Jumat, Mei 07, 2010

Pelajaran dari Masyarakat Dayak



Para perempuan dewasa sedang menangkap ikan di sebuah sungai di tengah kebun sawit. Tiba-tiba seorang satpam mendatangi mereka lalu membentak dengan garangnya, "Tumpahkan ikan-ikan itu ke sungai! Kalian tidak punya hak untuk menangkap ikan di sini. Sungai ini bukan lagi milik kalian. Sungai ini milik perusahaan." Orang-orang itu menumpahkan ikan hasil tangkapan mereka. Sambil menahan kepiluan yang memukul-mukul dada, mereka pulang ke rumah masing-masing dalam kebisuan.

Cerita di bawah ini adalah sebuah kisah nyata. Dialami masyarakat Dayak di sebuah desa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Deskripsi tak lain dari potret konkret sosok pembangunan yang tak bersahabat dengan Masyarakat Adat atau Indigenous Peoples (Stepanus Djuweng dan Sandra Moniaga dalam "Kebudayaan dan Manusia yang Majemuk di Indonesia, Masihkah Ada Tempat?" pengantar terjemahan Konvesi ILO 169, yang diterbitkan LBBT Pontianak dan Elsam Jakarta, menerjemahkan istilah Indigenous and Tribal Peoples sebagai Bangsa Pribumi dan Masyarakat Adat. Sejak itu, istilah Masyarkat Adat mulai dikenal di Indonesia, terutama di kalangan Ornop Advokasi. Inikah implikasi logis dari kebijakan pemerintah RI terhadap Masyarakat Adat (MA).

Masyarakat Adat Dayak

"Dayak" adalah sebutan kolektif terhadap sekitar 405 kelompok etnolinguistik yang mendiami pulau Borneo. Mereka menamakan/dinamakan Iban, Kayan, Kenyah, Kanayatn, Maanyan, Ngajuk, Uut Danum, Bidayuh, Simpang, Pompakng, dan lain-lain. Menurut para peneliti, penamaan ini berdasarkan kesamaan Hukum Adat, Ritual Kematian dan Bahasa. Sebenyarnya penamaan sub-suku Dayak juga dapat didasarkan pada letak geografis kawasan adat mereka.

Menurut King (1978) Kedit (1988), dan Ukur (1992) mereka disebut Dayak karena memiliki persamaan-persamaan bentuk fisik dan unsur-unsur budaya seperti rumah panjang, persamaan-persamaan linguistik, korpus tradisi lisan, adsat istiadat dan hukum adat, struktual sosial, bentuk senjata, dan pandangan mengenai jagat raya. Hal lain yang juga serupa adalah pola hubungan relegius dengan tanah dan alam sekitar, pola pemanfaatan, pemilikan, dan ekstraksi sumber daya alam. Bagi oang Dayak, tanah menghubungkan generasi masa lalu, sekarang dan yang akan datang. (Lihat Stepanus Djuweng, The Conflicts Between the Customary Landrights and Development Policy in West Kalimantan: The Case of Ngabang, Nobal and Tumbang Titi. Paper prepared for IX INGI Conference, Odawara, Japan, 1992).

Dengan persamaan-persamaan itu, maka kata "Dayak" telah menjadi label etnisitas dan identitas budaya, sosial, ekonomi, politik dan religius bagai kelompok-kelompok etnik di Kalimantan/Borneo itu tadi. Pada masa lalu para atropolog asing mendefiniskan Dayak sebagai 'Non-Moslem Indigenous Peoples of Borneo' (Masyarkat Adat Borneo yang bukan Islam). Pendekatan keagamaan seperti itu berasal dari tradisi bahwa ketika orang Dayak memeluk agama Islam, mereka tidak lagi mengidentifikasinya sebagai Dayak, tetapi Melayu. Dalam dekade 80-an terjadi semacam arus balik, bahwa identitas suku tak dapat dihapuskan oleh agama. Maka orang-orang Dayak yang Islam tadi kembali menyebut diri mereka sebagai Dayak lagi.

Posisi Pemerintah RI

Apa kebijakan resmi pemerintah Indonesia terhadap MA. Tidak jelas. Tak heran, ketika PBB mencanangkan tahun 1993 sebagai The Interna-tional Year for the Indigenous Peoples (Tahun International bagi Masyara-kat Adat), pemerintah RI menanggapinya dengan sangat dingin. Argumentasinya adalah: tak ada Indigenous Peoples (Masyarakat Asli) di Indonesia.

Terpengaruh oleh pandangan yang demikian, agaknya Menteri Negara Lingkungan Hidup (waktu itu) Sarwono Kusumaatmadja misalnya--dalam seminar sehari Dimensi Manusia Dalam Pembangunan yang diadakan Walhi--memplesetkan The International Year for Indigenous Peoples 1993) (Tahun Internasional bagi Masyarakat Adat 1993) menjadi The Traditional Peoples Year 1993 (Tahun Masyarakat Traditional 1993Lantas Indigenous Peoples diplesetkan menjadi the Vulnerable Population Groups--Kelompok Penduduk Rentan (Sarwono Kusumaatmadja, "The Human Dimension of Sustainable Development". Paper yang dipresen-tasikan dalam Seminar "Dimensi Manusia Dalam Pembangunan Yang Berwawasan Lingkungan, oleh Walhi, Jakarta 14 Oktober 1993).

Terdapat makna yang sangat berbeda antara Indigenous Peoples dan Traditional Peoples, atau the Vulnerable Population Groups. Plesetan demikian, selain menyakitkan hati, juga sesungguhnya suatu pelecehan sosial, kultural dan politik. Di Departemen lain, tingkat pelecehannya bisa lebih parah. Sebelum terjadinya musibah nasional 1997 yang disebabkan asap pembangunan, MA senantiasa dituduh sebagi peladang liar, peladang berpindah, perambah hutan, suku primitif, masyarkat terkebelakang. Oleh karena itu, perlu dibuat Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan.

Departemen Sosial, hingga saat ini masih menyebut MA sebagai masyarakat terasing atau suku terasing. Oleh karena itu mereka harus dimukimkan kembali. Begitupun mantan Menteri Agraria Kepala BPPN Ir Sony Harsono menganggap masyarakat adat di Indonesia berserta hak-hak mereka atas tanah pelan-pelan akan lenyap. Dan oleh karena itu proses revitalisasi dan restitusi terhadap hak-hak masyarakat adat tidak dapat dibenarkan.

Stigmatisasi-stigmatisasi ini di satu pihak, tidak hanya melecehkan, tetapi mengintimidasi. Di sisi lain, ia agaknya sengaja diciptakan untuk tidak mengakui eksistensi MA dan dengan demikian secara sistematis dapat mengeleminir hak-hak MA atas tanah dan sumber daya alam (Bandingkan dengan Agus Rumansara: Indigenous Peoples in Indonesia: some Note From Field Experience. Paper prepared for the Forum on Indigenous Peoples Policy for Development Assistance in Asia, Asian Development, Manila 1995).

Kedudukan Konstitusional MA

Sesungguhnya pengakuan atas adanya kemajemukan budaya--termasuk pula pengakuan atas adanya kemajemukan sumber-sumber hukum yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari--telah terakomodasi dalam Undang-Undang Dasar 1945. Bab VI, pasal 18 UUD '45 mengatur pembagian wilayah Republik Indonesia. Pasal ini berbunyi, "Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan daerah kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang, dengan memandang dan mengingati dasar-dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal usul dalam daerah yang bersifat istimemwa". Bunyi pasal ini diperjelas dengan penjelasan yang berbunyi, "Dalam teritori Indonesia terdapat lebih kurang 250 Zelfbesturunde landscappen dan Volkge-meenschappen seperti desa di Jawa dan Bali, negeri di Minangkabau, dusun dan marga di Palembang dan sebagainya. Daerah-daerah itu mempunyai susunan asli, dan oleh karenanya dapat dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa. Negara Republik Indonesia menghormati kedudukan daerah-daerah istimewa tersebut dan segala peraturan negara yang mengenai daerah-daerah itu akan mengingat hak-hal asal-usul daerah tersebut."

Maka dapat dikatakan, UUD 1945 mengandung pengakuan atas keberadaan "persekutuan-persekutuan hukum dan politik tradisi" yang bersumber dan/atau merupakan bagian dari sistem budaya berbagai kelompok masyarakat yang tercakup dalam teritorial (wilayah hukum) Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dengan demikian secara mudah dapat dipahami, pengakuan ini tidak hanya terbatas pada aspek wujud lembaga semata, melainkan juga pada aspek-aspek struktural organisasi, mekanisme kerja, peraturan-peraturan yang dikandungnya, serta berbagai hak-hak dan keajiban-kewajiban yang terkandung di dalam sistem kelembagaan dimaksud itu.

Sangat jelas amanat pasal ini. Semua peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia tidak boleh mengingkari hak-hak asal-susul dan susunan asli. Sebaliknya, pelanggaran dan pengingkaran baik di tingkat peraturan perundang-undangan dan praktek-praktek di lapangan dapat dikatakan sebagai pelanggaran atau penyimpangan dari Undang-Undang Dasar 1945. Dalam diskusi lebih lanjut dapat kita buktikan bagaimana peraturan perundang-undangan Indonesia sungguh-sungguh bertentangan dengan pasal 18 UUD 45. Demikian pula perlakuan-perlakuan dalam rangka Pembangunan Nasional juga bertentangan dengan dasar negara Indonesia: Pancasila.

Pembangunan adalah Penindasan

Salah seorang penduduk bumi yang paling bertanggungjawab terhadap invasi pembangunan adalah Hary S. Truman. Dalam pidato pelantikannya di hadapan Kongres Amerika 20 Januari 1928, Truman menyebut negara-negara selatan sebagai negara terbelakang (underdeveloped countries). Oleh karena itu tugas Amerika dan Eropah Barat adalah membawa pembangunan itu ke Selatan. Pidato Truman itu kemudian diperkuat dengan diumumkannya Dekade Pembangunan Tahun Pembangunan Internasional Pertama (1960-1970). Usulan untuk tindakan nyata dari dekade itu menyebutkan, dunia ketiga tidak hanya membutuhkan pertumbuhan (ekonomi) tetapi pembangunan. Pembangunan adalah pertumbuhan ditambah perubahan. Perubahan, pada gilirannya adalah (perubahan) sosial, budaya, dan ekonomi baik yang bersifat kualitatif mau pun bersifat kuantitatif (Lihat Wolgang Sachs, The Anotomy of Development dan Global Ecology, A New Arena of Politial Conflict, yang dikutip S. Djuweng dalam Pembangunan dan Keadilan, Masihkan Relevan, Kompas 12 April 1996).

Sejak itu, kata pembangunan menjadi jargon sakti yang menandai hubungan utara selatan. Pembangunan kemudian telah melahirkan semacam keyakinan baru yang menawarkan semacam mitos kesaktian: Kesejahteraan dunuia akan tercapai lewat perubahan sosial, budaya dan ekonomi yang disebut pembangunan. Agaknya yang lupa dikatakan oleh Harry S. Truman adalah, kekayaan yang dinikmati oleh utara berasal dari hasil penindasan baik di selatan (di koloni-koloni) mau pun di utara itu sendiri. Bagi Belanda misalnya dari Tanaman Paksa 1830-1875 memberikan keuntungan sebesar 900 juta Florin (S. Djuweng, From Cultuur Stelsel to Pembangunan PIR Bun", Paper untuk Konferensi XI International NGO Forum on Indonesian Development, Bonn, 4-6 Mei 1998. Dia mengutip dari sumber-sumber sejarah yang mengupas Compulsory Cultivation jaman Daendeles dan Van den Bosch (1830-1875). Hasil tanaman paksa itu cukup untuk melunasi Hutan Negeri Belanda yang membiayai Perang Kemerdekaan Belgia dan Perang Jawa, Membangunan Jaringan Kereta Api, Meningkatkan Industri dan Perdagangan). Di Amerika Utara, penduduk asli telah menjadi korban penindasan atas nama pembangunan dan industrialisasi. Begitu pula adanya di Australia dan Selandia Baru.

Pada saat ini, penindasan dalam bentuk ketidakadilan ekonomi dan politik antara utara selatan masih saja terjadi. Di Bolivia, orang perlu menghabiskan 21 hari kerja untuk menukar sebuah jam buatan Swiss yang hanya dibuat dalam waktu 3 jam (Lihat Rudolf H. Starm, Kepincangan vs Kepincangan, Gramedia Jakata: 1984).

Gugatan terhadap pembangunan muncul dari berbagai kalangan inte-lektual, organisasi non pemerintah, dan masyarakat adat. Selama hampir 50 tahun setelah Truman mengintrodusir kata negara terbelakang dan negara maju, pembangunan telah memperkaya sekitar 20 % penduduk dunia, dan memiskinkan 80% lainnya. Negara-negara industri dan Industri Baru, mengalami pertambahan pendapatan sebesar 80% selama 4 dekade ter-akhir. Sebaliknya di negara-negara miskin, pendapat telah menurun sebesar 15 %.

Di Indonesia penindasan dan bahkan pembunuhan atas nama pembangunan berlangsung marak. Kasus-kasus di sekitar Free Port (Irian) misalnya adalah fakta yang berbicara untuk dirinya sendiri. Demikian pula proses peminggiran terhadap suku Dayak di Kalimantan. Kedatangan ekonomi yang kapitistik ke Kalimantan telah menggusur sumber-sumber perekonomian rakyat Prof. Dr. Mubyarto dalam pidato penutupan Seminar Perekonmian Rakyat Kalimantan, di Pontianak September 1991). Hal yang sama juga dialami oleh kelompok-kelompok masyarakat adat di Mentawai, Nias, Jambi, Riau, Krui, di Sulawesi, Maluku dan sebagainya. Dari fakta-fakta itu sulit untuk percaya dan memahami bahwa pembangunan akan mensejahterakan umat manusia.

Penghancuran yang Sistematis

Bagian ini akan mendiskusikan proses eksplotasi dan opresi terhadap masyarakat Dayak di Kalimantan. Jika dilihat dari sudut proses, peminggiran itu dimulai dari kata-kata (verbal), tindak tanduk (behavioral) dan perampasan-paksa (performance). Sementara itu resistensi MA juga seirama dan setara dengan tingkatan proses tersebut. Penghancuran yang sistematis terhadap Masyarakat Adat melalui faktor berikut:

1. Pendidikan Formal

Pendidikan formal (sekolah) ibarat pisau bermata dua. Di satu pihak--sekurang-kurangnya sebagai impian dan harapan--ia akan membuka pikiran dan wawasan, serta membuat orang menjadi kritis. Di sisi lain, ketika proses pendidikan sekolah diberlangsungkan dengan penuh indoktrinasi, mencerabut orang dari budaya sendiri, dan tidak kritis, maka harapan itu tinggal impian yang tidak pernah terwujud.

Dan begitulah yang terjadi selama ini. Anak-anak Dayak didoktrin untuk melecehkan budaya mereka sendiri. Para petani dianggap berladang liar. Ladang moderen adalah sawah di Jawa. Padi moderen adalah PB5, PB12, dan sebagainya, sedangkan padi lokal sama sekali tidak pernah dibicarakan. Cara-cara orang Dayak bertanam karet, berburu, memungut hasil hutan, memelihara pohon buah-buahan dianggap tidak produktif, kolot, primitif, tidak berbudaya. Bacaan-bacaan di sekolah adalah tentang cerita-cerita dari luar Kalimantan.

Maka anak-anak Dayak tumbuh menjadi manusia asing di negeri sendiri yang memusuhi budaya mereka sendiri. Pikiran mereka berubah dari pikiran nyata menjadi pemimpi. Mereka lebih mengenal hal-hal yang berada nun juh di sana dari pada yang ada di sekitar mereka. Pola pikiran semacan ini ternyata membnerikan sumbangan yang sangat signifikan terhadap proses kepunahan kebudayaan Dayak.

2. Penyebaran Agama-Agama "Asing"

Pada masa lalu, ketika orang Dayak memeluk agama Islam, mereka tidak lagi mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Dayak, tetapi orang Melayu. Ketika agama Islam masuk ke Kalimantan, kelompok-kelompok orang Dayak yang tidak ingin masuk Islam berimigrasi ke pedalaman. Suku Simpang yang semula bermukim di tepi pantai mudik sampai jauh ke hulu sungai Simpang (lihat S. Djuweng, Dayak Simpang, Orang Pantai yang Terdesak ke Pedalaman, Laporan Penelitian Tradisi Lisan Dayak Simpang, Institute of Dayakilogy Research and Development, 1994). Hal yang sama terjadi pula pada suku Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah yang semula bermukim di Kayu Tangi (dekat Banjarmasin) ke kawasan Siung Uhang (Nimer Widen, Orang Maanyan, Dipersatukan Oleh Darah, dalam Kurban Yang Berbau Harum, 65 Tahun Pendeta Dr. Fridolin Ukur p 106, Balitbang PGI, 1995).

Bentuk resistensi yang paling efektif untuk menghindari pengaruh Islam pada waktu itu adalah pindah ke kawasan yang sulit dijangkau oleh pengaruh itu. Memang kemudian kelompok-kelompok ini tetap tunduk kepada kekuasaan Kesultanan, walau pun relatif memiliki otonomi yang luas (S. Djuweng, Peoples Organisations in West Kalimanan, Between Myth and Reality. Background Paper Prepared for The Conference of Indigenous Peoples in Asia, Chiang May, November 1995). Ketika agama Kristen datang, para pendekata dan pastor memilih pendekatan yang sama sekali berbeda dengan pendekatan penyebaran Islam awal. Para missionaris ini tinggal bersama orang-orang Dayak, berbicara dalam bahasa mereka, makan dan tingal bersama orang Dayal dan mendirikan sekolah-sekolah.

Pada masa sebelumnya orang Dayak sulit untuk sekolah, kecuali kalau masuk Islam. Hal ini dikatakan Abdul Manaf (Kakandep Dikbud Kab Ketapang) pada sambutan Pembukaan Penataran Mulok di Balai Semandang, Kecamatan Simpang Hulu, 1996. Para penyebar agama Nasrani ini juga pada umumnya menganggap bahwa agama lain itu (pada waktu itu, sebelum Konsili Vatican II) adalah kafir. Termasuk Islam dan kepercayaan asli orang Dayak.

Dalam kehidupan sehari-hari pastor dan pendeta membagikan pakaian bekas, mengajar membaca dan menulis, membagi obat-obatan, gambar-gambar dari Eropah. Mereka dicintai dan mencintai orang-orang Dayak. Pastor-pastor tidak melarang orang Dayak makan babi dan minum tuak. Dalam persepsi orang Dayak mereka adalah pendukung untuk melawan dominasi Melayu (Islam). Dalam fase berikutnya, barulah mereka menyebarkan agama Nasrani. Penyebaran Nasrani kala itu sangat bertentangan dengan kepercayaan asli orang Dayak. Orang-orang yang tidak memeluk nasrani disebut kafir, menyembah berhala, primitif, penganut animisme dan tidak moderen. Maka Nasrani adalah lambang moderenisasi.

Dr. JJ. Kusni menganggap penyebaran agama Kristen sebagai penundukan terhadap orang Dayak. Para penyebar agama Kristen dengan mengemban tugas apa yang mereka sebut sebagai la mission sacre (tugas suci) memberadabkan orang-orang yang disebut sauvage (biadab), memandang budaya Dayak sebagai ragi usang sesuatu yang patut dibuang.

Konsep ragi usang, demikian Kusni, ingin mengosongkan orang Dayak dari Budaya mereka sendiri dan mengisinya dengan nilai-nilai dari luar (Baca lebih lanjut J.J. Kusni, Dayak Membangun, Kasus Dayak Ngajuk Kalteng, Paragon, Jakarta 1994).

3. Dominasi Budaya

Selama masa pemerintahan Orde Baru, apa yang disebut pembangunan kebudayaan memiliki tiga ciri utama: pertama, budaya dipersempit hingga menjadi seni budaya, kedua, pengembangan budaya harus berorientasi kepada dunia bisnis (komersial), ketiga, pertunjukkan seni budaya harus sejalan dengan kemauan pemerintah. Dengan demikian telah terjadi pendangkalan-pendangkalan nilai, bentuk, fungsi dan makna kebudayaan. Seiringan dengan itu telah pula terjadi pasungan, pemerkosaan, dan dominasi terhadap budaya-budaya etnik di Indonesia. Di beberapa tempat di Kalbar, penyelenggaraan pesta kawin, pelantikan belian, upacara adat harus terlebih dahulu mendapat ijin lisan dari Kepolisian. Ijin lisan itu berharga Rp 15,000.- (lima belas ribu rupiah).

Situasi itu sebenarnya adalah "revitalisasi" dominasi superculture yang feodalistik pada masa sebelum kemerdekaan. Pada masa itu, budaya standar adalah budaya Kesultanan atau budaya penjajah (Barat). Budaya-budaya di luar superculture tersebut dianggap primitif, biadab, kanibal. Dan itu identik dengan Dayak. Orang-orang non-Dayak, ketika melihat satu di antara anggota warga mereka menyimpang dari norma-norma superculture tadi, disebut dan dipanggil Dayak. Di Jawa pada masa lalu ada pertunjukkan Ndayak: Kedayak-dayakan. Dulu di Kalbar, belacan (terasi) atau anjing kurap di tengah jalan disebut Dayak. Bulan November saya kebetulan sedang minum di Airport Supadio. Saya mendengar percakapan beberapa orang pejabat yang berpakaian Safari dan memakai tanda Korpri. Mereka bilang," ... seperti orang Dayak, tidak ada aturan." Mereka berbahasa Indonesia dan beraksen Jawa. Bukan maksud saya menuduh semua orang Jawa anti Dayak, tetapi pikiran, tindakan dan ungkapan diskriminatif adalah kenyataan sehari-hari. Saya sedih, seorang pejabat (dugaan dilihat dari cara merokok, minum, tas dan penampilan) masih mewarisi pikiran seperti itu. Mudah-mudahan dia membaca tulisan ini.

Dalam dasawarsa 70-an, orang-orang Dayak dituding hidup dalam sistem komunis, tidak sehaat, melakukan praktek-praktek prostitusi terselubung karena tinggal di rumah panjang. Rumah-rumah panjang itu kemudian dibongkar. Sejak itu, orang Dayak hidup di rumah tunggal. Hasilnya, orang-orang Dayak menjadi sangat individualis. Dengan hancurnya rumah panjang, maka hancurlah pula jantung kebudayaan Orang Dayak. Penghancuran rumah-rumah panjang itu merupakan bagian dari kebijakan pemerintah Indonesia (lihat Guy Sacerdoty and David Jenkins, "Good By to That All" Far Eastern Economic Review, 1978. Lihat juga Mill Roekaert, "Tanah Diri', Land Rights of the Tribal." Pro Mundi Vita, Belgium, 1987). Pada saat pariwisata menjelma menjadi industri, dan orang-orang haus akan eksotisme, maka rumah panjang di Kalbar menjadi objek buruan.

Budaya lain yang dikembangkan selama Orde Baru adalah budaya kebohongan nasional. Kebohongan itu terlihat dan terdengar secara rutin lewat TVRI dan RRI. Berita di Nasional RRI disiarkan setiap jam, dan berita regional setiap jam, dengan jam siaran yang berbeda, sehingga waktu selanya hanya 30 menit. Media lain tempat disebarluas-kannya kebohongan adalah media cetak.

Di RRI, TVRI, dan media cetak, semua yang dilakukan pemerintah pada masa Orba adalah baik dan benar adanya. Pemerintah tidak boleh salah, yang boleh salah adalah rakyat. Begitupun pidato pejabat, dari yang tertinggi sampai yang terendah. Semua baik dan semua benar. Gaya eufemisme dalam budaya berbahasa disebut sebagai bahasa diplomatik. Hanya para diplomat saja yang boleh bicara, boleh menulis, boleh mengenukakan pendapat. Rakyat jelata seperti saya, tidak boleh.

Setelah Soeharto lengser keprabon, kebohongan itu baru terbongkar. Dahsayatnya, masih ada orang yang tidak percaya. Rupanya, benar kata ppatah, "Bila kebohongan diceritakan seribu kali, ia akan menjadi kebenaran."

4. Hukum yang Memihak Penguasa

Yang dimaksud penguasa adalah pemodal dan pemerintah. Ketika terjadi kasus perampasan tanah rakyat, orang berkata begini, "Hukumnya baik, tetapi pelaksanaannya yang tidak baik. Padahal hukum adalah produk politik. Di Indonesia, hukum adalah produk politik yang monolitik, dan oleh karena itu," seperti diutarakan Abdul Hakim Garuda Nusantara, Direktur Elsam, "Hukum dan perundang-undangan di Indonesia dibuat untuk memperkuat dan berpihak kepada penguasa. Dan dengan demikian tentu memperlemah rakyat (lihat AH.Garuda Nusantara dalam Sessi "Analisis Politik Hukum Nasional" pada Workshop Pendidikan HAM di Nyarumkop yang diselenggarakan oleh ELSAM dan LBBT, 1994).

Dalam konteks kehidupan masyarakat adat produk hukum dan perundang-undangan nasional yang tidak berpihak kepada mereka antara lain adalah: Pertama, Undang-Undang Pokok Agraria No5/1960 yang Jawasentris. Bahwa tanah-tanah yang tidak diolah terus menerus dianggap tanah terlantar. Di luar Jawa salah satu teknik pengolahan tanah adalah membiarkannya untuk proses penyuburan kembali; bahwa hak-hak adat diakui sejauh pada kenyataannya masih ada dan tidak bertentangan dengan kepentingan nasional. Siapa mendefiniskan kepentingan nasional? Pemerintah dan pengusaha.

Kedua, Undang-Undang Pokok Kehutanan No 5/1967, yang membekukan hutan-hutan milik adat. Oleh karena itu HPH-HPH dapat beriperasi di atas hutan milik adat, yang adalah tempat mata pencaharian dan pekerjaan masyarakat adat. Dengan demikian ia bertentangan dengan pasal 27 UUD'45. Ketiga Undang-Undang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah No 5/1974 dan Undang-Undang Pokok Pemerintahan Desa No5/1979 bahkan bertentangan dengan Pasal 18 UUD' 45. Begitu puila dengan Undang-Undang Pokok Perikanan, ternyata mengeliminir hak-hak masyarakat pesisir atas pantai dan laut, yang adalah juga tempat memberlangsungkan kehidupan mereka.

5. Invasi Kapitalisme Internasional

Undang-Undang yang berhubungan dengan eksploitasi terhadap sumber daya alam ternyat sengaja dibuat oleh Pemerintah Orba untuk melicinkan proses eksploitasi sumber daya alam oleh negara dan pengusaha. Usaha-usaha itu dimodali oleh pinjaman luar negeri dan pengusaha asing dan pengusaha nasional. Tahun 1993, Departemen Kehutanan mengusai 73% total luas tanah di Indonesia (baca Djuweng, "Indigenous Peoples and Land Use Policy in Indonesia, A Dayak Showcase", IDRD Pontianak,1997). Pada tahun 1990 terdapat 575 Hak Pengusaan Hutan di Indonesia seluas 60.30 juta hektar. HPH yang beroperasi di Kalimantan mengkavling areal hutan seluas 30.15 juta hektar, lebih separuh dari luas HPH di Indonesia. Sedangkan luas total hutan di Kalimantan adalah 44.96 juta hektar.

Menurut Pemda Kalbar, terdapat 5,817,240 ha HPH (1991), dan 3,3875,005 ha dicadangkan untuk taman nasional, dan hutan lindung. Di pihak lain menurut peta TGHK Kanwil Dephut jumlah areal HPH di Kalbar dalam tahun yang sama 6,207,500 ha, atau lebih luas 390,000 ha. Apakah berarti hutan lindung dan taman nasional sudah digarap untuk HPH?

Dampak kehadiran HPH bagi Masyarakat Adat Dayak

Menurut Djuweng, ada 5 dosa utama perusahaan HPH. Pertama, HPH mengelinir hak-hak MA. Amanat Undang-Undang Pokok Kehutnan No 5/1967 benar-benar diterapkan di lapangan. Contoh nyata adalah yang terjadi di wilayah hukum (Banua) Masyarakat Adat Dayak Simpang, Kabupaten Ketapang, Kalbar. Di banua itu terdapat titik pertemuan 7 buah HPH. Dan dalam peta TGHK, seluruh banua dikatego-rikan sebagai kawasan hutan. Padahal di sana bermukim 24,850 jiwa Dayak Simpang yang tersebar dalam 40 kampung.

Keluhannya pihak HPH dan pejabat kehutuan kemudian, hutan di kawasan itu telah dirambah oleh peladang berpindah dan perambah hutan. Memang penduduk melakukan sistem pengelolan sumber daya alam terpadu. Mereka memelihara hutan, menanam pohon buah-buahan, menanam dan memelihara kebun karet, sejak sekitar 1600-an. Semula mereka bermukim di tepi pantai. HPH-HPH itu mulai beroperasi di sana. Sejak itu, pola kehidupan masyarakat berubah.

HPH, selain menebang pada kawasan Rencana Karya Tahunan, juga melakukan pencurian kayu di hutan adat atau kawasan yang belum memiliki RKT. Petugas kehu-tanan pura-pura tidak tahu. Seorang pegawai Kehutanan yang reformis yang berjumpa dengan penulis di Pontianak bahkan menduga produksi sektor kehutan yang sebenarnya dua kali luipat dari yang dilaporkan secara resmi. Menurut dugaan dia telah terjadi manipulasi.

Kedua, menggusur sumber penghdidupan dan matapencaharian MA. Kehancuran ini baik oleh HPH resmi mau pun penebangan yang dilakukan oleh HPH dengan menggunakan penduduk lokal. Kerusakan ini berdampak serius terhadap akses masyarakt adat terhadap sumber daya hutan non kayu.

Di Bihak, Kabupaten Ketapang misalnya, HPH membabat 2,900 batang pohon tengkawang rakyat. Menurut penuturan Doran, tokoh MA Kampung Lubuk Kakap, sebelum ditebang oleh HPH, untuk kampung Lubuk Kakap saja memungut 100 ton tengkawang, setiap kali berbuah dalam sela 4 tahun, atau 25 ton per tahun. Perhitungan ini belum termasuk kampung-kampung lainnya. Setelah pohon itu dibabat, musim buah terakhir (1998) mereka hanya mendapat 4 ton. Harga terakhir tengkawang Rp 5,4 juta perton. Dengan demikian kerugian masyarakat Rp 540 juta. Kerugian pertahun pertahun sekitar Rp 135 juta. Jika pohon-pohon itu masih dapat berproduksi 50 tahun saja, maka kita dapat menghitung kerugian yang diderita masyarakat setempat (Laporan Doran, pemuka Masyarakat Adat Beginci kepada IDRD dan investigasi lapangan IDRD Pontianak, 1998).

Selain itu, HPH juga membabat lebih dari 40 batang pohon madu. Setiap pohon setiap tahunnya menghasilkan 400 liter atau 553 botol madu dengan harga lokal Rp 7,000.00 Dengan demikian kerugian setahun Rp 149,240,000.00. Tidak hanya itu, pohon-pohon damar juga dibabat habis. Bahkan padi rakyat yang sedang menguning ditimpa tumbangan pohon yang ditebang HPH. Peristiwa-peristiwa itu adalah bentuk-bentuk penindasan yang maha dahsyat.

Hutan adat yang dulu merupakan kawasan perburuan bagi masyrakat adat untuk mendapatkan daging. Kehadiran HPH telah mengusir beberbagai jenis binatang buruan. Selain itu, tanah yang tererosi juga menciptakan kualitas air yang jelek, dan ikan-ikan tidak sebanyak ketika sebelum kehadiran HPH-HPH itu.

Ketiga, menggeser tatanan sosial budaya lokal. Pegawai-pegawai HPH menghamili perempuan-perempuan lokal, mengawani mereka seumur kontrak dengan HPH. Setelah kontrak selesai, perkawinan itu pun bubar. Di sana terdapat puluhan janda, dan anak-anak yang ditinggalkan ayah mereka.

Budaya baru: judi, minuman keras, keroke, dan bahkan filem biru berkembang subur dan hampir merata. Yang menyedihkan, masyarakat setempat belum cukup kritis untuk menelaah perubahan yang terjadi secara drastis tersebut. Kebanyakan orang mengatkan, "begitulah modernisasi." Ya, apa memang begitu, hampir tak ada aturannya. Kondisi ini telah menggeser tatanan sosial budaya Masyarakat Adat.

Muncul pula segelintir orang kaya baru yang melakukan penebangan untuk kemudian dijual kepada HPH-HPH itu.

Selain HPH, pembangunan yang meminggirkan orang Dayak di Kalimantan adalah pertambangan. Di desa Kerangas kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, para penambang lokal ditangkap Mabes Polri (menurut Keterangan masyarakat setempat) dengan menggunakan Helikopter.

Kawasan itu semula merupakan lokasi Wilayah Tambang Rakyat (WTR), tiba-tiba menjadi konsesi pertambangan PT Kapuas Aluvial Jaya. Sengketa ini berakhir dengan penangkapan dan pemenjaraan para penambang rakyat.

Masyarakat Adat Dayak Siang Murung di Puruk Cahu juga menderita akibat ekspoitasi pertambangan yang dilakukan Indomoro Mas Mining perusahaan asal Australia. Perusahaan itu menggusur pemukiman penduduk, mengambil tanah pertanian dan mencemarkan lingkungan. Di Kaltim perusahaan tambang Kelian Mas Mining (CRA GroupAustralia) tidak dapat memenuhi janji-janji mereka kepada masyarakat adat setempat. Ketika dikonfirmasi oleh John Bamba (anggota Dewan Nasional Walhi) waktu RUPS CRA di Melbourne Australia 1994, eksekutif perusahaan itu mengatakan bahwa mereka telah membayar semua itu kepada pemerintah Indonesia. Di Monterado Kalbar, Lokasi dan base-camp Monterado Mas Mining dan sejumlah peralatan berat (kapal keruk) dibakar oleh masyarakat setempat. Masih banyak lagi sederetan kasus-kasus pertambangan yang dapat dikemukakan.

Selain pertambangan, usaha perampasan tanah dan hutan adat juga dilakukan oleh perusahaan perkebunan dan Hutan Tanaman Industri. Bulan Agustus 1994, sekitar 1600 masyarakat adat Dayak Krio, Pawan dan Jeka bergabung untuk menuntut hak-hak mereka yang dirampas oleh PT. Lingga Tejawana (LTW). PT LTW membabat pohon buah-buahan, hutan adat dan pohon karet masyarakat setempat. Selain itu mereka juga menghina. "Orang Dayak otaknya di dengkul," dan pohon buah-buahan yang tumbuh di sana adalah tahi burung, bukan ditanam oleh orang Dayak. Protes itu berakhir dengan pembakaran 10 lokasi base-camp, sejumlah kendaraan berat dan 10 hektar kebun kayu (HTI).

Hal yang serupa juga dilakukan oleh Masyarakat Adat Dayak di Empurang Kabupaten Sanggau. Tahun 1992, mereka membakar barak karyawan HTI Inhutani II, karena perusahaan tersebut gagal memenuhi janji-janji mereka kepada masyarakat setempat.

Begitupun masyarakat di Belimbing Sanggau Ledo akhirnya membakar lokasi pembibnitan HTI PT. Nityasa Idola. Perusahaan tersebut dianggap masyarakat setempat mengambil tanah adat mereka.

Pembangunan HTI dan Perkebunan di Kalbar akan membabat 3,2 juta hektar lahan, yang sebagian besar adalah milik masyarakat adat yang berisi kebun karet, kebun buah-buhan, hutan adat, dan hak-hak milik lainnya.

Perusahaan Finantara Intiga misalnya, merencakan pengembangan 100 ribu ha HTI di Kalbar, dengan investasi sebesar US$ 150 juta, dan investadi di pabrik pulp direncanakan sebesar 1 milyar dollar.

Untuk setiap hektar, Finantara Intiga mengganti Rp 30,000 (dua dolar lebih sedikit). Sebanyak Rp 10,000 (sekitar 80 sen dollar) diberikan langsung kepada masyarakat, dan Rp 20,000 (satu dollar lebih) diberikan berupa sarana dan prasarana kepada masyarakaat yang bersangkutan. Kawasan itu meliputi 7 kecamatan 50 kampung Dayak.

Sepuluh persen dari areal itu diberikan kepada masyarakat (lebih kurang 10,000 ha), dan perusahaan akan memberli kayu HTInya seharga Rp 7,500 perkubik. Jika perusahaan membeli kayu dari tempat lain dengan kwalitas yang sama diterima di pintu pabrik harganya sekitar US 25.00 Artinya, perusahaan tidak memberi 10% jika ditinjau dari segi harga. Ketika saya mempertanyakan sewa yang begitu murah untuk 45 tahun, eksekutif perusahaan itu, yang adalah orang Finland, dengan arogannya bilang, "Kami tidak perlu tanah, kami perlu kayu." Lantas saya jawab secara enteng, "Silakan tanam akasia Anda di laut."

Di Kalimantan Timur, kasus HTI yang paling terkenal adalah peramapasan tanah Dayak Bentian yang dilakukan oleh perusahaan HTI milik Bob Hasan. Perusahaan ini menggusur kuran, kebun rotan dan tanah adat Dayak Bentian (Harian Akcaya, Pontianak 23 Oktober 1998). Dalam usaha mempertahankan hutan adat itu tokoh mayarakat setempat, L.B. Dingit sempat dianugerahi penghargaan dari Yayasan Goldman yang berpusat di Amerika Serika (The Dayak of Kalimantan, Who Are They , KR English Edition, May 1988). Beberapa bulan sepulang dari Amerika LB. Dingit kemudian diajukan ke pengadilan. Dia dianggap melakukan penipuan tanda tangan penduduk yang sepakat untuk mempertahankan tanah adat mereka.

Menurut hasil study JICA, jika tiga juta hektar itu direalisasikan, maka dampaknya bagi Kalimantan System akan hancur (collaps) karena Kalimantan tidak dapat menopang dirinya sendiri. Istilah Kalimantan System berasal dari Laporan Studi Japan International Cooperation Agency (JICA) yang di-hiring-Bappenas untuk meneliti pembangunan regional di Kaltengbar. Kalimantan System merujuk pada sistem pengelolaan asli Kalimantan sebelum masuknya HPH dan Perusahaan Perkebunan. Bahkan menurut laporan studi itu, jika tren yang sekarang ini tetap dipertahankan (3,2 juta hektar kebun), maka kegitan itu tidak cukup walau hanya untuk memberi pekerjaan dan penghasilan yang cuku walau hanya untuk penduduk Kalimantan saja.

Keempat menciptakan kesengsaraan masal: Pada awal "musim asap" 1997, hampir semua pihak menudah peladang asli (indigenous farmers)-untuk tidak menyebut peladang berpindah, peladang traditional (shifting cultivators)-sebagai biang kerok dari asap. Setelah Presiden Seoharto-melalui Meneg LH dan Menteri Kehutan--menyatakan asap berasal dari kegiatan pembukaan lahan Perkebunan, HTI, dan transmigrasi, beberapa Pemda seperti kebakaran jenggot. Tudingan kepada masyarakat peladang memang tidak beralasan. Sebab kalau peladang penyebab asap maka pada kemarau pada 1973, 1982 dan 1991 tentu ketebalan asap akan sama dengan saat ini.

Pertumbuhan asap ini agaknya merupakan konsekwensi logis proyek pembangunan sektor kehutanan yang bersifat eksploitatif sehingga menyebabkan kondisi alam menjadi sangat rentan terhadap bahaya kebakaran. Sekurangnya terdapat empat faktor yang menyebab kerentanan ini.

Pertama, proyek Hak Penguasaan Hutan (HPH). Menurut data, sampai 1990 terdapat 575 persuahaan HPH, dengan total areal seluas 60,36 juta hektar. Sebanyak 301 HPH seluas 31,150,400 hektar terdapat di Kalimantan. Kalbar dimiliki oleh 75 HPH dengan total luas areal 6,207,500 hektar. Menurut investigasi yang dilakukan oleh Asosiasi Mahasiswa Dayak Simpang, dalam setiap hektar rata-rata ditebang sekitar 6 pohon. Tempo (1982) menulis, sebatang pohon yang ditebang menimpa 17 pohon lainnya. Sementara itu HPH hanya mengambil batang kayu utama, sedangkan sisanya berupa dahan, daun dan ranting adalah limbah yang ditinggalkan.

Limbah ini ibarat bom waktu: kawasan lebih 6 juta hektar itu menjadi sangat rentan terhadap api. Apabila musim kemarau tiba, dan api-apa pun penyebabnya-menyala di salah satu titik dari kawasan itu, seluruh kawasan berpotensi untuk terbakar, karena hutan penuh dengan material bakar yang empuk.

Kedua, proses pembukaan lahan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) Seluas 1,599,000 ha dari kawasan HPH di Kalbar tadi adalah kawasan yang dapat dikonvesikan. Kawasan itu diperuntukkan pembangunan HTI, terdiri dari: 1,229,000 untuk HTI-pulp, 105,000 untuk HTI non-pulp dan 65,000 untuk HTI transmigrasi.

Menurut PP No 7/1990, HTI dibangun di atas lahan kritis, yakni hutan yang produksi kayunya kurang dari 20 meterkubik perhektar. Pada kenyataannya, pembangunan HTI di Kalimantan menempati hutan-hutan primer. Untuk itu para pengusaha mendapat izin Pemanfaatan kayu (IPK). Kayu yang ditebang, batangnya diambil, dan limbahnya ditinggalkan. Untuk membersihkan limbah itu dilakukan pembakaran. Memang tidak semua HTI melakukan hal ini.

HTI mengganti hutan alam yang heterogen dengan hutan buatan yang homogen. Jenis kayu yang ditanam adalah fast-growing trees, seperti akasia, albasia dan kayu-kayu sejenisnya. Kayu-kayu cepat tumbuh ini berdaun lebat dan mengalami regenrasi duan cepat. Daun-daun yang sudah mati gugur dan menumpuk secara merata di seluruh lahan dan menjadi media bakar yang sangat potensial dengan ukuran, ketebalan, dan kadar air yang sama. Sehingga di kawasan HTI yang luasnya ribuan hektar terdapat media bakar yang sama.

Dalam hutan alam yang heterogen ketebalan daun kering tidak sama dan tidak merata. Selain itu, regenerasi daun kayu keras hutan alam tidak secepat pada kayu pada tanaman kayu untuk HTI.

Ketiga, proyek-proyek perkebunan. Data Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan luas pembangunan perkebunan di kalbar yang menggunakan pola PIR dan Swasta Nasional sampai triwulan III tahun anggaran 96/97 seluas 233.233 ha. Sedangkan luas kebun yang diusahakan rakyat adalah 480,643 ha.

Sementara itu sebanyak 165 perusahaan telah mendapat pengarahan lahan dari gubernur, dengan luas areal yang dicadangkan 2.369.778 ha. Dari jumlah tersebut tinggal 80 buah perusahaan yang Ijin Prinsip dan Pengarahan Lahannya masih berlaku. Sebanyak 39 buah sudah melalukan kegiatan fisik: land clearing, pembibitan dan penanaman.

Dilihat dari berbagai surat kontrak antara perusahaan perekebunan dan kontraktor pembersih lahan, jelas-jelas bahwa sejumlah perusahaan perkebunan mengunakan metode pembakaran dalam proses land-clearing-nya. Beberapa perusahaan di Kalimantan Barat membantah bahwa mereka melakukan pembakaran lahan. Namun investigasi lapangan yang dilakukan oleh relawan dari Pos LSM Untuk Penanggulangan Bencana Kebakaran menemukan fakta-fakta bahwa penyangkalan itu tidak benar.

Pembakaran lahan perkebunan dan HTI seluas ratusan hektar, sama sekali tidak dapat dikontrol. Apalagi mereka tidak berpengalaman dalam manajemen pengontrolan api. Sistem pengontrolan yang dilakukan peladang asli, sulit diterapkan pada lahan dengan luasan ratusan hektar.

Keempat, pembukaan lahan untuk proyek transmigrasi, khususnya pembukaan lahan gambut sejuta hektar di Kalimantan Tengah. Para ahli telah mengingatkan, pembukaan lahan gambut itu akan menurunkan permukaan air tanah di lahan gambut. Pada musim kemarau, permukaan air yang sudah turun itu akan semakin surut. Dengan demikian gambut menjadi jerng dan mudah terbakar. Selain itu, sisa-sisa tebangan pada saat pembukaan lahan menambah keringnya lahan gambut.

Revolusi Informasi dan Teknologi

Hasil pembangunan lainnya yang juga menghancurkan dunia adalah revolusi informasi dan teknologi. Saat ini produk zat asm (CO2) dunia mencapai 12 ton perkepala yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan non fosil. Sekitar 80% dihasilkan oleh negara Industri. Pabrik-pabrik, kereta api, pesawat terbang, mobil dan motor mengeluarkan zat beracun itu hampir tanpa kendali. Gas beracun ini, selain secara langsung membayakan kesehatan, juga berpengaruh negatif terhadap lingkungan global (efek rumah kaca).

Dalam hubungannya dengan Masyarakat Adat Dayak penggunaan barang-barang plastik misalnya menggantikan alat-alat rumah tangga yang dapat diuraikan oleh alam. Selain itu, masuknya teknologi televisi dan parabola dengan iklan dan bebagai kekerasannya telah pula mengubah pola hidup masyarakat. MA pada umumnya menilai - dengan bekal doktrin fari berbagai pihak - menilai apa yang terlihat di TV dan terdengar di radio itu adalah baik dan benar.

Maraknya bisnis hiburan berupa diskotik dan karoke telah memperdaya perempuan-perempuan Dayak untuk bekerja di sektor hiburan. Tidak jarang kemudian mereka terjerumus menjadi pekerja seks (Laporan hasil pelatihan Jurnalistik KR, Pontianak Juli 1997).

Alternatif Counter Pembangunan: Kesinambungan

Dari kesaksian-kesaksian dan fakta-fakta di atas, pembangunan selama lebih dari 4 dekade terakhir, seperti kata Wolgang Sachs telah menimbulkan dua krisis yang maha dahsayat, yakni krisis alam-lingkungan (nature) dan krisis keadilan (Wolgang Sachs, dalam kuliah "Towards Ecological Economics", Schumacher College, Deveon UK, winter 1996).

Krisis moneter dan kemudian krisis ekonomi yang terjadi di Asia dan Indonesia sekarang, adalah bagian dari kegagalan strategi pembangunan internasional dan kapitasme internasional. Dengan demikian, pembangunan (yang adalah baju baru globalisasi kapitalisme) sedang dalam proses kehancurannya. Maka yang diperlukan seakrang adalah keadilan dan kesinambungan.

Untuk mengatasi hal tersebut Masyarakat Adat memilih pemberdayaan untuk kesinambungan (empowerment for sustainability) bukan pemba-ngunan (development). Oleh karena itu MA menolah pembangunan berkesinambungan (sustainable developmnent). Dalam perspektif MA, pembangunan adalah lawan dari kesinambungan, sehingga kata majemuk kesinambungan pembangunan adalah kontradiksi di dalam dirinya sendiri.

Apa arti kesinambungan (sustainability) bagi masyarakat adat? Wolgang Sachs (1995) menulis, "Kesinambungan bagi masyarakat adat adalah resistensi terhadap pembangunan. Kesinambungan adalah kawasan bebas dari (gravitasi) pembangunan (zone free of development) baik dalam kehidupan sehari-hari maupun secara konseptual.

Perbedaan persepsi dan ideologi konsep kesejahteraan antara MA dan Masyarakat Barat (Modern) agaknya dapat menjelaskan debat ini. Bagi masyarakat barat (Amerika Utara dan Eropah Barat--yang kemudian diterima sebagai nilai-nilai yang universal--sejatera identik dengan memiliki (having), sedangkan bagi MA kesejahteraan identik dengan menjadi (to being). Di Amerika, sebuah penelitian membuktikan bahwa memiliki lebih banyak (having) dengan kebahagiaan (hapiness) adalah sebuah mitos belaka (Djuweng, The Dominat Paradigm and the Cost of Development, Some Implications for Indonesia, Second Edition, IDRD, Pontianak, 1997).

Bagi orang Dayak, sejahtara adalah: sungai memiliki ikan, hutan ada binatangnya, berladang dapata padi, teluk bernaga, batu tidak berubah, gunung tidak berpindah, pisang berbuah, tebu beranak pinak. Konsep kesejataraan semacam ini pada hakekatnya adalah keharmonisan dengan alam semensta yang menopang kehidupan manusia.

Sebaliknya bagi masyarakat moderen, sejahtera berarti memiliki banyak mobil mewah (berarti mencemari lebih banyak), memiliki banyak rumah mewah (berarti lebih banyak pasir, baru, pohon, besi dan baja digunakan), sering bepergian dengan pesawat terbang (mencemari lebih banyak), makan harus bersisa (pemborosan), pakai sepatu, baju, dasi yang mahal, dan seterusnya.

Maka kearifan asli (indigenous wisdom) sistemn pengelolaan sumber daya alam asli terpadu (Intergrated Indigenous Natural Resources Management System) yang dilakukan oleh MA adalah alternatif terhadap pembangunan yang cenderung merusak hanya satu-satunya dunia tempat kita tinggal.

Respon Masyarakat Adat Dayak & Pemberdayaan

Seperti yang telah saya kemukakan di bawah sub-judul pembangunan berarti penindasan, terdapat tiga aras penundukkan atau penghancuran terhadap masyarakat Dayak, dan penghancuran dilakukan secara sistematis, dari hal yang bersifat vebal (pelecehan dan penghinaan lisan dan tertulis) , behavioral (contoh yang disertai dengan tindak tanduk dan perilaku) dan performance (perampasan-paksa) terhadap sumber-sumber kehidupanan sosial, budaya, ekonomi, religius dan politis MA.

1. Respon di Masyarakat Basis

Terhadap yang verbal, masyarakat Dayak meresponnya dengan tindakan "emangnya gue pikirin" walaupun sebenarnya mereka secara mental sangat tepukul dengan berbagai bentuk penghinaan verbal tadi. Artinya, bentuk-bentuk resistensinya adalah: persetan dengan yang mereka bilang dan tulis.

Kedua, resistensi terhadap contoh perilaku adalah, "saya tidak akan mengikuti kelakuan mereka." Atau mereka berpindah ke tempat pemukiman baru yang bebas dari gravitasi modernisasi.

Ketiga, resistensi terhadap perampasan paksa adalah " terpaksa lawan balik". Artinya setelah upaya-upaya legal dan metalegal dilakukan, maka upaya terakhir adalah tindakan "extra-legal", yakni merampas ulang apa yang telah dirampas, atau membakar, melakukan perlawanan fisik. Tindakan ini biasanya dilakukan apabila tindakan-tindakan lain tidak mendapatkan hasil atau tidak didengar. Baru setelah aksi "ekstra legal" itu biasanya pihak-pihak terkait mengajak MA untuk berunding.

2. Respon di Tingkat Ornop

Di Kalimantan, terdapat sejumlah Ornop yang berorientasi pada pemberdayaan Masyarakat Adat. Di Pontianak tahun 1981 didirikan Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK) untuk membantah stigmatisasi bahwa Dayak tidak dapat berbuat apa-apa. Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan, kemudian melebar ke pelayanan sosial, ekonomi kerakyatan dan kemudian advokasi. Tahun 1987, YKSPK mendirikan Kperasi Kredit (CU) dengan total anggota dan aset pada akhir tahun itu 82 orang dan 500 ribu rupiah. Sekarang anggota terdaftar sekitar 8,000 dengan total asset sekitar 5 milyar rupiah. Usaha lainnya adalah Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (PEK), Bank Perkreditan rakyat (BPR) Pemetaan Partispatif (Community Mapping), yakni program pemetaan teritorial MA, Dana Solidaritas Masyarakat Dayak (DSMD), Dana Pendidikan Kritis Masyarakat Dayak (DPKMD), Solidaritas Kesehatan, dan sejumlah program internal lainnya.

Tahun 1990 YKSPK mendirikan Institute Dayakology Research and Development (IDRD - sejak 1998 diubah jadi Institut Dayakologi), yang kemudian secara hukum berafiliasi dengan Lembaga Penunjang dan Pelatihan Pembangunan Sosial (LP3S) Jakarta. IDRD adalah lembaga yang secara khusus dalam bidang penelitian dan advokasi kebudayaan Dayak: Penelitian, Publikasi Buku-Buku dan Majalah "Kalimantan Review") dan advokasi baik di forum lokal, nasional dan internasional.

Berikutnya, bersama IDRD, Walhi dan YLBHI dan LBH Surabaya, Pancur Kasih mendirikan Lembaga Bela Banua Talino yang bekerja untuk pemberdayaan hukum rakyat (hukum adat). Pada saat yang sama didirikan pula sebuah lembaga serupa di Kalimantan Timur dengan nama Lembaga Bina Banua Puti Jaji.

Di Kalimantan Tengah, IDRD, LBBT, YKSPK dan LBBPJ berusaha memfasilitasi berdirinya gerakan serupa. Masyarakat Dayak "metropolitan" Palangka Raya kemudian membentuk Yayasan Talusung Damar. Tetapi kemudian kurang berkembang. Lantas tumbuh sebuah lembaga kecil yang sangat energik di Puruk Cahu (Kalteng). Akhirnya lembaga yang difasilitasi.

Selain itu ada lagi unit yang mempromosikan Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) yang bersama-sama dengan sejumlah Ornop lain mendirikan Konsorsium Pemberdayaan SHK. Tahun lalu, IDRD, Pancur Kasih dan LBBT mendirikan Lembaga Pendukung Pemberdayaan Sosial Ekonomi Petani Karet (LP3SEPK). Lembaga ini bergerak dalam bidang pemberdayaan petani karet di Kalbar.

Di Kalbar didirikan pula Aliansi Masyarakat Adat (AMA), yang bertujuan untuk semakin memperkokoh perjungan Masyarakat Adat Dayak di Kalbar dalam mendukung perjuangan mereka.



***Sumber: S t e p h a n u s D j u w e n g
Lokakarya United Nation Economic and Social Council (UNESCO) di Jakarta

Baca selengkapnya...

Kamis, Mei 06, 2010

Rumah Betang Dayak



Arsitektur Dayak tidak bisa dilepaskan dari konsep hidup dan kebudayaan sehari-hari mereka. Konsep hidup dan budaya ini dapat dilihat dari bentuk rumah tinggal yang secara arsitektural memiliki ciri fisik berbentuk rumah yang memanjang dengan tiang (kolong) tinggi yang mereka sebut sebagai rumah Betang atau Rumah Panjang atau Lamin atau juga lebih kerennya disebut Long House.

Selain dari bentuk fisik, rumah Betang secara arsitektural menggambarkan konsep hidup dan kebudayaan Dayak. Hal ini dapat terlihat pada tata ruang, bentuk bangunan, asesoris seperti patung, ukiran, pernak pernik, dan pola penataannya. Dengan melihat tata ruang rumah, bentuk, dan susunannya dapat diketahui bagaimana pola hidup, pola pikir, pilosofi serta kebudayaan yang terjadi dalam masyarakatnya.

Bentuk
Dalam pedoman arsitektur tradisional Dayak terdapat faktor-faktor penentu seperti hal-hal yang berhubungan dengan dasar pemilihan lokasi, penataan site plan, perencanaan bangunan, dimensi, proporsi, simbol-simbol, dan detailnya, demikian juga pada pemakaian dan penempatan materialnya. Arsitektur tradisional Dayak menempatkan suasana dan pengarahan dengan bentuk-bentuk ruang yang dapat menjaga keseimbangan manusia dengan alam lingkungannya.

Ciri-ciri bentuk rumah suku-suku Dayak secara universal dapat dilihat dari:
Bentuk Bangunan: Bentuk bangunan panjang dan hanya beberapa unit saja dalam satu kampung. Biasanya tidak lebih dari 5 unit. Satu unit bisa digunakan oleh 5-10 anggota keluarga. Bahkan ada yang digunakan secara komunal oleh lebih dari 30 anggota keluarga. Bentuk rumah berkolong tinggi, dengan ketinggian sampai dengan 4 meter dari permukaan tanah. Badan rumah (dinding) terkadang berarsitektur jengki dengan atap pelana memanjang.

Tata Ruang
Ruang-ruang yang ada dalam Rumah Betang biasanya terdiri dari sado', padongk, bilik, dan dapur. Sado' (dalam bahasa Dayak Simpangk) adalah pelantaran tingkat bawah yang biasanya merupakan jalur lalu lalang penghuni rumah Betang. Sado' juga biasanya digunakan sebagai tempat untuk melakukan aktivitas umum seperti menganyam, menumbuk padi, berdiskusi adat secara massal, dan lain sebagainya.

Padongk dapat diterjemahkan sebagai ruang keluarga, letaknya lebih dalam dan lebih tinggi dari pada sado'. Ruangan ini biasanya tidak luas, mungkin berkisar antara 4x6m saja. Padongk lebih umum dimanfaatkan oleh pemilik Rumah Betang sebagai ruang kumpul keluarga, ngobrol, makan minum, menerima tamu dan aktivitas yang lebih personal.

Bilik adalah ruang tidur. Bilik tentu saja digunakan untuk tidur. zaman dahulu, satu bilik bisa dipakai oleh 3-5 anggota keluarga. mereka tidur dalam satu ruangan dan hanya dibatasi oleh kelambu. Kelambu utama untuk ayah dan ibu, kelambu kedua dan ketiga untuk anak-anak. tentu kelambu anak laki-laki dan perempuan akan dipisahkan.

Ruang yang terakhir didalam Rumah Betang adalah Dapur. Ruang ini terbuka dan memiliki view yang langsung berhadapan dengan ruang padongk. Umumnya dapur hanya berukuran 1x2m dan hanya untuk menempatkan tungku perapian untuk memasak. Di atas perapian biasanya ada tempara untuk menyimpan persediaan kayu bakar. Dapur di rumah Betang amat sederhana dan hanya berfungsi untuk kegiatan masak memasak saja.

Aktifitas suku Dayak selain di ladang dan dihutan, lebih banyak dilakukan di dalam rumah baik itu aktivitas sosial, kebudayaan, bahkan pusat kekuasaan mengatur tata kehidupan masyarakat. Dengan kata lain Rumah Betang bagi suku Dayak merupakan pusat kebudayaan dan jantung tradisi mereka. Karenanya keberadaan Rumah Betang harus tetap dijaga kelestariannya. Walaupun sudah tidak ditempati lagi setidaknya tetap dijadikan sebagai bangunan konservasi karena memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi orang Dayak.

Sumber bacaan: Nistain Odop (Penulis dan Arsitek)



Baca selengkapnya...

Senin, Mei 03, 2010

Kecanduan Seks


Problem seks sangat beragam. Gangguan bisa dimulai dari hasrat yang tidak menyala, sakit saat berhubungan intim, hingga gangguan ereksi. Banyak di antara gangguan itu dapat diatasi menggunakan obat dan terapi. Namun, salah satu gangguan seks yang tergolong sulit dihadapi adalah kecanduan.

Kecanduan seks (sexual addiction) sering dianggap bukan merupakan masalah bagi banyak orang. Padahal, bagi penderita dan pasangan hidupnya, gangguan itu bisa sangat merusak. Tidak hanya merusak kehidupan pribadi penderitanya, tetapi juga lingkungan sosial, keluarga, dan terutama pasangan hidup penderita.

Menurut para ahli, kecanduan seksual adalah kegiatan seks yang sesuai ukuran kelaziman tergolong di luar kendali. Pengidap kecanduan seks merasa terdorong untuk mendapatkan dan membenamkan diri dalam kegiatan seksual, meski menyadari semua risiko yang mungkin dihadapi.

Seks bisa menimbulkan kecanduan sebagaimana alkohol dan obat-obat terlarang. Saat berkegiatan seks, tubuh melepaskan senyawa kimia yang membuat tubuh kita menjadi nyaman. Sejumlah orang menjadi kecanduan untuk mengeluarkan senyawa kimia ini dan menjadi terobsesi untuk mendapatkan lagi dan lagi dan lagi, rasa nyaman yang ditimbulkan.

Sebagaimana kecanduan terhadap yang lainnya, tubuh semakin terbiasa dengan terlepasnya senyawa kimia tersebut. Tubuh pecandu butuh jumlah yang semakin banyak, semakin banyak, dan semakin banyak, yang artinya merasa butuh ngeseks terus, tak pernah ada puasnya.

Di antara terpenuhinya kebutuhan seksual dan senyawa kimia yang tinggi, muncullah keterpurukan. Hal ini sering dikenali dengan adanya perasaan malu, menyesal, menderita, memelas, dan gelisah. Pengidap kecanduan bisa merasa terpencil, terisolasi, dan tak berdaya untuk mengubah perilakunya. Nah, seiring dengan terus berputarnya lingkaran tak berujung itu, pengidap kecanduan terus berupaya mendapatkan seks sebagai upaya untuk melarikan diri dari perasaan yang membelenggu.

Lebih dari 6 persen
Menurut perkiraan konservatif, 3 hingga 6 persen dari populasi masyarakat mengidap kecanduan seks dan 20 persen di antaranya adalah wanita. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Namun, angka tiga hingga enam persen itu diperkirakan terlalu rendah dari jumlah pengidap sesungguhnya.

Mengingat kecanduan seks lazim disertai dengan perasaan malu dan tercela, menurut situs milik Dr Patrick Carnes, seorang konsultan dan pakar kecanduan seks terkemuka, www.sexhelp.com, pengidap jadi sering menemukan kesulitan untuk mendapatkan pertolongan. Karena alasan ini pula, tipe profil penderita kecanduan seks sulit didapatkan.

Sejak dibukanya internet dengan aneka jasa layanan seksual yang murah tanpa harus membuka identitas diri peminatnya, para ahli hanya bisa tahu bahwa pengidap kecanduan seks itu meningkat tajam tanpa tahu persis jati diri mereka. Dengan terbatasnya layanan pertolongan bagi penderita, para ahli berpendapat jumlah penderita kecanduan seks itu akan terus meningkat.

Lalu, seperti apakah tanda-tanda dari mereka yang menderita kecanduan seks? Dr Patrick Carnes mengisyaratkan adanya 10 kemungkinan tanda yang perlu diwaspadai:

1. Merasakan bahwa perilaku Anda tidak terkendali.
2. Sadar bisa muncul akibat yang parah bila Anda terus berlanjut dengan perilaku itu.
3. Merasa tak sanggup menghentikan perilaku Anda meski sadar akan akibatnya.
4. Tetap memburu kegiatan yang destruktif dan/atau berisiko tinggi itu.
5. Terus berharap akan menghentikan atau mengendalikan apa yang Anda lakukan dan bertindak aktif untuk membatasi kegiatan berbahaya yang Anda lakukan.
6. Menggunakan fantasi-fantasi seksual sebagai cara untuk mengatasi perasaan atau situasi sulit.
7. Butuh ngeseks terus-menerus agar selalu merasa nikmat.
8. Menderita akibat perasaan yang terus bergejolak di seputar kegiatan seks.
9. Menghabiskan banyak waktu guna merencanakan, melakukan, atau menyesali dan melakukan lagi kegiatan seksual.
10. Mengabaikan kegiatan sosial, kegiatan kantoran, dan kegiatan rekreasional yang penting demi seks.

Perlu mengakui
Bila Anda melihat ada salah satu dari tanda-tanda di atas yang terdapat dalam perilaku Anda, langkah terpenting yang dapat dilakukan adalah mengakui bahwa kecanduan seksual adalah suatu problem yang nyata dan tidak bisa hilang begitu saja atau akan hilang dengan sendirinya. Anda harus memilih sikap bertanggung jawab secara pribadi demi pulihnya gangguan yang bisa jadi sedang Anda alami.

Umumnya pengidap gangguan seks memang merasa kesulitan untuk mengubah sendiri perilaku mereka. Namun, setidaknya sedikit demi sedikit Anda harus mampu meminimalisasi perilaku sebagaimana tergambar pada tanda-tanda di atas meski kadang siklus datangnya dorongan untuk mengulangi perbuatan terlalu kuat untuk dilawan. Seorang terapis profesional dapat membantu Anda untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi dan mendorong Anda mengambil langkah untuk berubah menuju ke gaya hidup seksual yang lebih sehat.

Sebaliknya, bila Anda menduga bahwa pasangan hidup Anda adalah penderita kecanduan seks, sudah seharusnya Anda membantu untuk mengubah perilaku tersebut. Sikap mental yang perlu Anda persiapkan untuk diri sendiri adalah, tak seorang pun akan sembuh dari kecanduan kecuali menerima bahwa mereka mengidap suatu gangguan dan ingin berubah. Karena itu, bantulah memperkuat tekad pasangan Anda yang kecanduan agar semakin kuat kemauannya untuk melakukan perubahan.

Memang repot, menyakitkan, dan membingungkan punya pasangan yang kecanduan seks. Kalau di masyarakat Barat, bahkan tersedia bantuan bagi mereka yang memiliki pasangan pecandu seks. Bantuan itu bisa bersifat pribadi maupun dalam bentuk kelompok pendamping (support group). Nah, meski di sini belum tersedia layanan seperti itu, Anda bisa ngintip-ngintip mencari wawasan, misalnya saja ke Sex Addicts Anonymous, situs internasional yang menyediakan informasi bantuan dari Inggris di www.saa-recovery.org atau di British Association of Sexual and Relationship Therapists, yang menawarkan direktori terapis seks pribadi di: www.basrt.org.uk.

Bentuk kecanduan dan akibatnya
Kecanduan seks dapat memperlihatkan berbagai bentuk, tetapi umumnya dikenali dari perilaku yang terasa di luar kendali. Perilaku ini mencakup:

- Menghabiskan banyak waktu untuk menikmati produk-produk pornografi
- Masturbasi tak terkendali
- Ekshibisionisme
- Voyeurisme
- Fetishes
- Seks berisiko tinggi
- Pelacuran
- Telepon seks dan ngeseks lewat internet
- Perselingkuhan
- Berhubungan seks dengan pasangan yang baru saat itu dikenal

Menurut Dr Carne, survei mengungkapkan akibat dari perilaku kecanduan seks, antara lain:

70 persen mengalami gangguan yang parah dengan pasangan hidupnya
40 persen kehilangan pasangan hidup
27 persen kehilangan peluang dalam karier
40 persen mengalami kehamilan yang tak diinginkan
72 persen terobsesi ingin bunuh diri
17 persen mencoba bunuh diri
68 persen terkena penyakit menular seksual.



***Artikel bersumber dari: Kompas


Baca selengkapnya...

Minggu, Mei 02, 2010

Urutan Kegiatan Proyek


Pada proyek di bidang jasa konstruksi biasanya dilakukan urutan kegiatan sebagai berikut:

I. PRA-LELANG
1. Pemasaran
2. Penentuan keikutsertaan Prakwalifikasi
3. Pengambilan Dokumen Prakualifikasi
4. Proses Pembuatan Dokumen Prakualifikasi.
5. Undangan Lelang/ Tender
6. Penentuan Keikutsertaan Lelang /Tender

II. PROSES LELANG
1. Pengambilan Dokumen Lelang
2. Pembentukan Team Pelaksana Lelang
3. Membaca & Mempelajari Dokumen Lelang
4. Aanwijzing Kantor dan Lapangan
5. Pelajari lebih mendalam Dokumen lelang
6. Survey Lapangan
7. Perhitungan Volume
8. Metode Kerja
9. Sub Kontraktor
10. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
11. Pembuatan Pra Rencana Mutu Proyek
12. Plafond Harga Penawaran
13. Proses Komputer RAB, scheduling, resources plan, CM, analisa harga
14. Jaminan Bank, Referensi Bank dan Syarat-Syarat Administrasi.
15. Memperhitungkan ke-mampuan Lawan
16. Perhitungan Mark Up
17. Pengecekan dan Pemasukan Penawaran
18. Laporan hasil Lelang/ Tender
19. Data-data tetap

III. PASCA LELANG
1. Laporan Hasil Evaluasi Lelang
2. Klarifikasi & Negoisasi
3. Penunjukkan Pemenang
  • Surat Penunjukkan Pemenang
  • Surat Perintah Kerja/ SPK
  • Persiapan Pembuatan Kontrak
  • Peninjauan Proses Pembuatan Kontrak
4. Pembuatan Kontrak

IV. PRA PELAKSANAAN (Perencanaan)
1. Penyerahan Dokumen Lelang (Buku Merah)
2. Pembentukan Team Buku Biru
Tugas Team Buku Biru :
  • Survey Lapangan
  • Survey Laboratorium
  • Pengecekan Volume
  • Penyusunan Metode kerja
  • Perhitungan Harga Satuan Item Pekerjaan yang sudah mencakup K3 (Keselamatan & Kese-hatan Kerja)
  • Evaluasi Sub Kontraktor/Vendor
  • Proses Komputer
  • Penyusunan Buku Biru
3. Penyusunan Rencana Mutu Proyek (PQP)
4. Penyusunan RK3P (Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
5. Engineering (design)
6. Proses Produksi (Fabrikasi)

V. PELAKSANAAN

I. Tingkat Proyek
1. Pembentukan Organisasi Proyek & Penempatan SDM
2. Program Kerja Mingguan/Bulanan (Detail)
3. Proses Kegiatan Phisik di Lapangan
4. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Peralatan
5. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Tenaga Kerja
6. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Material
7. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Keuangan
8. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Sub Kontraktor/Vendor
9. Proses Kegiatan Administrasi dengan Pihak Bouwheer (Client) dan Konsultan Pengawas/ Perencana
10. Proses Kegiatan Pelaksa naan K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja)

II. Tingkat Cabang
• Mobilisasi/Pengadaan Resources

VI. PENGENDALIAN
1. Waktu Pengendalian
2. Hal-hal yang perlu di kendalikan adalah :
  • Waktu Pelaksanaan (Phisik)
  • Alokasi Sumber Daya (Tenaga, Alat, Bahan, Dana)
  • Metode kerja
  • Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
  • Sub-Kontraktor
  • Biaya Pelaksanaan & Termiyn
  • Mutu Pekerjaan
  • Manajemen
3. Tingkat Pengendalian
4. Revisi Piranti Pengendalian (Buku Biru)
5. Adendum Kontrak

VII. PENDATAAN
1. Evaluasi Proyek atas :
  • Buku Biru
  • Project Quality Plan / PQP
  • Pelaksanaan Biaya, Mutu, Waktu
  • Pelaksanaan K3
2. Pengarsipan Dokumen


***Sumber: Jefri Hutagalung


Baca selengkapnya...

Sabtu, Mei 01, 2010

May Day


Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

Setiap tanggal 1 Mei, para buruh di seluruh dunia memperingati hari perlawanan. Penetapan tanggal 1 Mei ini, erat kaitannya dengan perjuangan buruh menuntut diberlakukannya 8 jam kerja sehari, serta tragedi Haymarket di Chicago, AS.

Sekilas tentang sejarah May Day:

Pada tanggal 1 Mei 1886 sebanyak 350.000 orang buruh melakukan mogok massal di beberapa tempat di AS. Mereka diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika. Kaum pekerja ini menuntut perbaikan kesejahteraan dan jam kerja 8 jam sehari. Pada saat itu, kesejahteraan buruh sangat memprihatinkan. Mereka dipaksa bekerja hingga 15 jam sehari.

Aksi ini terus berlanjut. Pada tanggal 3 Mei 1886, pemerintah mengirim sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. Polisi menembaki para buruh yang melakukan aksi mogok. Empat orang tewas, puluhan luka-luka. Hal ini menimbulkan amarah di kalangan kaum buruh.

Puncaknya terjadi tanggal 4 Mei, aksi buruh dipusatkan di lapangan Haymart. Aksi yang diikuti puluhan ribu buruh ini awalnya berjalan damai. Namun tiba-tiba sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Seorang polisi tewas dan belasan terluka. Polisi membalas dengan menembaki para buruh yang masih bertahan. Banyak yang terluka dan tewas.

Meskipun tidak jelas siapa yang meledakan bom, pemerintah melakukan tindakan keras pada para aktivis buruh. Lokasi pertemuan mereka digrebek. Hampir semua tokoh buruh ditangkap. Pengadilan berjalan berat sebelah. 8 Orang pimpinan buruh dijatuhi hukuman gantung. August Spies, Albert Parsons, Adolph Fischer dan George Engel, tewas di tiang gantungan. Sedangkan Louis Lingg bunuh diri saat dalam penjara. Hukuman untuk Michael Schwab, Samuel Fielden dan Oscar Nebe diganti menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Masyarakat marah atas hasil pengadilan tersebut. Mereka menuduh pengadilan AS korup dan memihak kaum pengusaha. Aksi mendesak pemerintah untuk membebaskan para aktivis buruh yang ditahan terus berlangsung. Akhirnya tahun 1893, 3 orang aktivis buruh tersebut dibebaskan.

Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:

Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah mereka.


Sumber: detik.com - wikipedia




Baca selengkapnya...

Jumat, April 30, 2010

Kerja di Proyek



Bagi yang masih aktif bekerja di "lapangan" pada suatu proyek jasa konstruksi mungkin sudah tidak asing lagi dengan rutinitas monitoring, laporan, hasil kerja dan lain sebagainya. Berikut sebagian hal-hal yang sering menjadi kesibukan saat bekerja pada suatu proyek:

Monitoring

Adalah suatu kegiatan mengamat-ngamati dan mempengaruhi kegiatan pokok dan hasil pekerjaan, kegiatan ini mengukur masih tetap pada jalannya, memeberi masukan-masukan dan keluaran-keluaran serata mambandingkan hasil pekerjaan yang dapat dicapai terhadap yang direncanakan dalam jangka pendek. Kegiatan ini dilakukan secara menerus.

Laporan Pelaksanaan Proyek

a. Laporan Harian

Segala sesuatu yang bahan atau keterangan tentang seluruh suatu hasil kerja atau jalannya suatu pembangunan secara fisik yang telah dilakukan dalam proyek konstruksi, dapat berupa berita lisan dan tertulis pada setiap harinya pada suatu proyek konstruksi.

b. Laporan Mingguan

Segala sesuatu yang bahan atau keterangan tentang seluruh suatu hasil kerja atau jalannya suatu pembangunan secara fisik yang telah dilakukan dalam proyek konstruksi, dapat berupa berita lisan dan tertulis pada setiap bulannyua pada suatu proyek konstruksi.

c. Laporan Bulanan

Segala sesuatu yang bahan atau keterangan tentang seluruh suatu hasil kerja atau jalannya suatu pembangunan secara fisik yang telah dilakukan dalam proyek konstruksi, dapat berupa berita lisan dan tertulis pada setiap tahunnya pada suatu proyek konstruksi.

Berita Acara

Adalah catatan laporan yang dibuat mengenai waktu, tempat, keteranagan dan petunjuk lain mengenai suatu kegiatan atau kejadian dalam konstruksi.

Time Schedule

Adalah alat yang dapat menunjukan kapan berlangsungnya setiap kegiatan, sehingga dapat digunakan pada waktu merencanakan kegiatan-kegiatan maupun untuk pengendalian pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Jadwal kerja ini dapat berupa jaringan kerja (network) dan bangun balok (barchart)

Kurva S

Adalah suatu kurva yang digunakan untuk penegndalian, operasi proyek. Kurva ini berbentuk huruf s, selain itu dipakai untuk menggambarkan nilai-nilai atau bobot pekerjaan, bobot kumulatif pekerjaan, Biaya dan kumulatif biaya, selain itu juga terdapat urutan pekerjaan.

Prosedur Pembayaran Upah Tenaga Kerja

Adalah tata cara tentang pemberian upah kerja dari suatu tenaga kerja. Dapat mingguan, bulanan sesuai dengan ketentuan dari proyek tersebut.

Perizinan Pelaksanaan Pekerjaan

Adalah suatu persyaratan yang harus dimilki dalam pelaksanaan proyek konstruksi, perizinan ini meliputi tugas-tugas kontraktor dalam melaksanakan pekrjaan konstruksi fisik yang berdasarkan atas gamabr-gambar kerja, rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), lengkap dengan penjelasan dan pembahasan yang ditetapkan dalam kontrak dengan biaya yang ditetapkan, termasuk untuk jasa kontraktor, IMB, serta pajak-pajak dan iuran-iuran daerah lainnya.

Gambar

a. Gambar Rencana

Adalah suatu gambar yang digunakan untuk bahan pengkajian dan komentar suatu proyek.

b. Shop Drawing

Sering disebut dengan gambar kerja merupakan suatu gambar konstruksi yang siap dipakai oleh pelaksana konstruksi.

c. As Built Drawing

Adalah suatu gambar akhir yang sesuai dengan keadaan sesungguhnya dari unit atau instalasi yang sudah dibangun.



Sumber: Manajemen Konstruksi





Baca selengkapnya...

Kamis, April 29, 2010

Film Porno Produk Lokal



Film porno produk lokal kembali beredar dinternet. Film dengan judul "Makassar Sexy Girl" beredar diinternet beberapa hari terakhir ini. Film dengan duration: 28 menit 02 detik, dan sudah diakses lebih kurang 55,454 kali dengan rating 3.48 / 5.00.

Berita beredarnya film ini tidak seheboh film dokumenter "Cowboys in Paradise" yang dibuat di Bali.

Sepertinya film "Makassar Sexy Girl" ini direkam disebuah hotel dengan menggunakan Handycam, seperti film-film vulgar 'sepasang kekasih' yang pernah beredar sebelumnya.

Di akhir film ini silelaki menceritakan bahwa mereka sudah 10 bulan lamanya tidak bertemu. Mereka sudah menjalani pacaran jarak jauh selama empat tahun.













Baca selengkapnya...

Rabu, April 28, 2010

Three Little Birds



"Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right.
Singin': "Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right!"

Rise up this mornin',
Smiled with the risin' sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin' sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin', ("This is my message to you-ou-ou:")

Singin': "Don't worry 'bout a thing,
'Cause every little thing gonna be all right."
Singin': "Don't worry (don't worry) 'bout a thing,
'Cause every little thing gonna be all right!"

Rise up this mornin',
Smiled with the risin' sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin' sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin', "This is my message to you-ou-ou:"

Singin': "Don't worry about a thing, worry about a thing, oh!
Every little thing gonna be all right. Don't worry!"
Singin': "Don't worry about a thing" - I won't worry!
"'Cause every little thing gonna be all right."

Singin': "Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right" - I won't worry!
Singin': "Don't worry about a thing,
'Cause every little thing gonna be all right."
Singin': "Don't worry about a thing, oh no!
'Cause every little thing gonna be all right!

Connie Talbot: "Three Little Birds"


Baca selengkapnya...

Selasa, April 27, 2010

Facebook Status



Mungkin bagi penyuka Facebook meng-update status sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Sebagian besar isi status di Facebook menggambarkan apa yang sedang dilakukan, apa yang sedang dirasakan, apa yang sedang didengarkan ataupun apa yang sedang dilihat. Kadang kalimat-kalimat status di Facebook mampu menarik perhatian, ada yang lucu, ada yang sedih maupun berisi pesan-pesan moral, kadang ada juga yang menyebalkan membuat panas kuping.

Berikut sebagian status yang ditulis berdasarkan apa yang didengar, dilihat dan dirasa:

"menanti pelangi meski dunia tak lagi terpana, dan tiap-tiap pandang tertuju pada gerimis yang dirindu..."

"saat semua kata kehilangan makna, saat segala upaya terasa hampa, sementara lidahku beku dan keluh, setengah mati ku ingin menghilang..."

"didalam tempat yg sama kau dan aku berbagi kisah, tak ada yang ditutupi, kumerasa kau bagianku, tapi saat ku luka kau lari menghilang..."

"jika ada cara baru untuk mengungkap rasa rindu aku ingin tahu..."

"kadang hidup tampak susah untuk dijalani, kadang 24 jam sehari masih terasa kurang. namun sekalipun hidup tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia waktu dan tempat untuk secangkir teh bersama sahabat"

"mari kita tertawakan hidup dan menikmatinya hingga larut...tapi apakah kau sudah berdamai dengan bait bait masa lalumu..."

“Aku akan bangun ketika yang lain masih tertidur. Aku akan berjalan ketika yang lain sudah bangun. Aku akan berlari ketika yang lain sedang berjalan. Aku akan terbang ketika yang lain sedang berlari. Ingat! ketika yang lain terbang maka aku telah jauh meninggalkannya….”

"ku telepon-telepon kamu kamu telepon-telepon aku sampai menit ke 60...bicara denganmu tak cukup satu menit dua menit 3 menit..."

"jangan memikirkan masa lalu, jangan memimpikan masa depan, konsentrasikan pikiran pada saat sekarang..."

"jangan 'masuk' kalau tak ingin 'dimasuki', tapi kalau 'kemasukan' segera hubungi dokter kandungan..."

"saya tidak menyangka seonggok daging kenyal berbau amis itu bisa hamil,padahal saya belum pernah menyentuhnya sekalipun..."

"saya tidak ingin dinikmati.saya hanya ingin menikmati..."

"ku hujat kau dengan senyum,ku caci maki kau dengan tawa..."

"orang yg memiliki struktur tulang yg sama cenderung memiliki karakter dan sifat yg sama jg..."

"di tmpt parkir...@wanita:'krna km sdh basah2 tlong kluarin motor saya ya'.@pria:'toh nantinya ibu jg akn basah2 knpa hrs mnta tlong'.@wanita:'justru krna saya tdk bsa mka saya mnta tolong'.@pria:'ibu blm mncoba,msh diam dsana,sdh blang tdk bsa'.@wanita:'dasar laki2" (apa krna wanita ingin dimengerti...)

"relakanlah kepergiannya dgn hati putihmu.ribuan tetesan air mata deras kau curahkan,lengking jerit tangis memecah pekak tak akan membuat ia kembali padamu.dia sudah berpulang pada-NYA.karna kuasa-NYA ia ada karna kuasa-NYA ia tiada..."

"jangan khawatir orang lain tidak mengerti dirimu, khawatirlah kalau kamu tidak mengerti orang lain..."

"hindari kejahatan, lakukan kebajikan, sucikan pikiran”

"gelisah aku disini memikirkan dirimu menjauhiku,ku tak tahu mengapa kau berubah pada diriku..."

"ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud..,saat kau berlari mengejar anganmu dan tak pernah sampai...janganlah bersedih...cause everything gona be oke..."

"menjalani hidup diantara tidur dan terjaga,menggenggam masa lalu dan benih benih masa depan..."

"kata suami: 'mudahan bikin anak daripada mendidik anak'.kata istri: 'enakan bikin anak daripada melahirkan anak'... "

"gempa ko' jam segini tho?agak siangan napa?ga' sabaran bgt.ganggu jam istirahat aja"

"orang bijak bayar pajak, orang pajak maling pajak"

"saat yg lain sibuk bikin status pasien,saya malah sibuk baca status..."

"duh,ni orang 'jual kue' apa 'jual diri' ya?gayanya sexy dan menor bgt,mana montok nya sampe mentok gitu...astaga..."

"aku suka MU sejak kencing masih belum lurus,sejak ingus masih mirip air bapak bapak"

"dondong opo salak?duku cilik cilik,gendong opo mundak?..."

"kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat..."

"kita bisa tetap sukses sekalipun tak ada orang yang percaya bahwa kita bisa. tapi kita tidak akan pernah bisa sukses jika kita tidak percaya pada diri sendiri..."

"betapa mengerikan sebuah 'kebijakan' ketika tidak membawa keuntungan bagi yang 'bijak'..."

"yang hilang biarlah hilang,yang pergi biarlah pergi,yang pergi biarkan mati..."

"tebaran ribuan bintang ditemani bulan satu lingkaran penuh tak mampu menghadang laju deras hujan yang turun...

"dasar kucing,hujan hujan senggama di tempat umum.ternyata urat malumu sebesar kemaluanmu.."

"kenapa harga dada lebih mahal daripada paha dan hati...?"

"semakin dekat cita-cita kita terwujud, akan semakin berat penderitaan yang harus kita alami..."

"kumainkan tubuhku ketika aku tak mahir mengawinkan malam..."

"tujuh senja ku nantikan, di simpang tiga rumpun bambu..."

"satu kecupan darimu mampu menembus sepuluh tahun usia yang kupinjam pada hidup..."

"mari jahit hatiku,sebelum seorang wanita datang menawarkan sekeranjang bunga"

"tak dapatkah kau menemaniku sampai usiaku kehabisan angka..."

"tidak dipungkiri dualitas telah merangkum apa yang ada dimuka bumi..."

“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita.Taukah anda siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan...?"

"uang bisa dicari tapi nyawa kemana mau dibeli..."

"walaupun sudah 20 tahun tidak bertemu, saya tidak lupa dengan anda,tapi anda..."

"klo punya pacar jelek itu 'bodoh',tp klo punya istri jelek itu 'jodoh'..."

"ku ku ku ku ruyuk begitulah bunyinya..,kakinya bertanduk..,hewan apa namanya..."

"habis sidang; kata hakim saya kena pasal 30 ribu.ternyata mau tidak mau saya harus bayar..."

"terkurung maunya diluar,terhimpit maunya diatas..."

"dan jika gemintang tak lagi melagu..."

"jika seseorang sudah terbiasa dengan ketidak jujuran,maka dia akan beranggapan setiap orang adalah pembohong..."

"cara terbaik untuk melupakan (bekas/mantan) adalah dengan cara mencari penggantinya..."

"antara pekerjaan tetap dan tetap bekerja...?"

"ternyata di rumah sakit itu lebih banyak ibu ibu wanita daripada bapak bapak pria..."

"dasar kucing..,klo kawin jgn brisik dong...udh ga' enak dilihat bikir ribut lg"

"ternyata memang benar,kasih ibu itu sepanjang jalan..." (beruntunglah bagi yg masih punya ibu)

"mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh..."

"saat kata adalah senjata dan mimpi adalah kunci..."

"ku kan berdosa bila merindukan mu..."

"politik yang mengelitik..,saat buaya dikadalin,ada bangsat menggigit pantat..."

"saat dunia terkacau balaukan..,semakin banyak yang ingin berumur panjang"

"cukup 'siti nurbaya' yang mengalami deritanya..."

"untung saja lidah tidak bertulang,kalau saja bertulang kata kata indah itu tak akan kau dapatkan"

"simpan malumu,bungkus rapat bersama rumput mengering tertiup angin sesal..."

"buka semua yang ada padamu,agar ku bisa mengenal dirimu..."

"jika takut akan panas,jangan paksa awan menutupi matahari.terimalah hujan jika turun membasahi..."

"ada saatnya kita harus berganti mimpi.,"

"ku tak perlu keliling dunia..."

"abang pernah seumuran adek,tapi adek belum pernah seumuran abang"

"om... klo zaman skarang,mau jadi dokter tu harus punya duit banyak ato harus punya otak pintar ya...?(keponakan ku sepertinya teman om tau jawabannya)"

"warnet bukan tempat mesum..."

"terekam tak pernah mati..."

"kena tilang,tp 'si polisi' tidak tau dan hafal bunyi pasal yg dikenakan ke saya..." (terlihat sudah mutu dan kualitas mu...)

"terus terang terang terus..."

"Ku Suka Dirinya, Mungkin Aku Sayang.."

"hanya memberi tak harap kembali..."

"senandung dikala hujan..."

"tunggu aku di sabtu malam,saat denting jam berhenti pada hitungan ketujuh,ada setangkai kembang gula untuk mu..."

"dia" jadikan hitam terasa putih,itu "dia"...

"selamat datang di BATAM...(Bila Anda Tabah Anda Menang), (Bila Anda Takut Anda Menyesal)"

"dicintai seseorang secara mendalam memberi anda kekuatan, dan mencintai seseorang secara mendalam memberi anda keberanian..."

"Bumi melahirkan panjang.Panjang melahirkan volume.Volume melahirkan hitungan.Hitungan melahirkan timbangan.Timbangan melahirkan kemenangan"

"...'bintang kecil', kemana dirimu,lupakah kau denganku..."

"yg sulit bukanlah berbuat benar,tp mengungkap kebenaran..."

"Kalau Dekat Ribut Terus..,Kalau Djauh Rindu Terus...K D R T "

"aku tau kamu memang cantik,tp jgn anggap kecantikkan mu adalah segalanya,karna bisa saja aku mengencingimu sambil berdiri..."

"nurani merupakan hasil pemikiran hati yg pertama, kebijaksanaan merupakan hasil pemikiran hati yg terakhir"

"Ketika 10 lawan 1, kepunglah.Ketika 5 lawan 1, seranglah.Ketika 2 lawan 1, bertempurlah.Ketika seimbang, pecah belahlah. Ketika lebih sedikit, bertahanlah.Ketika tidak memadai, hindarilah"

"rasanya ingin mati mencium mu hingga lemas..."

"ternyata banyak bintang dilangit sama dengan banyak pasir dipantai..."

"watak hampir mungkin dianggap sebagai alat bujukan yang paling efektif..."

"rasa enak biaya enteng..; awas ketagihan..."

"pertemanan itu seperti mengencingi diri sendiri. semua orang bisa melihatnya, tapi hanya diri sendiri yang merasakan kehangatannya"

"jangan datang atau titip salam..."

"Gombal Warming.., sikap, ucap, tindak, laku mulai terkontaminasi..."

"awas, ada sesal di akhir peristiwa..."

"untuk sebuah nama rindu tidak pernah pudar..."

"terhalang sudah rinduku padamu..."

"mengalir seperti air,berhembus seperti angin..."

"kembali menyetubuhi waktu waktu yang terbuang..."

"menyetubuhi waktu waktu yang terbuang...hingga bintang kecil bertelanjang memancarkan indah kilau"

"percayakah anda kalau jumlah bulu kucing itu 951 helai?"

"jangan mau jadi pengecut! hidup sekali harus berarti.ada yg berubah,ada yg bertahan.karena zaman tak bisa dilawan..."

"kita bisa tetap sukses sekalipun tak ada orang yang percaya bahwa kita bisa. tapi kita tidak akan pernah sukses jika kita tidak percaya pada diri sendiri..."

“ A doctor can bury his mistakes but an architect can only advise his clients to plant vines...”( Frank Lloyd Wright)

"aku tidak akan memujimu,tapi lakukanlah yang terbaik dan dengarkanlah yang terburuk"

"sudah dingin,tak berasa lagi,jadi bagusnya dibuang aja,cari yang baru..."

"jam dinding pun tertawa; karena 'dia' membiarkan waktu yang menjawabnya..."

"kau cantik hari ini,dan aku suka..."

"semoga tuhan membalas semua yang terjadi kepada ku,suatu saat nanti..." (sadis!)

"ku tau cepat atau lambat kamu kan mengerti,hati bila dipaksakan pasti takkan baik..." (pelan-pelan saja)

"jika kita dapat minum air jernih dan segar hari ini,mengapa kita harus bersedih atas air asin yang kita minum kemarin"

"bukankah bintang-bintang itu berpijar karena kegelapan disekitarnya..."

"ingin jumpa walau ada segan...tak ada niat untuk selamanya pergi..."

"lihat perbedaanya hanya dalam 7 hari..."

"jika suatu saat nanti kau merindukan ku,datang...datang padaku..."

"ketika segalanya mulai menjadi rumit,saatnya untuk berfikir dan bergerak seperti air..."

"dua orang yang saling percaya tidak akan menyakiti satu sama lain..."

"seperti 364 hari yg lalu,begitu juga tahun-tahun sebelumnya"

"aneh tiba2 kepala burungku ko' jd bentol2,bulunya pun pada rontok,padahal sdh tiap hari dimandiin" (ternyata susah jg pelihara burung)

"AIR.., mengalir seperti air"

"tidak semua pertanyaan memiliki jawaban.terkadang jawaban yg terbaik adalah dgn mendiamkan pertanyaan itu..."

"dia kangen,aku rindu, yang untung tukang pulsa..."

"hanya satu kata..,yang tak sempat terucap..,tak banyak kata..,cukup satu kata..."

"mulai bosan dgn yang ini,saatnya berpaling hati,cari yg baru..."

"terkadang,untuk bertahan hidup perlu berbohong,mencuri,atau menghilang..." (seni tipu muslihat - national geographic)

"maaf,aku masih sungkan untuk bertemu dengan mu..."

"hujan di atas bukit,gerimis dipinggir ngarai..."

"kodok ijo ongkang-ongkang"

"yang dulu dekat kini menjauh,yang dulu jauh kini mendekat" (karena tersirat bukan tersurat)

"mondar mandir ngalor ngidul hilir mudik"

"aku paham betapa 'dunia' sangat membingungkan..."

"banyak yang merasa pantas,tapi hanya beberapa yang terpilih..."

"mencintai dalam diam juga kadang-kadang indah..karena dalam diam tidak ada penolakan..."

"saya bermaksud membaliknya dengan putaran positif karena itulah yang saya perlukan..."

"aku kan bertahan meski takkan mungkin..."

"seperti diatas begitu juga dibawah.seperti diluar begitu juga didalam"

"ternyata tak semudah itu keinginan bisa terjadi,tapi ku berharap masih ada kesempatan sekali lagi..."

"no one has ever been given more loving and unconditional support than i have been given by you..."

"jgn lihat masa lalu dgn penyesalan.jgn pula lihat masa depan dgn ketakutan.tp lihatlah sekitarmu dgn penuh kesadaran"

"kapur putih yang pucat terasa penuh warna...."

"ternyata bernafas lewat mulut merepotkan juga..."

"lagi butuh ketinggian..."

"hidup dan nasib bisa tampak berantakan,misterius,fantastis dan sporadis,namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yg sempurna..."

"she came in through the bathroom window"

"karena pernah menghisap susu yg sama,maka hubungan tdk bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya..."

"hargailah orang2 yg menyayangimu,yg selalu setia mendapingi..."

"Tuhan selalu punya cara..."

"...inisiatif kecil berdampak besar untuk indonesia lebih sehat..."

"aku tak akan melupakan Mu,meski tak bayak kuluangkan waktuku untuk Mu..."

"now it's just too late and i can't go back..."

"...mencintai kamu adlh bahagia dan sedih.bahagia karena mempunyai kamu di dlm kalbuku,dan sedih karena kita sering terpisah..."(ws.rendra)

"dulu kita sahabat, teman begitu hangat, mengalahkan sinar mentari... kini ...kau jauhi diriku..mungkin ku...bertindak kejauhan..."

"bulan menangis di serambi malam,langit tercabik jemari kelam,bintang meratap hilang pijar..."

"segelas air putih,secangkir teh dan sepotong roti sudah membuat pagi ini lebih berwarna"

"masih tertunda,belum semua ku sampaikan..."

"bukan pahlawan...berwajah tampan"

"sedikit pangkal lebih..."

"(bukan) kesempatan yang terlewatkan..."

"bila tiba hariku..,pasti kau akan berubah karna ku..."

"mungkin aku tak selalu ada untukmu,tp hatiku akan menjagamu..."(tetap semangat teman baik ku)

tidak ada yang salah dengan perubahan jika arahnya benar"

"ada banyak pilihan diluar sana..."

"untuk menjadi bijaksana tidak harus pintar ngomong..."

"sudah lama tidak lihat babi berduaan dengan ayam makan dihalaman..."

"ketika hati mulai berjarak..."

"jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik karena senyummu menyadarkanku..."

"mencari sebab serta mencari alasan supaya tercapai hasrat mu..."

"ingin ketemu,tp takut ada yg cemburu..."

"jangan jauhkan 'bintang kecil' itu,karena dia slalu menemani..."

"saya tidak berharap menjadi segalanya bagi setiap orang. saya hanya ingin menjadi sesuatu untuk seseorang..."

"kata hati akan menuntun mu..."

"menatap rama-rama mengepakan sayap hingga bertengger di ujung bubungan,lalu sendal jepit berwarna kuning beraroma kotoran sapi melayang ringan,sadarlah malu mu..."

"ternyata melanggar KUHP tidak masalah,karena...Kasih Uang Habis Perkara..."

"jalani hidup ini lakukan yang terbaik..."

"memasukkan malam kedalam siang,memasukkan siang kedalam malam.menundukkan bulan dan matahari..."

"ikan kakap ikan gabus, kian cepat kian bagus..."

"Lebaran, Leburan, Luberan, Liburan"

"ternayata lebaran itu dimana-mana sama, yang beda cuma suasananya"

"ternyata niat harus didukung langkah"

"cinta 'kan membawamu kembali disini, menuai rindu, membasuh perih, bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya, saat dusta mengalir, jujurkanlah hati...."

"terapung tak hanyut, terendam tak basah"

"terpaksa menghujat mu dengan raut senyum"

"ketuk-lah maka akan dibuka-kan,minta-lah maka akan diberi"

"ko' punya dia besar sebelah,selalu yang kanan lebih besar..."

"malam ini bulan bintang sedang libur hanya kunang kunang yang bertugas memberi terang"

"sebulan tidak cukup menghitung hari pakai jari..."

"mengikuti keadaan; halal,haram,hantam...apa boleh buat"

"waktu tdk akan menunggu..,ia akn melesat bergerak melaju,jika langkahmu tak tentu arah ia akan meninggalkan mu..."

“ Jalan Kita Masih Panjang, Masih Ada Waktu Tersisa,Coba Kuatkan Dirimu,Jangan Berhenti Disini,Beri Satu Kesempatan....”

"dekat yg blm terjangkau,bersua yg blm terselami.bukan karena angan kan merintang,tapi ruang waktu yg membatas - aku masih menunggumu bicara..."

"meskipun tubuhku tanpa sayap yg berwarna warni,aku tdk perlu terbang kesana utk bersamamu tetapi cukup berkomunikasi dgn telepati ataupun 'simpati' "

"ada babu dirumah maling,ada maling dirumah babu"

"cari mie ayam hampir sama susahnya dgn menangkap ayam"

"panas bgt cuy..,ketiak ama pantat jadi becek..."

"secangkir cappucino susu di ujung kelam,saat kabut tipis turun perlahan pelan,ketika semua mulai melepas penat bersandar berbaring rebah tertidur lelap.kulepas pandang menatap bias di ujung jauh.samar nampak,sayup terdengar..."

"Jika ada cara baru tuk mengungkap rasa rindu,aku ingin tahu... Jika mampu ku bawa engkau menembus ruang dan waktu,ku ingin pergi...percuma disini"

"udah bolak balik sampe balik kebolak...suka ngaku ngaku kagak malu malu"

"kalau saja aku msh punya ksempatan yg sama atau smua yg prnh terjadi,bisa terulang lg.tp trnyata ksempatan yg ada hanya sekali,sampai kini msh ku tunggu datangnya keajaiban..."

"ternyata semua yg dimulai dgn rasa marah,akan berakhir dgn rasa malu"

"jika kita tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan,janganlah menganbil kebanggaan milik orang lain"

"cinta adalah perangkap.ketika ia muncul,kita hanya melihat cahayanya,bukan sisi gelapnya…" (-paulo coelho-)

"lebih baik berjumpa dengan induk beruang yang kehilangan anaknya,daripada dengan orang bodoh yang sibuk dengan kebodohannya"

"tidak akan ada proporsi tanpa kesatuan dan tidak ada kesatuan tanpa keanekaragaman. pluralitas tidak menyiratkan keserupaan melainkan juga perbedaan"

“ada setetes bening embun bersemanyam dalam sunyi bola mata mu, namun aku hanya bisa menatap dari celah sebuah masa yang mulai berbeda”

“tuhan meciptakan 100 bagian kasih sayang. 99 disimpan disisi-Nya dan hanya 1 bagian yang diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang 1 bagian itulah, makhluk saling berkasih sayang…”

"cinta yang indah itu seperti bertepuk dengan dua tangan, ia tak akan indah jika hanya sebelah saja"

"Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru"

"I'm free to be whatever I choose . You're free to be wherever you..."

"yang fana adalah waktu. kita abadi: memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa"

"Rambutmu berkibaran di arus angin penghujan,beberapa percik air tempias di pipimu. Demi Tuhan,bukan karena itu aku mencintaimu, bukankarena bajumu yang kusut-tak kaurapikan"

Mereka bilang aku "pemilih dan kesepian,terlalu keras menjalani hidup"...aku baik-baik saja menikmati hidup yg aku punya...

"byk org yg datang dan pergi dari kehidupanmu,tp hanya 'sahabat yg bijak' yg akn meninggalkan 'jejak' di dlm hatimu"

"org yg dtg tdk berniat baik,org baik tdk beriat dtg..."

"sebelum belajar merangkak,jangan belajar berlari..."

"ternyata budaya 'menyelipkan' amplop dalam berkas,masih terpaksa diterapkan..."

"sambil menyelam buang air..."

"keindahaan yg telah meruntuhkan akalku,meretakkan setiaku padamu..." (wajahmu mengalihkan pilihanku)

"kalau ingin melangkah maju untuk meraih sesuatu tumit harus tetap berada dibelakang..."

"kututup wajah dengan tanganku, tertutup sudah penuh salahku..."

"berat sama dipikul,ringan bawa sendiri"

"semua dikalikan nol karena hanya omong kosong"

"tidak se-dahsyat oseng-oseng mercon, tidak se-ampuh rica-rica"...atas bawah bisa panas...

"kembali kepada nuranimu!,jangan sekali-kali kamu berbohong dgn apa yg kamu yakini"

"air susah,listrik susah,udara bersih pun susah..." ini musibah atau bencana?

"seperti bintang dan bulan, jauh namun selalu terang..."

"tujuh hari dalam seminggu, hidup penuh warna"

"besar pasak daripada lobang, jadi susah masukinnya"

"gendang gendut tali kecapi, kenyang perut habis diisi"

"apa karena saya kurang ganteng,maka donita jadi terkesan tambah cantik"

"semakin banyak anda belajar, anda akan sadar betapa banyak yang tidak anda ketahui"

"sbagian bsr org kaya tdk ingin anda tahu apa yg mereka ketahui atau rahasia mereka menjadi kaya" (begitu jg sebaliknya)

"wanita selalu menyukai pujian tetapi tidak mengetahui bagaimana menerima pujian"

"adalah kisah antara dia,aku,kau dan lelakimu. jika dia,aku kau dan lelakimu adalah kita" (maka tanpa 'nya' selingkuh itu...)

"cewek itu sebetulnya tdk 'matre' tapi cuma ingin 'difasilitasi'.namun, fasilitas seperti apa?itu yg akn mejadi pertanyaan..."

"rasanya rasaku inginkan rasamu..."

"siapa yang pantas yang bisa ku andalkan, bukan rayuan bukan pujian...."

"seperti mengajari buaya berenang...."

"...every child must someday leave their home..." ...ayo merantau...

"memandang wajahmu cerah, membuatku tersenyum senang..."

"bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi"

"dia tidak pernah tau bagaimana aku menjaga mu..."

"cepat masuk, cepat keluar - biar bertahan lama jangan buru-buru"

"I am doing this for a just cause and I don't care what other people think"

"sendawa warna-warni akibat makanan tak bergizi..."

"terbuka dengan hal-hal baru, tetap kritis, teliti dan berhati-hati..."

"tidak ingin sebagai gelap yang diceritakan sinar pada terangnya"

gara-gara "lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali", aku jadi sering telat...

"teruslah berjuang,gapailah mimpi mu, jika sudah mimpi jangan tidur lagi..."

“ yang lagi kalah, sudah ketemu kambing hitamnya...?”

"boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu,padahal ia amat buruk bagimu"

"bagaikan hujan dibatas akhir kemarau..."

Haruskah; "menangis jika bersedih, bersedih jika menangis" (air mata tak semurni mata air)

"selamat jalan..,karena kamu sudah dulu-an..."

"bidiklah bintang dengan anak panahmu, walaupun anak panah itu tidak akan pernah sampai ke bintang, tapi ia akan terbang jauh lebih tinggi..."

"buaya dikadalin,klo dilalerin baru mungkin..."

"tidak semua kucing doyan ikan..."

“jika dan hanya jika karena usia itu beda...”

“If you think that something small can't make a difference,try to sleep with a mosquito in the room...”

"hidup sederhana, ga' punya apa-apa, tapi banyak cinta" (less is more...)

"can't say what i mean" (off with their heads)

“Bukannya orang jujur itu bodoh, melainkan karena ia itu terlalu bodoh untuk bisa berbohong”

“ingin dipilih, jangan salah pilih” (banyak koar bisa kewer...)

“...menghirup nikmat sepotong senja hingga malam turun dan pesta hujan pun baru saja usai...”

“masih sibuk menikmati hidup dan mengejar mimpi-mimpi indah”

"kadang ingin tapi tidak butuh,kadang butuh tapi tidak ingin" (saatnya keinginan dan kebutuhan sejalan)

“ternyata "pembohong" dan "pemborong" tidak jauh beda... “(jujurnya, "jujur kacang hijau"...)

"tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah" (pepatah anak "dugem")

"tudung nasi makan lauk"

“...tak ada yang lebih tabah dari "Hujan bulan Juni", dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu...”

“sambil menanti apa yang terjadi.., sempit sang waktu yang terus bergulir...”

"berguling-guling diatas nyiru..."

“Gara2 ahli hukum banyak yg salah hukum jd ingin belajar hukum... “ (jgn asal caplok pasal biar tdk kena pasal...)

"lebih baik jadi budak kesadaran daripada menjadi raja perasaan"

"orang maling" ketahuan "maling orang"

"bukan sulap,bukan sihir".itu cuma karena "kebenaran" bukan kebetulan"

"cinta ditolak dukun ditindak" (kena pasal 378 KUHP)

"ketika tertutup,keberadaan menjadi ketiadaan; ketika terungkap,ketiadaan menjadi keberadaan"

"anjing & kucing tak bisa tumbuh besar dgn benar jika selalu diikat"

"seperti si bisu makan obat pahit"

“ada bermacam jenis kepala disini, tp yg bandel bukanlah "kepala batu" tp "kepala tukang..."

"GAIRAH MALAM" menigkat akibat "KENIKMATAN TABU" (rp.2000/gelas)

“Kucing dlm karung, katak dlm tempurung, kura-kura dlm perahu...” (kamu dimana..?)

“ bagaikan cari tulang dalam telur...”

"rusuh dalam selimut"

“Lagi pingin memperbesar "kemauan" (biar tambah semangat)

"Air yg bnyk tdk dpt memadamkan cinta, sungai2 tak dpt menghanyutkanya. Sekalipun org memberi harta benda rumahnnya utk cinta, namun ia pasti akn dihina"

"kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani" (sama kata sama rasa)

“Gara-gara, bumi dipijak langit dijunjung.., mata jd berkunang2...” (berat tau...)

“ Lepas kendali, melesat bagai shukoi patah sayap... “(naluri lelaki tingkat tinggi)

“tak ada yang menarik, jika anda tidak merasa tertarik...”

"habis manis sepah didaur ulang"...

“Who knows what miracles... you can achieve. When you believe....,but when you are blinded by your pain. Can't see your way straight throught.....”

“jgn menyalahkan matahari telah berpilih kasih, sesalkanlah diri sendiri sebagai pohon yg tak berdaun...”

“you don't always see them, but you know they are always there...”

“punya "benih jagoan" tapi ga' tau mau ditanam dimana...sedang cari "lahan kosong"...(kalau bisa Hak Milik bukan yang Hak Guna)

“ternyata, ampas-nya belum dibuang karena manis-nya tidak habis-habis...”

“Vitamin C adlh antioksidan yg mmbuat membran-membran sel mnjadi stabil dan ini bermanfaat bagi sperma”


Baca selengkapnya...