkembangan mengingkari ekspresi personal seseorang. Kebebasan ekspresi untuk mewujudkan mimpi-mimpi pribadi seperti terabaikan. Gaudi sangat pantang melakukan duplikasi terhadap rancangannya sendiri. Gaudi sangat obsesif, seolah seluruh tetesan kreativitasnya ia peras-peras untuk mewujudkan impian.

Karya-karya besar Gaudi : *
Casa Vicens (1883-1885)
Colegio De Santa Terasa De Jesus (1888-1890)
1. Casa Cavlet (1894-1904)
2. Palau Guell (1884-1889)
3. Cassa Batllo (1904-1906)
4. Casa Mila (1906-1910)
5. Sagrada Famillia (1883-1926)


Lihat desain Gaudi disini dan disini


Dilihat dari hasil karya-karya arsitektur Gaudi, maka bisa dikategorikan kedalam gaya, aliran, isme arsitektur:

Neo Gotic : Aliran arsitektur yang menggabungkan unsur-unsur gaya arsitektur yang lainkedalam suatu bangunan yang didominasi oleh gaya gotic atau gaya gotic yang telah dimodifikasi. Neo-Gotic merupakan bagian dari Eklektikisme.

Art-Neuveau : Kebebasan imajinasi serta inspirasi dalm ekspresi bentukalami,dipadukan dengan seni yang cendrung kepada penyederhanaan bentuk tumbuhan dan organik kedalam bentuk seni dekorasi.

Art-Nouveau adalah sebutan untuk gerakan pembaruan seni akhir abad 19 (1894-1914) yang memprotes model seni yangh diajarkan disekolah-sekolah. Selain di Eropa gerakan ini juga berlangsung di Amerika. Selanjutnya sekitar tahun 1880-1890. Art-Nouveau berkembang menjadi sebuah gaya arsitektur dan interior yang mendunia. Gaya ini banyak dicirikan oleh garis-garis, rancangan yang organik,karena mengambil inspirasi dari alam.

Art-Nouveau memiliki ciri-ciri:
- Menggunakan betuk-bentuk geometri
- Ekspresi arsitektur logam dengan inspirasi bentuk alami.
- Penyederhanaan bentuk tumbuhan dan hewan (flora dan fauna).
- Menggunakan material modern, kaca, baja cetak, logam, beton, dll.

Naturalisme : penggunaan atau pengembangan unsur-unsur bentuk yang bersifat alami kedalam bangunan.
Mudejar Stlye : gaya arsitektur campuran pengaruh islam dan kristen di Spanyol.
Modernisme : suatu yang lebih bersifat baru, inovatif, kreatif dan tidak konvensional yang ditekankan pada bentuk, komposisi, irama.



Baca selengkapnya...

Selasa, Mei 25, 2010

Akar Akar Pohon


Bila anda tidak bisa menjadi pohon cemara diatas bukit,
Jadilah belukar di lembah. Tapi jadilah
Belukar indah dipingir parit
Jadilah Perdu, bila tak bisa jadi pohon
Bila tak bisa jadi Perdu, jadilah rumput
Dan buatlah jalan-jalan jadi semarak
Bila tak bisa jadi Gurame, jadilah Teri
Tapi Teri yang paling indah di tambak


Kita tak bisa semuanya jadi komandan
Harus ada jadi pasukan
Semua ada kepentingannya masing-masing
Ada pekerjaan besar, ada pekerjaan kecil
Semua harus dilakukan
Dan tugas yang harus kita kerjakan ialah
Yang terdekat dengan kita


Bila anda tidak bisa jadi jalan besar, jadilah pematang
Bila anda tidak bisa jadi matahari, jadilah bintang
Bukan besarnya yang mengukur anda kalah atau menang ,
Yang penting…………
Jadilah wajar dan matang.


By. DOUGLAS MALLOCH
Baca selengkapnya...

Senin, Mei 24, 2010

Budaya Adat Minangkabau



MINANGKABAU

Minangkabau adalah nama suatu bangsa, nama suatu kebudayaan sebagai hasil karya, cipta, karsa, daya dan upaya suku bangsa itu untuk memenuhi kebutuhan material dan nonmaterialnya dalam suatu wilayah yang juga bernama Minangkabau. Bagi masyarakat Minangkabau dinamakan "ADAT ISTIADAT MINANGKABAU" yang dianutnya semenjak berabad-abad yang lampau sebagai ciptaan nenek moyang mereka yakni dua tokoh legendaris Datuak Pertatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumanggungan.

Berbicara tentang Adat Minangkabau, menggali dan mempelajari dan mengamalkannya, bukanlah bermaksud menonjolkan sukuisme, tetapi adalah berbicara tentang salah satu ke Bhinekaan dari kebudayaan nasional yang BERBHINNEKA TUNGGAL IKA, sesuai dengan maksud yang terkandung dalam pasal 32 UU dasar 45. Yang berbunyi: Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa.

Adat Minangkabau sebagai salah satu bagian dari kebudayaan nasional diwarisi dari nenek moyang dahulunya bukanlah merupakan pengetahuan yang dikodivikasikan sebagaimana layaknya pengetahuan sosial lainnya di dunia. Adat Minangkabau diterima secara turun tenurun dari mulut kemulut (Warieh Samo Dijawek, Tutua Samo Didanga) melalui pepatah-petitih, mamang, bidal, Pantun, dan Gurindam Adat. Di-mana seluruh kalimat-kalimatnya mengandung pengertian yang tidak langsung (Inderect). Di Minangkabau disebut dengan pengertian (Kieh) atau Kiasan, yang sangat sulit diartikan secara logika sesuai dengan letterlecht, kalau diartikan menurut pengertian logika, maka hasilnya akan bertentangan logika itu sendiri (mustahil).

Akhirnya orang yang membaca atau mendengar pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam adat itu tidak benar, kolot, bertentangan dengan kemajuan bahkan menghalangi pembangunan. Justru Adat Minangkabau yang dihimpun dalam papatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam adat itu membutuhkan kejelian, kecepatan dan ketepatan, akal pikiran (raso-pareso, ereang-gendeang, kilek jo bayang), menurut orang Minangkabau.

BAHASA

Minangkabau menggunakan suatu bahasa yang sama yang disebut bahasa Minangkabau, sebuah bahasa yang erat berhubungan dengan bahasa Melayu. Menurut penelitian ilmu bahasa, bahasa Minangkabau boleh merupakan sebuah bahasa tesendiri, tetapi bolehjuga dianggap sebagai sebuah dialek saja dari bahasa Melayu. Kata kata dalam bahasa Melayu umumnya dapat dicarikan kesamaannya dalam bahasa Minangkabau dengan jalan merobah bunyi-bunyi tertentu saja. Banyak kata-kata yang sama betul antara bahasa Melayu dan Minangkabau.

SISTEM KEKERABATAN

Garis keturunan dalam masyarakat Minangkabau diperhitungkan menurut garis matrilineal. Seorang termasuk dalam keluarga ibunya dan bukan keluarga ayahnya. Seorang ayah berada di luar keluarga anak dan istrinya.

Kesatuan keluarga yang terkecil adalah paruik (perut). Dalam sebagian masyarakat Minangkabau ada kesatuan kampueng yang memisahakan paruik dengan suku sebagai kesatuan kekerabatan. Kepentingan suatu keluarga diurus oleh seorang laki laki dewasa dari keluarga itu yang bertindak sebagai niniek mamak bagi keluarga itu. Istilah mamak itu berarti saudara laki-laki ibu. Tanggung jawab untuk memperhatikan kepentingan sebuah keluarga memang terletak pada pundak seorang atau beberapa orang mamak.

Suku dalam kekerabatan Minangkabau menyerupai suatu klen matrilineal dan jodoh harus dipilih di luar suku. Di beberapa daerah, seorang hanya terlarang kawin dalam kampuengnya sendiri, sedangkan di daerah daerah lain orang harus kawin di luar sukunya sendiri. Secara historis mungkin dapat dikatakan bahwa dulu seorang selalu harus kawin ke luar dari sukunya sendiri.

Pada masa dulu, ada adat bahwa orang sedapat mungkin kawin dengan anak perempuan mamaknya, atau gadis gadis yang dapat digolongkan demikian. Karena berbagai keadaan timbul beberapa bentuk lain, misalnya kawin dengan kemenakan perempuan (anak saudara perempuan) ayahnya. Orang juga boleh kawin dengan saudara perempuan suami saudara perempuannya sendiri. Dalam zaman sekarang pola pola ini juga mulai hilang.

SISTEM KEMASYARAKATAN

Dari kelompok kekerabatan seperti paruik, kampueng dan suku hanya kampueng dan suku dapat dianggap sebagai kelompok yang formal. Suku dipimpin oleh panghulu suku sedangkan kampuen oleh seorang panghulu andiko atau datuek kampueng. Selain dari kelompok kelompok ini, masyarakat Minangkabau tidak mengenal organisasi organisasi yang bersifat adat yang lain.

Sebuah suku di samping mempunyai seorang panghulu suku juga mempunyai seorang dubalang dan manti. Dubalang bertugas menjaga keamanan sebuah suku sedangkan manti berhubungan dengan tugas tugas keamanan.

Dalam beberapa masyarakat seorang panghulu suku dipilih, meskipun dari suku suku tertentu. Pada masyarakat lain panghulu menjadi hak yang hanya dimiliki oleh sebuah keluarga saja dalam sebuah suku tertentu. Kalau keluarga itu habis, hak baru dapat pindah kepada keluarga lain. Keadaan ini dapat dikatakan berhubungan dengan ada atau tidaknya stratifikasi sosial yang keras dalam masyarakat itu.

STRATAFIKASI SOSIAL

Mengenai stratifikasi sosial ada tiga macam keadaan di daerah Minangkabau. Dalam beberapa masyarakat keadaan itu boleh dikatakan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, sebagaimana terdapat pada masyarakat di Padang dan Pariaman. Pada masyarakat ini golongan bangsawan betul betul mempunyai kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. Seorang laki laki bangsawan pernah mendapat pelayanan yang istimewa.
Dalam beberapa masyarakat lain, sistem itu memang ada, tapi tak amat mengesan dan hanya tampak dalam hubungan perkawinan saja. Seorang wanita dari golongan bangsawan akan dilarang untuk mengawini seorang laki laki biasa, apalagi laki laki dari golongan paling bawah dalam masyarakat itu.

Dalam beberapa masyarakat lainnya lagi, pembagian itu makin kabur, sehingga sulit untuk dapat dilihat dengan cepat. Dalam hubungan ini, keadaan itu dapat dikatakan tidak menunjukkan suatu sistem sama sekali.

ADAT MINANGKABAU

Adat Minangkabau sebagai salah satu corak dari kebudayaan Nasional tidak mungkin dapat dihayati apalagi untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat bagi masyarakat Minangkabau sendiri, kalau tidak mengetahui secara baik dan benar 4 (empat) persoalan pokok yaitu :

1. Pengertian tentang Adat Minangkabau.

Menurut bahasa, Adat itu adalah : Sawah diagiah bapambatang, ladang dibari bamintalak, Padang dibari baligundi, Bukik dibari bakaratau, Rimbo dibari bajiluang, nak Babezo tapuang jo sadah, nan babiteh minyak jo aia, nak balain kundua jo labu. Artinya dalam bahasa Indonesia normal : Norma-norma yang mengatur tata nilai dan struktur masyarakat yang membedakan secara tajam antara manusia dengan hewani dalam tingkah laku dalam pergaulan sehari-hari.

Jadi jelas fungsi Adat Minangkabau dalam pergaulan sehari-hari adalah membedakan secara tajam tingkah laku manusia dan hewan, dengan mengatur segalanya dengan aturan adat Minangkabau, Seperti minum, makan, duduk, tidur, mandi, buang air kecil, dan besar, berdiri, berjalan, bergaul, berbicara antara sesama, menyalurkan sex, berkeluarga, bersuami-istri dan sebagainya diatur menurut Adat Minangkabau. Jadi singkatnya orang beradat itu adalah orang-orang yang bertingkah laku dalam pergaulan dengan baik yang senantiasa memikirkan orang lain, bukan memikirkan kepentingan dirinya sendiri, seperti kata pepatah : "Elok dek awak katuju dek urang".

2. Sumber Dasar Ajaran Adat Minangkabau.

Agama Islam sebagai agama Samawi sumbernya adalah dari kitab Suci Al'Quranul Karim yang diwahyukan-Nya melalui Jibril AS kepada Rasulullah Muhammad SAW. dan dari Hadist Rasulullah SAW. Sedangkan Adat Minangkabau selama putaran zaman dilorong waktu, mengalami pengalaman tentang fenomena-fenomena yang diamatinya, baik dari alam benda, flora dan fauna, maupun dirinya sebagai manusia, ia menemukan bahwa alam itu mengandung suatu kodrat dan sifat-sifat yang laten dan dauriah, yang dapat dimamfaatkan atau ditanggulangi sesuai dengan mamfaat yang dipetik atau mudharat yang ditolak dari padanya. Dari pengalaman yang interns dan Konteplatif tentang alam makro dan mikro. Demikianlah, manusia Minangkabau sampai kepada kesimpulan bahwa : ALAM TAKAMBANG ADALAH GURU, artinya alam dapat dipelajari, dipedomani, diatur dan dimamfaatkan, serta dalam batas-batas tertentu dikendalikan.

Fenomena-fenomena alam yang merupakan sifat dan hukum dari alam takambang jadi guru antara lain: Air; membasahkan, menyejukkan, menenggelamkan, Api; membakar, panas, Tajam; melukai, Buluh; berbuku, Kelapa; bermata, Kayu; bertunas, berpokok berdahan, berurat tunggang, beranting berdaun, berbunga, berbuah, Burung; terbang, bersayap, berbunyi, Harimau; belang, mengaum, Gajah; bergading, mendorong, berbelalai, Gunung; tinggi, berkabut, Bukit; berangin, Laut; berombak, Lurah; berair, Warna; Hitam, putih, kuning, biru, merah, besi/batu; keras, Bau; harum, busuk, Keras/lunak, dan sebagainya

3. Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran adat Minangkabau

Menurut bahasa Adat adalah : raso, Pareso, Malu Sopan. (empat) macam. kehilangan yang empat macam ini dalam diri pribadi seseorang disebut seorang yang tidak tau di AMPEK. Seperti dari seseorang sudah hilang "raso jo Pareso, habis malu jo sopan". Orang yang demikian adalah hewan yang berbentuk manusia (sama dengan hewan) karena tingkah lakunya telah menyerupai tingkah laku hewan dalam pergaulan antar sesama. Raso : adalah yang terasa pada diri. Pareso : adalah nan tertanggung bagi hati. Malu : adalah tanggungan hati. Sopan : adalah perilaku seseorang yang terbina karena raso, pareso, dan malu. Hilang yang empat macam ini hilanglah segala-galanya.
Keempat macam yang tersebut diatas adalah manifestasi dari BUDI PEKERTI YANG BAIK dari seseorang. Jadi nilai-nilai ajaran adat adalah : BUDI PEKERTI YANG BAIK DAN MEMPUNYAI RASA MALU DIDALAM DIRI. Kedua macam tersebut adalah ajaran yang bersamaan dengan ajaran Islam.

Budi pekerti yang baik dan mulia adalah segala-galanya menurut adat Minangkabau yang merupakan tali halus yang kokoh yang menghubungkan manusia dengan manusia secara baik, pepatah mengatakan : " Saukua mangko ka jadi, sasuai mako takanak, kalau pandai bamain budi, urang jauah jadi dunsanak " Kehilangan budi pekerti yang baik pada seseorang, masyarakat maupun bangsa, akan mengundang kehancuran dalam masyarakat tersebut, pepatah mengatakan : " kuat rumah karano sandi, rusak sandi rumah binaso. kuek bangso karano budi, rusak budi hancualah bangso."

4.Tujuan yang hendak dicapai dengan mengetahui dan mengamalkannya

Tujuan yang hendak dicapai dengan mengamalkan Adat secara baik dan benar disebutkan dalam ketentuan Adat Minangkabau : " Bumi sanang padi manjadi, Padi kuniang jaguang maupiah, taranak bakambang biak, anak buah sanang santoso, bapak kayo mandeh ba ameh, mamak disambah urang pula, katapi bagantang padi, katangan bagantang podi ". Artinya tujuan yang hendak dicapai menurut adat Minangkabau dimulai terlebih dahulu dengan menciptakan "Bumi sanang", ketertiban dalam masyarakat kecil atau besar seperti keluarga, masyarakat dan bangsa. Dengan terciptanya ketertiban dalam segala bidang terwujudlah ketentraman dan keamanan, yang pada gilirannya akan bermuara kepada stabilitas dalam segala bidang, yang memungkinkan untuk melakukan pembangunan, moril-materil, mental-spiritual.

JENIS ADAT DI MINANGKABAU
Adat Minangkabau terdiri atas empat jenis yaitu :

1. Adat nan sabana adat.

Adat nan sabana Adat, adalah ketentuan hukum, sifat yang terdapat pada alam benda, flora dan fauna, maupun manusia sebagai ciptaan-Nya (Sunatullah). Adat nan sabana Adat ini adalah sebagai "SUMBER" hukum Adat Minangkabau dalam menata masyarakat dalam segala hal. Dimana ketentuan alam tersebut adalah aksioma tidak bisa dibantah kebenarannya. Sebagai contoh dari benda Api dan Air, ketentuannya membakar dan membasahkan. Dia akan tetap abadi sampai hari kiamat dengan sifat tersebut, kecuali Allah sebagai sang penciptanya menentukan lain (merobahnya).

2. Adat nan diadatkan oleh nenek-moyang

Adat nan diadatkan nenek moyang adalah merupakan pokok-pokok hukum dalam mengatur masyarakat MinangKabau dalam segala hal, yang diadatkan semenjak dahulu sampai sekarang.

Dengan meneliti, mempedomani, mempelajari alam sekitarnya oleh nenek-moyang orang Minangkabau, maka disusunlah ketentuan-ketentuan alam dengan segala fenomena-fenomenanya menjadi pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam Adat dengan mengambil perbandingan dari ketentuan alam tersebut, kemudian dijadikan kaidah-kaidah sosial untuk menyusun masyarakat dalam segala bidang seperti : ekonomi, sosial budaya, hukum, politik, keamanan, pertahanan serta berguna untuk "mengungkapkan" segala sesuatu dalam pergaulan seperti : Menyuruh, melarang, membolehkan, ke-baikan, keburukan, akibat yang baik, akibat yang buruk, kebenaran, keadilan, kemakmuran, kerusuhan, kebersamaan, keterbukaan, persatuan dan kesatuan, bahaya yang menimpa, kesenangan, kekayaan, kemiskinan, kepemimpinan, kepedulian, rasa sosial, keluarga, masyarakat, moral dan akhlak, dan sebagainya.

Adat Teradat

Adat teradat adalah peraturan-peraturan yang dibuat oleh penghulu-penghulu Adat dalam suatu nagari, peraturan guna untuk melaksanakan pokok-pokok hukum yang telah dituangkan oleh nenek moyang (Dt. Perpatiah Nan Sabatang dan Dt. Ketumanggungan) dalam pepatah-petitih Adat. Bagaimana sebaiknya penetapan aturan-aturan pokok tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan tidak bertentangan dengan aturan-aturan pokok yang telah kita warisi secara turun-temurun dari nenek-moyang dahulunya.

4. Adat Istiadat

Adat Istiadat adalah peraturan-peraturan yang juga dibuat oleh penghulu-penghulu disuatu nagari melalui musyawarah mufakat sehubungan dengan sehubungan dengan "KESUKAAN" anak nagari seperti kesenian, olah raga, pencak silat randai, talempong, pakaian laki-laki, pakaian wanita, barang-barang bawaan kerumah mempelai, begitupun helat jamu meresmikan "S a k o" itu tadi. Begitu pula Marawa, ubur-ubur, tanggo, gabah-gabah, pelamina dan sebagainya yang berbeda-beda disetiap nagari.

Kedua jenis Adat pada point 1 dan point 2 hukumnya babuhua mati (tidak boleh dirobah-robah walau dengan musyawarah mufakat sekalipun ). Kedua jenis Adat pada point 3 dan point 4 hukumnya babuhua sentak (boleh dirobah-robah asal dengan melalui musyawarah mufakat).Namun keempat jenis Adat tersebut merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, secara utuh disebut ADAT ISTIADAT MINANGKABAU.



DAFTAR PUSTAKA
A.A.Navis, Alam Terkembang Jadi guru,Adat dan Kebudayaan Minang kabau, Grafis Pers, Jakarta, 1984
www.ciambuak.com
www.kbr780.net
www.minangkabau.com



Baca selengkapnya...

Minggu, Mei 23, 2010

Kebudayaan


DEFINISI KEBUDAYAAN

Konsep-konsep ‘identitas kebudayan’ dan ‘identitas nasional’ sering kali mengacu pada hal-hal yang sangat berbeda satu sama lain. Berbagai tradisi kebudayaan dapat hidup bersama-sama dalam suatu bangsa, atau sebaliknya , suatu tradisi kebudayaan dapat juga menjadi bagian dari beberapa bangsa.

Terdapat perbedaan definisi antara kebudayaan dengan kata adat. Kebudayaan adalah seluruh produk manusia, baik material maupun non material. Untuk memenuhi kebutuhannya yang dipengaruhi oleh alam lingkungannya. Sifat kreatif yang terbagi kepada bahasa, seni teknologi, sains, ekonomi, tata sosial, idiologi dan filsafat. Adat adalah produk manusia untuk mengatur diri dan masyarakat secara timbal-balik serta mengatur hubungan dengan benda alam lingkungannya, sifat normatif.

Menurut S. Takdir Alisyahbana; kebudayaan adalah penjelmaan dari nilai-nilai yang merupakan keaktifan daripada budi manusia (Horison/XVI/41). Kebudayaan atau kultur bagi para ilmuan sosial mereferensi pada sebuah kepercayaan dan tradisi pada sekelompok manusia, terpelajar maupun tidak, menyangkut segala sesuatu yang dipelajari dari pendahulunya dan yang diturunlkan dari generasi kegenerasi, semua adat istiadat .

Walaupun ada sejumlah definisi tentang istilah kebudayaan namun demi kepentingan kita disini kebudayaan dapat didefinisikan sebagai perilaku berpola yang ada dalam kelompok tertentu yang anggota-anggotanya memiliki makna yang sama serta simbol yang sama untuk mengkomunikasikan makna tersebut lebih kongkret lagi. Makna-makna yang dimiliki secara bersamaan ini (yang memperkuan definisi realitas) terpatri dalam simbol budaya seperti bahasa, pakaian, dan seni. Makna-makna yang dimiliki secara bersama ini secara fungsional terwujud melalui pranata-pranata (struktur) politik, ekonomi, agama dan sosial perilaku berpola tersebut, atau kebiasaan , merupakan penghubung antara struktur dan fungsi kebudayaan sebagaimana dikomunikasikan secara simbolis.

IDENTITAS BUDAYA

Dalam membicarakan konsep, kebijakan, dan strategi kebudayaan Indonesia ke depan terutama pada masa menghadapi era globalisasi, masalah identitas budaya harus betul-betul diperhatikan dan dikaji secara mendalam. Hal itu sangat perlu karena hingga saat ini masih terdapat kekurangpahaman dan “kekurangsadaran” sebagian orang tentang identitas budaya di tengah-tengah kemajemukan budaya bangsa kita. Dikotomi identitas etnik dan identitas nasional serta dikotomi identitas budaya bangsa Indonesia dan identitas budaya asing masih belum jelas dirumuskan.

Kekurang pahaman terhadap identitas budaya itu menyebabkan masih ada kekhawatiran bahwa penguatan identitas etnik akan memperlemah identitas bangsa Indonesia atau identitas nasional. Bagi sebagian orang, penguatan identitas etnik dapat mengakibatkan krisis budaya, bukan sebaliknya bahwa lemahnya identitas etnik akan mengakibatkan krisis budaya. Dengan demikian, pembicaraan identitas budaya di tengah-tengah kemajemukan budaya Indonesia sangat perlu dilakukan.

Konsep, kebijakan, dan strategi kita mengenai identitas bangsa, mengenai kebudayaan nasional, bahkan mengenai kebudayaan pun masih perlu dirumuskan dengan lebih jelas dan lebih tepat ke depan. Konsep kebudayaan etnik dan kebudayaan nasional, yang selama ini kurang jelas, kurang rasional, dan kurang”berterima” harus dikaji ulang sehingga rumusannya dapat menjadi bagian dari pemahaman masyarakat Indonesia. Sudah barang tentu, rumusan itu harus lebih dahulu didiskusikan secara lebih mendalam.

Dengan rumusan baru yang lebih tepat, persoalan kebudayaan yang hanya diartikan secara sempit seperti kesenian, hiburan, dan adat-istiadat akan terkikis dengan sendirinya karena tidak sesuai dengan hakikat kebudayaan yang sebenarnya. Kebudayaan juga tidak boleh dimaknai sebagai kebiasaan yang “membebani” komunitas pendukungnya, tetapi justru sebaliknya memberikan kebahagiaan dan/atau mensejahterakan masyarakatpendukungnya.

TARNSFORMASI KEBUDAYAAN

Sebuah kebudayaan bisa berubah sesuai tuntutan zaman dalam memperoleh pengetahuan baru, teknologi yang baru datang dari luar sehingga mengubah cara hidup masyarakatnya. Hal ini bisa dikatakan sebagai transformasi budaya. Menurut Max Weber, proses transformasi melalui evolusioner dari saling mempengaruhi antara unsur dalam suatu ideal type masyarakat yang sengaja diciptakan sebagai suatu paradigma. Sedangkan menurut Umar Kayam, transformasi itu berarti:
1. Suatu proses pengalihan total dari suatu bentuk kepada sosok baru yang akan mapan.
2. Tahap akhir dari suatu proses perubahan.
3. Suatu proses yang lama bertahap-tahap.
4. Suatu titik balik cepat.
Menurut Jacob Utama, penyebab terjadinya transformasi budaya adalah:
1. Jika berbagai sektor kehidupan berada dalam registrasi baru, misalnya nilai tradisional yang mengalami proses desintegrasi sebagai akibat dari terjadinya benturan-benturan dengan nilai baru yang datang dari luar.
2. Adanya proses pengidologian yang mengubah mental kebudayaan lama menjadi kebudayaan baru , baik perubahan dalam lapisan sosial kebudayaan, persoalan kekuasaan, pranata nilai, organisasi hingga perubahan ekonomi.
3. Hancur tata nilai kontradiksi kultural, inkohensi berbagai macam perangkat kebudayaaan.

KEBUDAYAAN DAN PEMBANGUNAN

Unsur –unsur budaya yang mempunyai dasar yang luas, yang dijunjung tinggi sudah bertahan bertahun-tahun lamanya seharusnya digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan pembangunan. Dengan ditempatkan dalam struktur fungsional, struktur (pranata) budaya yang harus dikenali, dikerahkan dan digunakan untuk menyampaikan pembangunan dengan sedikit merubah fungsinya. Dalam kerangka seperti itu tugas yang dihadapi adalah mengubah secara eksperimental fungsi-fungsi struktur tradisional sedemikian rupa sehingga tidak legitimasi pesan yang baru, atau tidak merusak media budaya asli itu sendiri. Strategi ini perlu menyelidiki jaringan penyebaran yang ada dan mengaitkannya dengan pemecahan masalah pembangunan yang sedang berlangsung.

Dengan demikian kebudayaan dapat dilihat sebagai dasar perubahan dan bukan sebagai penghalan perubahan. Kebudayaan tidak hanya digunakan sebagai alat bagi pembangunan, melainkan juga mengarahkan pembangunan kebudayaan itu sendiri sebaik mungkin.

DAFTAR PUSTAKA:

Alfian, Transformasi Sosial Budaya dalam Pembangunan Nasional, U.I Pres,1986
Koetjaranigrat, Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Gramedia, 1985.
Nat J. Colietta, Umar Kayam, Kebudayaan dan Pembangunan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta,1987.
Muktar Lubis, Mengembangkan Kemampuan Sendiri, horison/XVI/47.
Michael R. Dove, Peranan Tebudayaan Tradisional Indonesia dalam Moderenisasi, Yayasan Obor Indonesia,1985
Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S. Identitas Dalam Kemajemukan Budaya, Makalah

Baca selengkapnya...

Jumat, Mei 21, 2010

Peserta Pilkada Serentak Sumbar 2010



Berikut nama-nama wajah-wajah yang sering nongkrong dipinggir jalan-jalan kota dan kabupaten di Sumatera Barat dalam beberapa minggu terakhir dan beberapa minggu kedepan:


Calon Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat:
1.Prof. DR. H. Ediwarman, SH, M.Hum Dt. Pangulu Basa - Drs. Husni Hadi, SH (KPMB (KOALISI PARTAI MAJU BERSAMA) Sebanyak 22 Parpol : KPB, PPPI, PPRN, P. BARNAS, PKPI, PPIB, P. KEDAULATAN, PPD, PKB, PPI, PNI MARHAENISME, PDP, PMB, PPDI, PDK, P. REPUBLIKAN , P. PELOPOR, PNBKI, PBB, PKDI, PIS, P. MERDEKA, PSI, P. BURUH).
2.Prof. Dr. H. Marlis Rahman, M.Sc - Drs. H. Aristo Munandar (GOLKAR)
3.Prof. DR. H. Irwan Prayitno, PSi, M.Sc Dt. Rajo Bandaro Basa - Drs. H. Muslim Kasim, Ak, MM Dt. Sinaro Basa (PKS-HANURA-PBR)
4.Drs. H. Endang Irzal, Akt.MBA - Drs. H. Asrul Syukur, MM (DEMOKRAT)
5.Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si - Drs. H. Yohanes Dahlan, M.Si (PAN dan PPP)

Kabupaten Pesisir Selatan:
1.H. Akmal Nesal, SH - Dra. Hj. Marlina Amri (Koalisi Saiyo : PKPB, PPPI, P.Barnas, PKPI, PKB, PDP, Pakar Pangan, PMB, PDK, P. Republikan, P. Pelopor, P. Patriot, P. Merdeka)
2. Drs. H. Nasrul Abit - Drs. Editiawarman, M.Si (P. Demokrat, PAN, PKS, P. Gerindra)
3. Drs. H. Syafrizal, MM Dt. Nan Batuah - H. Syaidal Masfiyuddin, SH (P. Golkar)
4. Drs. Hasdanil, M.Si - H. Mukrizal, SH (Koalisi PPP Plus: PPP, PPRN)
5. Bakri Bakar, SH - Risnaldi, S. Ag, MM (Koalisi Pembaharuan : P. Hanura, PPD, PBB, PNBKI)

Kabupaten Sijunjung:
1.Letkol (Purn) Drs. Nasrul Sugana - Syarijal, S.Ag (PAN, PBB)
2. Wilson, SH - H. Erman Anthony, BA (P. Gerindra, PKB, PPRN, PKPI, PPPI, PDP, PDK)
3. Drs. Hasrul Piliang, M.Si - H. Iraddatillah, S.Pt (PPP dan P. Pelopor)
4. Firdaus. K, SE, M.Si - Drs. H. Marlis, MM (PDIP, PBR dan P.Hanura)
5. Drs. Yuswir Arifin Dt. Indo Marajo - Drs. Muchlis Anwar, MSM (P. Golkar, PKS)

Kabupaten Tanah Datar:
1.H. Jon Enardi, SH, MH - Drs. H. Maswardi (Partai Demokrat dan PAN)
2. dr. H. Adi Zulhardi, MM - Basrizal Dt. Rangkayo Basa, S.Sos (P. Hanura, PDI-P, PBB, , PDK)
3. Surtaveri Dt Rajo Penghulu - Drs. Najmuddin, M.Pd (PPP, PBR)
4. Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH - H. Hendri Arnis, BS.BA (Golkar).

Kabupaten Limapuluh Kota:
1.Endrijon Dt Rajo Junjungan - Usni Adri AK. Adam Nan Bagadiang (Perseorangan)
2. H. Ekos Albar, SE - Adib Mastur, SE (Koalisi PAN, PKPB, Patriot, PPI, PDK, PNBKI)
3. Ir. Irfendi Arbi, MP - Ir. Zadry Hamzah, MS Dt. Musaid (P. Demokrat)
4. Eka Kurniawan Sago Indra, SH - Arfi Bastian Kamil, SE (Perseorangan)
5. H. Rifa Yendi, SH - H. Safri Y (PPP, Gerindra)
6. H. Zahirman Zabir, SH, MH - Ir. H. Novyan Burano (PDIP, PBB, PKB dan P.Hanura)
7. Dr. Alis Marajo - Drs. Asyirwan Yunus (Golkar)

Kabupaten Dharmasraya:
1.Khairul Shaleh - Ir. Tugimin (PAN, PKB)
2. Ir. H. Adi Gunawan, MM - Drs. H. Syafruddin. R (Golkar, PBR, Hanura)
3. Drs. H. DP. Dt. Labuan - Drs. Saikrasno, M.Si (PDI-P & Koalisi Sakato 8 Partai)
4. H. Marlon Martua Dt Rangkayo Mulie, SE - Purwanto, S.Ag (P. Demokrat, Pelopor, PKS, Gerindra)

Kabupaten Solok Selatan:
1.Drs. H. Syafrizal. J, M.Si - H. Muhammad Tulus (PKB, PPP, PPD, dan PDK)
2. H. Muzni Zakaria, M.Eng - Drs. Abdul Rahman, SH (PAN, P. Hanura, dan PDI-P)
3. H. Khairunas, S.Ip - Yuli Sastra John, BA (P. Golkar)
4. Prof. Dr. H. Armen Mukhtar - Ir. Etna Estelita, M.Si (P. Demokrat, PKPB, PPRN, PDP, PBR, Pakar Pangan, PPIB, P. Republikan, P. Kedaulatan, PPPI)
5. Drs. H. Nufirmanwansyah, Apt, MM - Drs. Bustami Narda (PKS dan PMB)
6. H. Epi Marsal, SE, MM - Drs. H. Werhanudin (Perseorangan)

Kabupaten Solok:
1.Drs. Beny Faisal Chan, MM - Drs. Nazar Bakri (PKS + 5 Parpol)
2. Drs. Syamsu Rahim - Desra Ediwan Ananta Nur, MM (GOLKAR, Demokrat, PDIP, PBB, PPRN, PDK, Republikan)
3. H. Gusmal, SE, MM - Drs. Dedi Erizon (PPP, PAN, Hanura, Gerindra)

Kota Solok:
1.Irzal Ilyas Dt. Lawik Basa, MM - Zulefian, SH, M. Si (P. Demokrat)
2. Drs. Ori Afilo - Yanuardi Dt. Tanali (PPP dan PKPI)
3. Drs. H. Yumler Lahar - Drs. Mon Suhendra (PAN)
4. Hendri Dunant, S.Sos - Ilzam Sumartha, S.Pt, M.Si (PKS dan PDI-P)
5. Risman Siranggi, SH - Sukardi, SH (Golkar)
6. Ir. Reiner Dt. Intan Batuah - Drs. H. Sabri Yusni Dt. Tan Piliang (PPIB, PMB, PPDI, P. Patriot, P. Pelopor, PKPB, Pakar Pangan, PDP, PPRN, PBR).
7. Zulkhairi, SE, MM - Amrinof Dias, SH Dt. Ula Gadang (P. HANURA dan PBB)

Kabupaten Padang Pariaman:
1. Drs. H. Ali Mukhni - Drs. H. Damsuar, MM Dt Bandaro Putiah (Golkar, Hanura, PDI-P)
2. Drs. Sudirman Gani - Eri Zulfian (Demokrat)
3. H. Muhammad Yusuf, SH, MH - H. Zamzamil, ST (14 Parpol)
4. Jasma Juni DT Gadang - Ir. Bachtiar Sultan Dt Panyalai (14 Parpol)
5. H. Yobana Samial, SH - Dasril, S.Pd, MM (PPP, PKS, PPRN)
6. Ambia B. Boestam - Yusalman, SP (PAN, Pelopor, Partai Buruh)

Kabupaten Pasaman Barat:

1. H. Risnawanto, SE - H. Nofrizal, S.Pd (PDI-P, PBR, PBB)
2. Akmaluddin Batubara - Epi Santoso, SP (PAN, PKS)
3. Drs. H. Baharuddin R, MM - H. Syahrul Dt. Marajo, S.Pd (P. Demokrat, PPP, P. Hanura, PPRN, PBR, P.Pelopor, PMB, P. Kedaulatan, PDP, PPPI, PKPB, P.Buruh, PDK, PKPI, P.Barnas, PPI, P.Gerindra)
4. Drs. H. Syahiran, MM - Asgul, SE, M.Si (P. Golkar, PKB, PPDI, P.Republikan, Pakar Pangan, PPIB, P. Patriot)

Kabupaten Pasaman:
1. H. Yusuf Lubis, SH, M.Si - Ir. Syafrialis, MM (PBB, PPP, Pakar Pangan)
2. H. Benny Utama , SH, MM - Daniel (P. Golkar, PAN, PKS, P.Hanura, P. Republikan, PDIP, PPRN, PPI, P.Buruh)

Kota Bukittinggi
1. H. M. Ramlan Nurmatias, SH Dt. Nan Basa - Drs. H. Azwar Risman Thaher Dt Rajo Nan Sati (Golkar dan Gerindra).
2. Drs. Nursyamsi Nurlan - DR. Yulnevna Miaz (PPP dan PBB)
3. H. Ismet Amzis, SH - dr. H. Harma Zaldi, SpB. FinaCs (Partai Demokrat)
4. H. Zulkirwan Rifai (H. Buyung) - H. Baharyadi, SH (PAN, PKS, Hanura, PKPI)
5. Drs. Darlis Ilyas - M. Sabirin (Koalisi Forlip (PKPB, PPPI, PPRN, PPD, PDS, PDIP, PBR, PSI, PKB, PNI-M, PDP, Pakar Pangan, PMB, PDKB, PPDI, PDK, Republikan)

Kabupaten Agam
1. H. Ardinal Hasan, S.Ag, MM - Yandril, S.Sos (PKS, PBB).
2. Prof. DR. Syufyarma Marsidin, M.Pd - Syarifuddin (Demokrat).
3. Ir. Indra Catri Dt Malako Nan Putiah - Umar, ST, MM (Golkar, PPRN, Hanura, PPP).
4. Drs. H. Guspardi Gaus Dt. Batuah - Drs. Mukhsis Malik (PAN)
5. Ediwar - Murdani (Koalisi PBR).*

***sumber: KPU Sumatera Barat

Baca selengkapnya...